Beda dari Biasanya, Alpukat Khas Garut Ini Unik dan Berukuran Jumbo
Sejak lama buah alpukat Sindangreret dikenal sebagai alpukat unggulan di Garut. Hal ini lantaran isi dagingnya yang lebih tebal dengan kandungan protein yang lebih tinggi dari alpukat jenis lainnya.
Sebagai daerah yang terletak di dataran tinggi, Kabupaten Garut dikenal sebagai penghasil buah berkualitas. Salah satu buah yang saat ini tengah banyak dibudidayakan di Kota Intan adalah alpukat jenis Sindangreret.
Reza Mulyana (25) merupakan petani sekaligus penangkar bibit alpukat varietas asli asal Garut ini. Ia mengatakan, sejak lama buah alpukat Sindangreret dikenal sebagai alpukat unggulan di Garut. Hal ini lantaran isi dagingnya yang lebih tebal dengan kandungan protein yang lebih tinggi dari alpukat jenis lainnya.
"Keunggulan varietas Sindangreret lainnya karena kadar lemaknya tinggi sebesar 8,9 persen jauh dibanding alpukat unggulan lainnya,” ungkap Reza seperti dilansir dari Liputan6.
Keunggulan Alpukat Sindangreret Garut
©2019 Merdeka.com/Pixabay
Reza mengungkapkan, keunggulan yang menjadi daya tarik utama alpukat jenis ini adalah ketebalan daging buahnya yang mencapai 4-5 cm. Hal ini pun membuat bagian yang bisa dikonsumsi dari buah ini cukup tinggi, yakni mencapai 85-86%.
Saking tebalnya, masyarakat setempat kerap menyamakan cara mengonsumsi alpukat Sindangreret layaknya pisang yang hanya tinggal dikupas.
Selain daging yang lebih tebal, daya tarik lain dari alpukat ini adalah warna yang lebih terang dan rasa yang gurih.
Memiliki Ukuran Tak Biasa
Buah yang diakui pemerintah sebagai salah satu buah-buahan unggulan Tanah Air pada 2010 lalu itu juga memiliki ukuran yang tidak biasa. Berat satu alpukat siap panen jenis ini berada di kisaran 400-700 gram.
Buah ini juga memiliki beberapa jenis grade yang dibedakan dari beratnya. Untuk Grade A, memiliki berat sekitar 600-700 gram setiap buahnya.
Kemudian untuk grade B, biasanya berada di kisaran 600-400 gram, dan untuk grade C memiliki berat di bawah 400 gram.
Reza pun menjelaskan jika alpukat Sindangreret ini lebih baik daripada jenis alpukat daerah lain.
"Untuk wilayah Garut, alpukat kami masih unggul dibanding alpuket Leles, Cikajang, Sukawening hingga Samarang," ujarnya bangga.
Berkat berbagai keunggulannya, alpukat varietas Sindangreret berhasil masuk dalam deretan alpukat unggulan Tanah Air.
"Alpukat kami termasuk dalam 23 alpukat superior di Indonesia," kata pria yang juga lulusan Pertanian Universitas Garut (Uniga) itu.
Cara Membedakan
Reza menambahkan, cara membedakan alpukat Sindangreret dengan alpukat jenis lainnya cukup mudah, yaitu dengan melihat bentuk daunnya.
Bentuk daun alpukat Sindangreret terlihat lebih lonjong dan panjang, sementara pohon alpukat lainnya cenderung lebih lebar.
Berasal dari Belanda
©2021 Liputan6/ Merdeka.com
Alpukat Sindangreret sendiri dahulu merupakan komoditas yang dibawa oleh rombongan tentara Belanda di zaman penjajahan. Buah ini kemudian dikembangkan hingga tumbuh subur di kawasan Kampung Sindangreret, Desa Karangpawitan, Kecamatan Karangpawitan, Garut.
"Dulu alpukat Sindangreret lebih dikenal dengan sebutan alpukat komson dari Belanda," ujar salah satu pengurus Kelompok Tani Guna Mekar tersebut.
Saat ini Reza pun terus berupaya mengembalikan kejayaan alpukat Sindangreret agar bisa kembali berjaya.
"Selain Jeruk, sebenarnya Garut punya alpukat yang bisa diunggulkan," katanya
Butuh Dukungan Pemerintah
Untuk mendukung budidaya alpukat jenis Sindangreret tersebut, Reza membutuhkan bantuan dari pemerintah setempat. Ia masih berjuang seorang diri tanpa mendapat bantuan.
Ia pun membuka pintu bagi masyarakat yang hendak ikut serta mengembalikan kejayaan alpukat bercita rasa gurih tersebut hanya dengan mengeluarkan uang Rp25 ribu per pohon dengan ketinggian sekitar 40 sentimeter
"Fokus saat ini mengembalikan budi daya bibit alpukat meskipun dengan modal seadanya," pungkasnya.