LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. JABAR

Ahli Vulkanologi ITB Ungkap Penyebab Erupsi Semeru, Hujan Jadi Pemicu Letusan

Menurut ahli Vulkanologi Institut Teknologi Bandung (ITB), Dr.Eng. Mirzam Abdurrachman, S.T., M.T., curah hujan dengan intensitas besar akan memengaruhi keseimbangan posisi abu vulkanik yang berada di bagian puncak gunung. Hal itu yang kemudian menimbulkan aktivitas di dapur magma hingga terjadi erupsi.

2021-12-06 16:17:00
Jabar
Advertisement

Ahli Vulkanologi Institut Teknologi Bandung (ITB), Dr.Eng. Mirzam Abdurrachman, S.T., M.T., mengatakan bahwa pemicu erupsi dari Gunung Semeru di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Kabupaten Malang, Jawa Timur berasal dari tingginya curah hujan di lokasi.

Menurut dia, curah hujan dengan intensitas besar akan memengaruhi keseimbangan posisi abu vulkanik yang berada di bagian puncak gunung. Hal itu yang kemudian menimbulkan aktivitas di dapur magma hingga terjadi erupsi.

“Faktor di atas dapur magma ini sepertinya yang terjadi di Semeru, jadi ketika curah hujannya cukup tinggi, abu vulkanik yang menahan di puncaknya terkikis oleh air, sehingga gunung api kehilangan beban,” kata Mirzam, Minggu (5/12).

Advertisement

Berikut ulasan lebih lengkapnya, yang telah dilansir dari itb.ac.id.

Material Abu Vulkanik di Tudung Gunung Terkikis

Advertisement

©2021 itb.ac.id /Merdeka.com

Terkait proses terjadinya erupsi menurut dia, kondisi demikian membuat material abu vulkanik di bagian tudung gunung mengalami pengikisan. Hal itu yang kemudian membuat beban yang menutup Semeru menjadi hilang hingga terjadi dorongan ke atas (erupsi).

Selain itu, proses letusan yang terjadi pada Sabtu (4/12) pukul 14.50 WIB siang itu juga merupakan hasil akumulasi dari letusan-letusan yang sudah terjadi sebelumnya.

“Terkikisnya material abu vulkanik yang berada di tudung gunung tersebut membuat beban yang menutup Semeru hilang sehingga membuat gunung mengalami erupsi, walaupun isi dapur magmanya sedikit yang bisa dilihat dari aktivitas kegempaan yang sedikit,” tambahnya.

Arah Letusan Bisa Diprediksi

Berdasarkan analisisnya, gunung api bertipe A tersebut memiliki interval letusan jangka pendek yakni sekitar 1 sampai 2 tahun. Berdasarkan catatan terakhirnya, gunung tersebut juga mengalami letusan di tahun 2020 pada bulan Desember.

Namun, arah letusan gunung Semeru menurutnya bisa diprediksi dan mengarah ke wilayah Tenggara. Hal ini karena mengacu pada peta Geologi Semeru bahwa bidang tempat lahirnya gunung ini tidak horizontal tetapi miring ke arah Selatan.

“Kalau kita mengacu pada letusan 2020, arah abu vulkaniknya itu cenderung ke arah tenggara dan selatan karena anginnya berhembus ke arah tersebut begitu juga dengan aliran laharnya karena semua sungai yang berhulu ke puncak Semeru semua mengalir ke arah Selatan dan Tenggara,” ujarnya.

Penyebab Letusan Besar

Mirzam menambahkan, pada letusan Sabtu (4/12) lalu letusan yang ditimbulkan dari Semeru cukup besar. Hal itu ditandai dengan pekatnya abu vulkanik yang terhempas ke atas saat terjadi erupsi.

Hal ini dikarenakan banyaknya abu vulkaniknya yang menumpuk di sekitar area puncak, hasil akumulasi letusan sebelumnya. ini yang menjadi cikal bakal melimpahnya material lahar letusan 4 Desember 2021 lalu.

Adapun letusan sebuah gunung akan menimbulkan dua bahaya, yakni primer dan sekunder. Bahaya primer dari letusan ialah aliran lava, wedus gembel, dan abu vulkanik. Sementara bahaya sekunder salah satunya terjadinya banjir bandang atau pun lahar.

(mdk/nrd)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.