7 Minuman Tradisional Indonesia, Bercita Rasa Khas dan Menyehatkan Tubuh
Selain kaya akan keragaman bahasa dan budaya, daerah-daerah di Indonesia juga memiliki minuman yang bisa menjadi ciri khas karena rasanya yang unik. Ciri utama minuman khas daerah adalah bahan-bahan yang digunakan lebih banyak rempah-rempah.
Selain kaya akan keragaman bahasa dan budaya, daerah-daerah di Indonesia juga memiliki minuman yang bisa menjadi ciri khas karena rasanya yang unik. Ciri utama minuman khas daerah adalah bahan-bahan yang digunakan lebih banyak rempah-rempah.
Karena terbuat dari rempah-rempah alhasil minuman tersebut bisa menjadi pilihan untuk menghangatkan tubuh di musim hujan. Selain rasanya yang unik-unik, nama-nama dari minuman khas daerah juga mengundang penasaran terutama bagi warga asing yang tidak tinggal di Indonesia.
Warisan nenek moyang yang perlu dilestarikan bukan hanya budaya, melainkan juga kulinernya. Di tengah maraknya minuman kekinian minuman khas daerah tidak pernah ditinggalkan oleh peminatnya. Selain rasanya yang khas minuman tradisional khas daerah juga memiliki beragam manfaat yang baik untuk memelihara kesehatan tubuh.
Kalau merasa kondisi badan sedang kurang sehat minuman-minuman berbahan dasar jahe memang paling cocok untuk dijadikan teman sekaligus obat untuk badan yang sudah mulai pegal-pegal. Di bawah ini ada 7 minuman tradisional Indonesia yang bercita rasa khas dan menyehatkan tubuh.
1. Sekoteng
Hampir semua penduduk Jawa Tengah mengenal sekoteng, minuman tradisional berbahan dasar jahe ini sudah pasti dapat menghangatkan tubuh apalagi dimusim hujan, sangat cocok menjadi salah satu alternatif untuk menghangatkan tubuh.Bahan lain yang biasanya dicampur ke dalam sekoteng adalah kacang hijau, kacang tanah, pacar cina, dan juga potongan roti tawar.
2012 Merdeka.com
Selain menghangatkan tubuh sekoteng juga kaya akan manfaat seperti mengurangi pusing, mengurangi nyeri menstruasi, mencegah morning sickness, mengurangi mual dan muntah setelah operasi, mencegah osteoporosis, dan menurunkan kolesterol.
2. Wedang Ronde
2018 Merdeka.com
Selain wedang uwuh, wedang ronde juga tidak kalah populer di Yogyakarta. Komposisi wedang ini terdiri dari adonan tepung ketan berisi kacang tanah tumbuk yang manis disiram dengan kuah gula jahe. Selain rasa manis yang menghangatkan ketika disantap, wedang ronde juga menyehatkan tubuh.
Sebutan wedang ronde berasal dari bahasa Jawa yakni wedang berarti minuman dan ronde berarti adonan bulat yang biasa dibuat dari tepung ketan, walaupun dalam perkembangannya ronde tidak selalu dibuat dari tepung ketan, karena da juga yang membuatnya dengan tepung beras.
3. Bir Pletok
2014 Asianinspirations.com.au
Bir pletok merupakan minuman tradisional khas Betawi yang berbeda dari bir pada umumnya. Bir yang satu ini tidak memabukkan sama sekali karena bir ini terbuat dari rempah-rempah seperti jahe dan sere.
Ada pula campuran daun pandan yang menambah cita rasa minuman jadi lebih wangi. Tambahan kayu secang akan membuat bir pletok berwarna merah. Sselain itu ada juga tambahan kayu manis, kapulaga dan pala.
Menurut masyarakat Betawi asal usul bir pletok erat kaitannya dengan kebiasaan orang Belanda yang suka minum beer, masyarakat pribumi pun tidak mau kalah mereka kemudian membuat minuman beer dengan versi sendiri yang memiliki fungsi yang sama yaitu menghangatkan.
4. Bajigur
2014 Merdeka.com/Pleisbilongtumi
Bajigur merupakan minuman yang berasal dari tanah Pasundan. Minuman tradisional ini terbuat dari gula aren, kopi dan santan. Minuman ini biasanya dijajakan di gerobak kaki lima. Selain menjual bajigur biasanya ada pula bandrek, kacang, singkong, ubi dan juga pisang yang semuanya direbus serta jajanan ringan lainnya.
Dari segi rasa bajigur memiliki rasa manis dan gurih dikarenakan bahan utamanya adalah gula merah dan santan. Selain dapat menghangatkan tubuh, minum bajigur juga dipercaya dapat meningkatkan nafsu makan. Seiring dengan perkembangan zaman, bajigur
5. Wedang Uwuh
2014 Merdeka.com/jogja.kotamini.com
Wedang uwuh merupakan minuman tradisional Yogyakarta, wedang sendiri diambil dari bahasa Jawa yang berarti minuman dan uwuh berarti sampah yang berasal dari dedaunan. Minuman ini disebut uwuh karena saking banyaknya rempah-rempah yang dipakai seperti jahe, kayu secang, cengkeh, kayu manis, pala/daun pala, akar sere dan kapulaga.
Perpaduan antara manis, pedas dari jahe serta aroma yang khas dengan warna merah cerah membuat minuman ini memiliki keunikan tersendiri. Cocok sekali untuk menghangatkan tubuh di musim hujan begini.
6. Mina Sarua
Mina sarua merupakan minuman tradisional khas Bima, Nusa Tenggara Barat. Terbuat dari berbagai macam campuran bahan seperti rempah, tape ketan, dan ampas ketan yang baisad disebut galendo. Rempah yang kerap digunakan untuk membuat Mina Sarua adalah jahe, kunyit, cabai jawa, merica, gula merah dan kayu manis.
Mengonsumsi Mina Sarua dapat bermanfaat bagi kesehatan tubuh seperti meningkatkan kebugaran tubuh, mengurangi rasa pegal, mengobati masuk angin, mengobati maag, dan menambah nafsu makan.
7. Sarabba
Sarabba merupakan minuman tradisional khas Makassar yang terbuat dari jahe, kuning telur, gula aren, dan merica bubuk. Sarabba berkhasiat untuk memulihkan stamina, mengusir flu, menghangatkan badan dan mengeluarkan angin. Di Sulawesi ternyata minuman ini kerap dijadikan teman makan gorengan, terutama pisang goreng.