LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. JABAR

6 Penyebab Trombositosis yang Perlu Diketahui, Kondisi Meningkatnya Jumlah Trombosit

Jumlah trombosit yang berada di atas kisaran normal, yaitu sekitar lebih dari 450.000 sel per mikroliter, sudah dianggap tinggi. Jumlah trombosit yang tinggi ini dikenal sebagai trombositosis.

2022-07-13 16:34:00
Jabar
Advertisement

Trombosit adalah sel dalam darah yang menggumpal yang berguna untuk menghentikan pendarahan. Jumlah trombosit yang berada di atas kisaran normal, yaitu sekitar lebih dari 450.000 sel per mikroliter, sudah dianggap tinggi. Jumlah trombosit yang tinggi ini dikenal sebagai trombositosis.

Ada banyak penyebab trombositosis, sebagian besar bersifat akut dan tidak perlu dikhawatirkan. Namun, jumlah trombosit yang tinggi bisa menjadi serius jika kondisi tersebut merupakan tanda dari suatu penyakit atau kondisi kesehatan lainnya, seperti kanker atau penyakit radang usus (IBD).

Ketika penyebab trombositosis adalah karena kondisi atau penyakit lain, maka kondisi tersebut dikenal sebagai trombositemia sekunder. Dan dalam kasus yang jarang terjadi, ketika penyebab trombositosis tidak diketahui atau tidak jelas, maka kelainan ini disebut sebagai trombositemia primer atau trombositemia esensial, yang merupakan penyakit darah dan sumsum tulang.

Advertisement

Dalam artikel kali ini, kami akan menyampaikan beberapa penyebab trombositosis yang dikutip dari verywellhealth.

Infeksi

Infeksi adalah penyebab trombositosis yang paling umum pada anak-anak dan orang dewasa. Peningkatan trombosit ini bisa menjadi ekstrem, dengan jumlah trombosit lebih dari 1 juta sel per mikroliter.

Advertisement

Dalam sebuah penelitian, jenis bakteri yang paling sering menyebabkan trombosit tinggi adalah Methicillin-resistant Staphylococcus aureus (MRSA), Clostridium difficile, spesies Enterococcus, spesies Pseudomonas, dan Escherichia coli.

Jumlah trombosit biasanya akan kembali normal setelah infeksi sembuh, meski dalam prosesnya mungkin memakan waktu beberapa minggu. Pada beberapa pasien, trombositosis bisa menjadi kondisi yang muncul karena efek dari trombositopenia (trombosit rendah) selama infeksi awal.

Gangguan Mieloproliferatif

Gangguan mieloproliferatif kronis (kondisi di mana sumsum tulang membuat terlalu banyak sel darah) dapat menjadi penyebab trombositosis. Kondisi ini termasuk polisitemia vera, trombositemia esensial, dan mielofibrosis primer. Pada trombositemia esensial, misalnya, sumsum tulang membuat terlalu banyak megakariosit, sel-sel yang membuat trombosit, yang mengakibatkan trombositosis.

Dengan kondisi tersebut, jumlah trombosit yang tinggi menyebabkan darah menjadi kental dan mengalir lebih lambat, sehingga mengakibatkan pembekuan darah. Pengobatan ditujukan untuk mengurangi jumlah trombosit guna mengurangi risiko ini.

Anemia Defisiensi Besi

Kondisi hemoglobin yang rendah dan jumlah sel darah merah kecil juga bisa menyebabkan peningkatan jumlah trombosit. Anak-anak dan wanita yang sedang hamil lebih rentan mengalami anemia, meski kondisi ini dapat mempengaruhi orang-orang dari segala usia.

Diet dan beberapa kondisi yang mendasarinya (seperti luka, yang dapat menyebabkan kehilangan darah) dapat meningkatkan risiko Anda terkena anemia. Para ahli tidak tahu persis apa yang menjadi penyebab trombositosis jenis ini. Secara umum, kondisi ini dapat ditoleransi dengan baik dan sembuh dengan pengobatan suplementasi zat besi yang tepat.

Masalah pada Limpa

Sekitar sepertiga dari trombosit di tubuh Anda disimpan dalam limpa, yaitu penyaring darah tubuh. Jika limpa Anda tidak berfungsi dengan baik, misal karena kondisi seperti penyakit sel sabit atau cedera, atau jika Anda mengangkatnya melalui pembedahan (splenektomi), jumlah trombosit Anda bisa naik. Trombositosis ini biasanya berupa kondisi yang ringan hingga sedang dan dapat ditoleransi dengan baik.

Peradangan

Kondisi dengan peradangan, seperti gangguan reumatologi, penyakit radang usus, vaskulitis, dan beberapa kondisi autoimun (seperti vaskulitis), juga dapat menjadi penyebab trombositosis.

Jumlah trombosit yang meningkat terjadi sebagai respons terhadap sitokin (protein "pembawa pesan" kecil yang dilepaskan dari sel yang memberi sinyal pada sel lain untuk melakukan sesuatu). Secara khusus, sitokin interleukin-6 dan trombopoietin dapat merangsang produksi trombosit.

Kanker

Jumlah trombosit yang tinggi dapat menjadi efek sekunder dari beberapa kanker. Kondisi ini dikenal sebagai trombositosis paraneoplastik. Kondisi ini lebih sering terjadi pada tumor padat seperti kanker paru-paru, karsinoma hepatoseluler (hati), kanker ovarium, dan kanker kolorektal. Peningkatan jumlah trombosit juga dapat dilihat pada leukemia myelogenous kronis (CML).

(mdk/ank)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.