Alami Gangguan Kesehatan, Perempuan di Banjarmasin Tertidur Selama 13 Hari
Seperti dilansir dari Dream.co.id, Echa (sapaan akrabnya) bisa menghabiskan waktu berjam-jam untuk tidur. Bahkan rekor terlama perempuan tersebut yakni hingga 13 hari. Terkait hal tersebut pihak keluarga pun melakukan sejumlah tindakan untuk mengobatinya, termasuk saat makan dan minum.
Kisah putri tidur selama ini popular dalam film produksi Disney seperti Sleeping Beauty maupun Maleficent : Mistress of Evil. Namun siapa sangka jika kejadian tersebut juga terjadi di dunia nyata, dan dialami langsung oleh seorang perempuan bernama Siti Raisa Miranda.
Gadis 16 tahun asal Banjarmasin, Kalimantan Selatan tersebut diketahui mengalami penyakit langka yang dikenal dengan Klaine Levin atau yang biasa dikenal dengan Sindrom Putri Tidur.
Seperti dilansir dari Dream.co.id, Echa (sapaan akrabnya) bisa menghabiskan waktu berjam-jam untuk tidur. Bahkan rekor terlama perempuan tersebut yakni hingga 13 hari beberapa waktu silam.
"Kalau untuk waktu tidurnya itu tidak menentu, kadang 1 hari, 3 hari, 4 hari, bahkan pernah sampai 13 hari. Setelah itu, ia akan bangun dengan sendirinya,” jelas Mulyadi, yang merupakan Ayah dari Echa, Kamis (08/04).
Kembali Tidur Sejak Awal April
Pada April 2021 ini Echa juga dikabarkan kembali tertidur pulas, terhitung dirinya pertama kali tidur sejak tanggal 1 April lalu hingga saat ini sudah kurang lebih sembilan hari.
Menurut Mulyadi, putrinya itu sudah sempat dilakukan penanganan secara medis, namun saat ini Ia lebih memilih untuk mengobati sang anak secara tradisional.
Diketahui jika pertama kali Echa mengalami pola tidur yang tak wajar sejak tahun 2017 lalu hingga saat ini masih belum menunjukkan tanda tanda kesembuhan.
"Sebelumnya pada bulan Februari juga sempat tertidur selama satu setengah hari,” ujar pria berusia 54 tahun itu.
Sempat Alami Kejang saat Tertidur
Selama tertidur di bulan ini, Echa diketahui sempat mengalami kejang-kejang selama empat hari. Setelah dilakukan pemeriksaan medis di Rumah Sakit Ansari Saleh dirinya tidak mengidap penyakit apapun.
Di rumah sakit, pihak dokter pun tidak banyak melakukan tindakan medis, mengingat di sana tidak ada obat yang dapat membangunkan gadis yang bersekolah di bangku SMP Negeri 15 Banjarmasin itu.
“Saat diperiksa oleh dokter, tidak terdapat hal-hal yang mencurigakan atau tidak ada mengidap penyakit apapun, dan semuanya masih normal saja. Selama perawatan di sana juga tidak ada perkembangannya. Pihak rumah sakit juga tidak memiliki obat untuk membangunkannya," kata pria yang berprofesi sebagai Kepala Sekolah SMP Negeri Mandastana 3 Kabupaten Batola itu.
Cara Keluarga Beri Makan Echa
©2021 Kanal Youtube Akbar Laksana/Merdeka.com
Dengan kondisi yang selalu tertidur, membuat Echa tidak bisa mengkonsumsi makanan sama sekali. Pihak keluarga mengaku sempat khawatir lantaran tidak adanya nutrisi makanan yang masuk di tubuhnya.
Kemudian keluarga pun akhirnya hanya bisa memberikan asupan makanan melalui vitamin dan minuman susu, kendati sembari digotong keluarga karena tidak bangun.
"Ya karena tidak memungkinkan untuk makan nasi, itu juga kita memberi makannya sambil dibopong," tutur Mulyadi.
Tentang Penyakit Sindrom Putri Tidur
Sementara itu terkait penyakit yang dialami Echa, pihak keluarga tidak mengetahui persis jenisnya. Namun sebagaimana Merdeka lansir dari klikdokter, Sindrom Putri Tidur merupakan kondisi neurologis langka yang ditandai dengan terjadinya episode tidur berlebih dan terjadi berulang ulang (durasi tidur sekitar 12 sampai 24 jam per hari).
Biasanya penderita akan mengalami sejumlah gangguan kognitif serta perilaku pada saat terjaga, seperti disorientasi, kebingungan, halusinasi, iritabilitas, mengantuk berlebih, serta bersikap apatis.
Umumnya para penderita juga mengalami kesulitan dalam merawat diri serta melakukan aktivitas sehari-hari seperti sekolah, bekerja maupun kuliah.