Bos Material Tewas Saat Kejar Maling dan Sempat Teriak, Begini Kronologinya
Kejadian menghebohkan terjadi di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Selasa (16/6) malam waktu setempat. Seorang pemilik toko material di Kampung Cimahi tewas setelah mengejar maling yang diduga hendak menyatroni rumahnya.
Kejadian menghebohkan terjadi di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Selasa (16/6) malam waktu setempat. Seorang pemilik toko material di Kampung Cimahi tewas setelah mengejar maling yang diduga hendak menyatroni rumahnya.
Hingga saat ini, Rabu (17/6), Polres Sukabumi Kota masih melakukan penyelidikan terkait tewasnya pria berusia 47 tahun dan berinisial W tersebut.
"Kami masih melakukan penyelidikan atas kasus tewasnya seorang pengusaha dengan kondisi terluka saat mengejar maling di Desa Cibolangkaler, Kecamatan Cisaat pada Selasa (16/6)," kata Kapolres Sukabumi Kota AKBP Sumarni di Sukabumi, dikutip dari Antara.
Sempat Berteriak Meminta Tolong
Ilustrasi pencuri ©2014 Merdeka.com
Kejadian tersebut bermula saat W berteriak meminta tolong saat memergoki seseorang yang mencurigakan. Tetangga korban, Eko mendengar teriakan korban bergegas keluar rumah, kemudian mengikuti korban yang diduga mengejar pelaku.
Namun nahas, Eko malah mendapati korban sudah dalam posisi tertelungkup di seberang jalan dan tidak bergerak. Eko juga mendapati kondisi W dalam keadaan terluka dan cukup mengenaskan.
Dievakuasi
Setelah kejadian tersebut, Eko bergegas memanggil kerabat korban serta tetangga.Kemudian, jasad W langsung dibawa menuju RSUD R Syamsudin SH, diduga korban meninggal dunia di tempat kejadian perkara (TKP).
Hingga saat ini, jenazah masih dalam proses otopsi untuk mengetahui penyebab kematiannya.
"Anggota kami sudah melakukan olah TKP, meminta keterangan saksi dan mengumpulkan barang bukti untuk mengungkap kasus tersebut, namun belum bisa dipastikan penyebab utama korban meninggal, karena kasus ini masih dalam penyelidikan," kata polwan pertama yang menjabat sebagai Kapolres di Sukabumi ini.
Penjelasan Tim Rumah Sakit
Sementara itu, menurut ketua Tim Informasi dan Penanganan Keluhan RSUD R Syamsudin SH, Muhammad Yusuf Ginanjar menjelaskan, bahwa dari proses autopsi yang telah dilakukan, tim rumah sakit menemukan sejumlah luka di bagian kepala. Luka juga ditemukan di beberapa bagian tubuh lain, seperti dada, lengan, dan paha yang mengalami patah tulang.
"Hasil pemeriksaan terhadap jasad korban ini, sudah kami laporkan untuk kepentingan pihak kepolisian, kami hanya diberi tugas untuk memeriksa kondisinya," ucapnya.