Bangkitkan Motivasi Bekerja, Seluruh Pekerja Pabrik Tahu di Bogor Ini Pakai Jas Rapi
Tak hanya mengenakan kemeja, mereka juga melengkapi penampilan mereka dengan setelan jas dan dasi. Pabrik tahu yang terletak di Kawasan Kampung Kebon Kalapa, Kecamatan Sukaraja tersebut, memiliki karyawan yang berdandan nyentrik.
Ada pemandangan unik dari sebuah pabrik tahu yang terletak di Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Para karyawannya mengenakan seragam formal layaknya pegawai kantoran.
Tak hanya mengenakan kemeja, mereka juga melengkapi penampilan mereka dengan setelan jas dan dasi. Pabrik tahu yang terletak di Kawasan Kampung Kebon Kalapa, Kecamatan Sukaraja tersebut, memiliki karyawan yang berdandan nyentrik.
Hikam Abdul Manan (22), pemilik pabrik tahu bermerek dagang Enjoy tersebut bercerita jika upaya kreatifnya bukan tanpa alasan. Ia menerapkan penampilan unik itu, agar menarik minat pelanggan.
“Karena kan saya sendiri rapi, jadi saya coba terapkan ke karyawan untuk mendobrak pemasaran. Karena kebanyakan pabrik tahu kan biasa, nah sekarang kita coba yang berbeda,” kata Hikam beberapa waktu lalu, dalam video di kanal Youtube Gina Selalu Gina.
Memotivasi Karyawannya
©2020 Kanal Youtube Gina selalu Gina/editorial Merdeka.com
Menurut pria yang menurunkan usaha dari kedua orang tuanya tersebut, tujuan lain dari penggunaan seragam formal adalah untuk membangkitkan motivasi karyawannya.
Ia berharap, dengan berpenampilan demikian, karyawannya akan merasa lebih menghargai pekerjaan mereka seperti eksekutif muda.
“Jadi ini semacam kerja tahu rasa kantoran, terlihat enak, rapih, bersih, apalagi kita produksi makanan. Jadi, kita punya nilai lebih,” ujarnya dengan semangat.
Usaha tahu tersebut sudah dibangun bersama karyawannya sejak dua bulan terakhir. Sebelumnya, ia merintis usahanya dengan berdagang keliling, dan tentunya dengan ciri khas jas dan dasi.
Jumat Memakai Batik
©2020 Kanal Youtube Gina selalu Gina/editorial Merdeka.com
Selain mengenakan jas rapi, Hikam bersama karyawannya juga memiliki seragam di hari berbeda. Untuk jas dan dasi dikenakan pada Senin, Rabu dan Sabtu. Sedangkan hari Jumat, mengenakan seragam batik.
“Untuk seragam jas rapih ini seminggu dipakai tiga kali, setiap hari Senin, Rabu dan Sabtu. Dan untuk setiap hari Jumat itu akan memakai pakaian batik,” katanya.
Di hari lain, karyawannya bebas mengenakan kaos atau pakaian lain yang nyaman.
Dijual hingga Wilayah Jakarta
©2020 Kanal Youtube Gina selalu Gina/editorial Merdeka.com
Untuk satu bungkus berisi 10 buah tahu, Hikam membanderol seharga Rp8 ribu. Biasanya, ia juga menjual ke wilayah sekitar, hingga ke luar daerah seperti Jakarta, Depok dan sekitarnya.
Hikam juga membuat dua varian tahu produknya, yakni tahu keju yang berwarna kuning dan tahu telur berwarna putih.
“Untuk penjualan ke daerah sendiri itu sudah ada pedagang, kita juga suplai ke Pasar Jakarta, Pasar Kebayoran Lama, Pasar Depok hingga Pasar Kemiri. Produk kami juga tanpa bahan pengawet sehingga dijamin aman,” pungkasnya.