Berawal dari Kunker ke Jakarta, Ini Kata Ridwan Kamil soal Klaster Corona Gedung Sate
Menurutnya, 32 orang terpapar Covid-19 di gedung pemerintahan Provinsi Jabar tersebut karena kunjungan kerja (kunker) ke wilayah Jakarta. Ia juga menyebut kunker itu menjadi pemicu penularan.
Gubernur Provinsi Jawa Barat, Ridwan Kamil memberikan penjelasan terkait klaster Covid-19 di Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Jawa Barat, Kamis (3/6).
Menurutnya, 32 orang terpapar Covid-19 di gedung pemerintahan Provinsi Jabar tersebut karena kunjungan kerja (kunker) ke wilayah Jakarta. Ia juga menyebut kunker itu menjadi pemicu penularan.
"Terdapat satu klaster yang kami nilai membuat situasi di tempat kerja atau Gedung Sate ini harus dilakukan penutupan sementara karena terdapat 32 ASN di Pemda Provinsi Jabar yang terpapar Covid-19,” terang Ridwan Kamil dilansir di Liputan6.com.
Kunjungan Kerja Setelah Lebaran
©2020 Merdeka.com/liputan6.com
Kunjungan kerja tersebut dilaksanakan para ASN Gedung Sate setelah lebaran.
"Kejadiannya pasca Lebaran saat ada satu rombongan ke Jakarta melakukan pertemuan dalam kunjungan kerja ke Jakarta. Kemudian dari situ ternyata menjadi sumber keterpaparan," katanya menambahkan.
Sebelumnya, sudah ada peraturan mengenai kunjungan kerja di lingkungan kerja Pemprov Jabar. Seperti kebijakan yang telah diatur melalui surat edaran (SE) Nomor: 97/KS.01/UM tentang Penyesuaian Sistem Kerja bagi Pegawai Negeri Sipil di Lingkungan Sekretariat Daerah (Setda) Provinsi Jawa Barat (Jabar) tersebut.
Pengaturan Kebijakan Kerja
Dalam surat edaran tersebut diatur soal penutupan seluruh area publik di Gedung Sate. Termasuk mengatur kehadiran pegawai 25% dari jumlah pegawai di setiap unit kerjanya.
Sedangkan bagi PNS yang berusia di atas 50 tahun, ibu hamil dan menyusui, serta memiliki penyakit bawaan, dianjurkan untuk melakukan Flexible Working Arrangements (FWA).
Langkah Penanganan
Emil, sapaan akrab Ridwan Kamil, menambahkan, beberapa tindakan penanganan seperti tracing atau pelacakan kontak erat pasien dengan keluarga, sudah dilakukan.
"Kami langsung melakukan tracing kepada seluruh yang terpapar keluarganya, dan sesuai prosedur apabila ada klaster yang cukup signifikan, maka mohon maaf Gedung Sate ditutup sementara sambil kita lakukan upaya 3T kepada mereka yang terpapar Covid-19," kata Emil.
Ia meminta kepada seluruh lapisan masyarakat, khususnya pelayan publik untuk lebih tertib dalam menjalankan protokol kesehatan yang sudah ada.
"Sehingga kita tetap bisa produktif kedinasan, tanpa terpapar pada potensi Covid-19," tambahnya.