Bupati Sumedang Larang Kegiatan Sahur On The Road, Ini Alasannya
Pemerintah Kabupaten Sumedang, Jawa Barat mengumumkan pelarangan kegiatan sahur on the road di bulan Ramadan mendatang.
Pemerintah Kabupaten Sumedang, Jawa Barat mengumumkan pelarangan kegiatan sahur on the road di bulan Ramadan mendatang. Ini merupakan langkah preventif untuk mencegah tindak kekerasan di kalangan pelajar yang marak di berbagai daerah.
Disampaikan Bupati Sumedang, Dony Ahmad Munir, kegiatan tersebut berpotensi menimbulkan kerawanan sosial, sehingga pihaknya berupaya untuk menghentikan kegiatan yang bersangkutan seperti sahur on the road.
"Kami sepakat untuk menyetop kegiatan-kegiatan yang bisa menimbulkan kerawanan sosial," kata bupati, merujuk laman Pemkab Sumedang, Jumat (17/3)
Pertimbangkan Buka Bersama
Bupati Sumedang, Dony Ahmad Munir larang sahur on the road ©2023 Laman resmi Pemkab Sumedang/Merdeka.com
Disampaikan Dony, kesepakatan pelarangan kegiatan tersebut berdasarkan rapat koordinasi dari Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).
Menurut dia informasi ini penting disampaikan mengingat kegiatan pencegahan penting dilakukan, demi menjaga kondusivitas di bulan Ramadan yang hanya tinggal menghitung hari. Walau demikian, dirinya juga menaruh perhatian terhadap kegiatan buka puasa bersama, dan masih mempertimbangkan untuk bisa dilaksanakan.
"Seperti bulan puasa misalnya, kami tidak mengizinkan sahur on the road. Sedangkan untuk buka bersama, masih dipertimbangkan. Termasuk buka bersama antar SMA dilakukan oleh siswa siswi," kata Dony.
Lebih Baik Buka Puasa di Rumah
Adapun dua kegiatan tersebut, yakni sahur on the road dan buka puasa bersama antar pelajar bisa memicu terjadinya tindakan ketidakamanan sosial.
Ia mencontohkan, di tengah kondisi sedang seperti sekarang, ketika siswa-siswi buka puasa bersama di sekolah, saat selesainya akan berkumpul dan melakukan konvoi.
Sehingga Dony menyarankan agar kegiatan buka puasa bersama dilakukan di rumah masing-masing bersama keluarga karena lebih aman dari gangguan sosial.
"Kami mendahulukan mencegah mudaratnya. Buka di rumah masing-masing saja. Bisa dibayangkan dalam kondisi seperti ini, sekolah buka puasa bersama, siswa pada ngumpul, pulang konvoi pakai motor. Jadi kalau sahur on the road kami setop, untuk buka bersama kami pertimbangkan, diimbau tidak dilakukan," tuturnya