Bacaan Takbir 7X Sholat Idul Fitri, Berikut Tata Cara Pelaksanaannya
Salah satu kunci ibadah khusyuk adalah memahami tata cara pelaksanaannya. Jika kita memahami tata cara pelaksanaan sholat Idul Fitri dengan baik, maka kemungkinan kita menjalaninya dengan khusyuk terbuka lebar.
Hari raya Idul Fitri merupakan hari yang dinanti umat Islam setelah sebulan penuh berpuasa. Hari raya Idul Fitri kerap disebut hari kemenangan, hari saling memaafkan kesalahan satu sama lain.
Selain mempersiapkan baju lebaran dan hidangan lebaran adalah hal yang tak kalah penting yakni mempersiapkan peralatan ibadah yang terbaik dan tentu saja ibadah sholat Idul Fitri yang khusyuk.
BACA JUGA: Tata Cara, Doa Dan Bacaan Sholat Idul Fitri
Salah satu kunci ibadah khusyuk adalah memahami tata cara pelaksanaannya. Jika kita memahami tata cara pelaksanaan sholat Idul Fitri dengan baik, maka kemungkinan kita menjalaninya dengan khusyuk terbuka lebar.
Maka dari itu sebelum melaksanakan sholat Idul Fitri penting untuk memahami bacaan sholat Idul Fitri salah satunya adalah bacaan takbir 7x sholat Idul Fitri. Berikut informasinya telah dirangkum merdeka.com melalui NU Online dan berbagai sumber lainnya.
Bacaan Takbir 7X Sholat Idul Fitri
سُبْحَانَ اللهِ وَالحَمْدُ لِلهِ وَلَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ وَلَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إلَّا بِاَللَّهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيمِ
Subhânallâh, walhamdulillâh, walâ ilâha illallâh, wallâhu akbar, wa lâ haula walâ quwwata illâ billâhil ‘aliyyil azhîm.
Artinya : Maha suci Allah, segala puji bagi-Nya, tiada tuhan selain Dia, Allah maha besar, dan tiada daya serta upaya selain berkat pertolongan Allah yang maha tinggi lagi maha agung.
Tata Cara Pelaksanaan Sholat Idul Fitri
1. Membaca Niat
أُصَلِّي سُنَّةً لعِيْدِ اْلفِطْرِ رَكْعَتَيْنِ (مَأْمُوْمًا/إِمَامًا) لِلّٰهِ تَعَــالَى
Artinya: “Aku berniat shalat sunnah Idul Fitri dua rakaat (menjadi makmum/imam) karena Allah ta’ala.”
2. Takbiratul Ihram Sebagaimana Sholat Biasa
Setelah membaca doa iftitah, disunnahkan takbir lagi hingga tujuh kali untuk rakaat pertama. Di sela-sela tiap takbir itu dianjurkan membaca:
اللهُ أَكْبَرُ كَبِيرًا، وَالْحَمْدُ لِلّٰهِ كَثِيرًا، وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَأَصِيلًا
Artinya: “Allah Maha Besar dengan segala kebesaran, segala puji bagi Allah dengan pujian yang banyak, Maha Suci Allah, baik waktu pagi dan petang.”
Atau boleh juga membaca berikut ini:
سُبْحَانَ اللهِ وَالْحَمْدُ لِلّٰهِ وَلاَ إِلٰهَ إِلاَّ اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ
Artinya: “Maha Suci Allah, segala puji bagi Allah, tiada tuhan selain Allah, Allah maha besar.”
3. Selanjutnya, membaca Surah Al-Fatihah. Setelah rukun dianjurkan membaca Surah Al-Alar, kemudian ke ruku, sujud, duduk di antara dua sujud, dan seterusnya hingga berdiri kembali selayaknya sholat seperti biasa.
4. Setelah berdiri kembali, pada rakaat kedua, takbir lagi sebanyak 5 kali dengan dibarengi mengangkat tangan dan melafalkan "Allahu akbar" seperti sebelumnya. Selanjutnya masih seperti sebelumnya lafalkan kembali bacaan sebagaimana dijelaskan pada poin kedua. Baca kembali surah Al-Fatihah, kemudian surah Al-Ghasyiyah dan berlanjut ruku, sujud dan seterusnya hingga salam.
Hukum Membaca Takbir Tambahan
Selanjutnya, hukum takbir tambahan yakni sejumlah lima kali pada pada rakaat kedua atau tujuh kali pada rakaat pertama saat sholat Idul Fitri ini bersifat sunnah, sehingga apabila terjadi kelupaan mengerjakannya, tidak sampai menggugurkan keabsahan shalat Idul Fitri.
Waktu Pelaksanaan Sholat Idul Fitri
Para ahli fiqih sepakat bahwa waktu pelaksanaan sholat hari raya adalah setelah terbitnya matahari seukuran satu atau dua tombak atau kira- kira setelah setengah jam setelah terbit sampai sesaat sebelum tergelincirnya matahari, yaitu sebelum masuk waktu zhuhur. Sama dengan waktu sholat dhuha. Hal ini sesuai dengan sabda Rasulullah SAW yang memiliki arti berikut:
“Dari Yazid bin Humair ar-Rahabi, “Abdullah bin Busr RA, sahabat Rasulullah SAW pernah keluar bersama orang banyak untuk shalat Idul Fitri atau Idul Adha. Beliau tidak membenarkan keterlambatan imam, lalu berkata, ‘sesungguhnya kami biasanya pada saat ini telah selesai. Saat itu adalah waktu Dhuha”
Yang paling utama adalah melaksanakan shalat Idul Adha adalah di awal waktu, agar kaum Muslimin bisa memanfaatkan waktu setelah shalat untuk menyembelih hewan kurban mereka, sedangkan shalat Idul Fitri di sunnahkan untuk sedikit mengakhirkan waktunya, agar orang-orang masih sempat mengeluarkan zakat fitrah.
(mdk/nof)