LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. JABAR

Boboko Mangkub, Tarian Bakul Nasi Penentu Ketahanan Pangan ala Masyarakat Sunda

Di Jawa Barat terdapat sebuah tarian unik yang memiliki filosofi khusus. Konon bisa menentukan ketahanan pangan bagi masyarakatnya.

2020-04-07 19:04:00
Jabar
Advertisement

Ada yang tahu istilah Boboko sebelumnya? Boboko merupakan sebuah wadah yang tersusun dari anyaman bambu. Wadah tersebut biasa digunakan sebagai tempat untuk menyimpan bahan kebutuhan pokok seperti beras atau nasi yang sudah tanak.

Di Jawa Barat sendiri, selain dijadikan sebagai tempat untuk menyimpan beras atau nasi, Boboko juga dijadikan sebagai unsur utama dalam tarian khas di wilayah setempat. Tarian tersebut bernama Boboko Mangkub.

Tarian tersebut merupakan bentuk simbolisasi bagaimana masyarakat Jawa Barat bisa melewati masa ketahanan pangan. Setiap gerakan maupun atraksi dalam pertunjukan tarian menunjukkan makna tersendiri.

Advertisement

Melalui sebuah Boboko atau wadah anyaman bambu, tarian tersebut bisa diartikan sebagai lambang kemakmuran masyarakat Sunda.

Pertunjukan Tari Boboko Mangkub

Advertisement

indonesiakaya 2020 Merdeka.com

Dikutip dari Indonesia.go.id, tari Boboko Mangkub biasanya melibatkan 12 orang penari. Terdiri dari 1 orang penari laki-laki, 5 orang penari perempuan, serta 6 orang penari anak-anak sebagai pengiring atraksi tarian. Mulanya, pertunjukan tersebut dimulai dari para penari yang muncul dari balik bakul yang besar.

Dalam melakukan aksinya, para penari Boboko Mangkub biasanya menggunakan tambahan lain sebagai aksesoris saat menari. Mahkota untuk penari perempuan (untuk lambang kemakmuran pangan), dan penari pria membawa ular (sebagai pola kehidupan).

Setelah itu, para penari perempuan mulai menggerakkan tubuhnya untuk menari secara perlahan dan dinamis sembari membawa boboko berukuran sedang. Tarian diiringi musik tradisional khas Sunda.

Dalam suasana tarian yang dinamis dan atraktif tersebut para anak kecil mulai ikut mengiringi para penari perempuan dalam menaburkan bulir beras ke udara dan jatuh ke tanah. Setiap mereka melakukan itu, para penari laki-laki memungut bulir beras itu dan kembali dimasukan ke dalam Boboko.

Makna Tarian Boboko Mangkub

indonesiakaya 2020 Merdeka.com

Selain terlihat menarik karena berbagai atraksinya, tarian Boboko Makub dalam budaya Sunda juga memiliki arti tersendiri. Boboko merupakan sumber kehidupan bagi masyarakat Jawa Barat.

Wadah tersebut harus selalu terisi beras-beras yang telah dihamburkan oleh para penari perempuan didalam setiap pertunjukannya. Tugas penari pria adalah memungut setiap beras yang ditaburkan.

Sebagai Simbol Ketahanan Pangan

indonesiakaya 2020 Merdeka.com

Dilansir dari Budayajawa.id, Boboko dalam filosofi sunda merupakan wadah atau tempat yang dianggap memiliki kehidupan. Kehidupan tersebut terliat dari apakah Boboko yang ditarikan masih terisi beras atau tidak.

Jika Boboko yang ditarikan kosong maka bisa diartikan bahwa masyarakat sunda akan mengalami kesulitan. Namun sebaliknya, jika penari laki-laki terus mengisi boboko tersebut dengan beras yang dijatuhkan oleh penari perempuan, maka masyarakat sunda akan bertahan dalam ketahanan pangan dan hidup dalam keadaan makmur dan berkah.

Prinsip Etos Hidup Masyarakat Sunda Melalui Boboko Mangkub

Indonesiakaya 2020 Merdeka.com

Sejatinya, masyarakat Sunda di Jawa Barat memiliki prinsip hidup yang biasa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari (Etos dan watak Sunda). Prinsip tersebut antara lain cageur, bageur, singer dan pinter. Prinsip tersebut diartikan bahwa dalam menjalani kehidupan agar selalu cukup, manusia harus sehat agar bisa mencari makan, lalu baik agar bisa menyatu dengan semesta, mawas atau introspeksi dalam setiap kesalahan agar menjadi lebih baik dan terakhir cerdas agar bisa menjalani persaingan hidup.

(mdk/nrd)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.