7 Penyebab Stroke Ringan di Usia Muda yang Perlu Diwaspadai
Semakin muda usia seseorang yang mengalami stroke, maka ada kemungkinan sebelumnya penderita memiliki pola hidup yang buruk seperti banyak konsumsi makanan cepat saji dan jarang tidak pernah berolahraga.
Penyakit stroke dapat menyerang siapa pun baik tua maupun muda. Sering kali penyakit ini muncul tanpa disadari yang kerap disebut sebagai silent stroke yakni penyakit stroke yang muncul secara mendadak.
Semakin muda usia seseorang yang mengalami stroke, maka ada kemungkinan sebelumnya penderita memiliki pola hidup yang buruk seperti banyak konsumsi makanan cepat saji dan jarang tidak pernah berolahraga.
Walaupun begitu bagi kamu yang sudah menerapkan pola hidup sehat, bukan berarti akan terhindar sepenuhnya dari risiko mengalami stroke. Sebab bisa dibilang stroke adalah penyakit rumit yang dipengaruhi beberapa faktor seperti tekanan darah tinggi dan kadar kolesterol.
Berikut 7 penyebab stroke ringan di usia muda yang perlu diwaspadai yang telah dirangkum merdeka.com melalui berbagai sumber.
1. Stres
2018 Merdeka.com/Pixabay
Stroke juga bisa disebabkan karena stres yang berlebihan. Mengingat tingginya tuntutan hidup yang semakin besar kerap membuat seseorang di usia muda sekalipun bisa mengalami stress berat.
Semakin tinggi tingkat stres yang dialami seseorang maka akan semakin tinggi pula risiko penyakit jantung dan stroke yang dihadapinya.
Amigdala yang bagian pada otak bertanggung jawab untuk menanggulangi stres. Amigdala sendiri merupakan kelompok saraf yang mengatur emosi, rasa takut, kecemasan, kesenangan, dan stres, maka hal ini akan memicu aktivitas ekstra pada sumsum tulang belakang, lalu menyebabkan peradangan di arteri.
Alasan ini lah yang memungkinkan terjadinya penyakit jantung dan stroke menjadi lebih meningkat.
2. Kurangnya Asupan Serat
Berbicara mengenai asupan serat tidak selalu hanya berkaitan dengan kesehatan sistem pencernaan. Tubuh yang kekurangan serat juga berisiko mengalami masalah kesehatan lainnya. Hal ini tak lain dikarenakan serat memiliki kemampuan untuk mengikat lemak dari makanan yang dikonsumsi sehari-hari yang ekmudian dicerna secara sempurna.
Tubuh yang cenderung kekurangan serat akan turut membuat kadar gula darah menjadi tidak stabil, sehingga bisa memicu munculnya penyakit diabetes. Bahkan tubuh yang kekurangan serat juga bisa meningkatkan risiko kolesterol tinggi. Pada akhirnya risiko-risiko tersebut dapat mengakibatkan stroke.
3. Malas Olahraga dan Berat Badan Berlebih
2018 Merdeka.com/Pixabay
Penyebab stroke di usia muda selanjutnya adalah karena kita malas olahraga dan memiliki berat badan berlebih. Padahal berolahraga dan mempertahankan berat badan ideal merupakan bagian dari prinsip gizi seimbang yang membuat kita terhindar dari berbagai macam risiko terkena penyakit termasuk stroke.
Melakukan aktivitas olahraga diyakini dapat meningkatkan kadar kolesterol baik (HDL) dan menurunkan kadar kolesterol jahat (LDL), memperbaiki aliran darah, dan mengurangi kadar lemak di dalam tubuh.
4. Kebiasaan Merokok
Jangan salah ternyata memiliki kebiasaan merokok kerap mengubah kecepatan aliran darah. Perubahan secara terus menerus dapat mengakibatkan lapisan pembuluh darah otak memicu penyakit serebrovaskular, yang kerap terjadi pada penderita stroke.
5. Anemia Sel Sabit
Shutterstock.com
Anemia sel sabit merupakan jenis anemia yang diakibatkan oleh kelainan genetik yang ditandai dengan bentuk sel-sel darah abnormal seperti bulan sabit sehingga hal itu dapat menyebabkan pembuluh darah kekurangan pasokan darah sehat dan oksigen untuk disebarkan ke seluruh tubuh.
Jika kondisi ini terjadi di otak maka tidak menutup kemungkinan seseorang berisiko lebih besar untuk mengalami stroke di usia muda.
6. Kelainan Irama Jantung
Penyebab stroke di usia muda lainnya adalah kelainan irama jantung yang masih sering diabaikan. Kondisi ini disebabkan oleh adanya gangguan mikro dan struktur jantung yang bisa merupakan akibat dari serangan jantung sebelumnya.
Di usia muda, kelainan mikrostruktur diakibatkan oleh dampak dari kelainan otot jantung dan kelainan katup dinding jantung. Keluhan utama dari kelainan irama jantung adalah berdebar-debar.
Aliran listrik jantung yang tidak normal ini bisa menyebabkan kontraksi-relaksasi jantung yang tidak sinkron. Hal ini mengakibatkan timbulnya bekuan darah yang dapat menyumbat pembuluh darah otak.
7. Kolesterol Tinggi
2017 istock.com
Tingginya kolesterol jahat dalam darah dipercaya dapat menyebabkan penumpukan plak di pembuluh darah otak. Saat plak menutup pembuluh darah, maka akan terjadi sumbatan atau penyempitan pembuluh darah yang disebut aterosklerosis.
Jika kondisi demikian dibiarkan, maka suplai oksigen dan nutrisi ke otak akan terganggu dan dapat menyebabkan meningkatkan risiko mengalami stroke.