LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. JABAR

6 Penyebab Dada Sakit yang Wajib Diketahui, Perhatikan Gejala dan Cara Mengobatinya

Nyeri dada kerap identik dengan serangan jantung, padahal bisa saja keluhan tersebut timbul karena kondisi lain. Tentu saja nyeri dada bukan suatu kondisi yang bisa diabaikan karena bisa disebabkan oleh banyak faktor.

2020-08-05 11:45:00
Nyeri Dada
Advertisement

Nyeri dada kerap identik dengan serangan jantung, padahal bisa saja keluhan tersebut timbul karena kondisi lain. Tentu saja nyeri dada bukan suatu kondisi yang bisa diabaikan karena bisa disebabkan oleh banyak faktor. Bisa disebabkan karena masalah di paru-paru, kerongkongan, otot, tulang rusuk atau masalah saraf.

Beberapa kondisi tersebut bahkan dapat membahayakan nyawa. Satu-satunya cara yang bisa dilakukan untuk mengetahui apakah nyeri dada yang kamu rasakan berbahaya atau tidak dengan memeriksakannya ke dokter. Selain itu, kamu juga bisa mendapatkan penanganan yang tepat dan aman.

Selain memeriksakannya ke dokter, kamu juga perlu memperhatikan asupan makanan, waktu istirahat dan olahraga. Pikirkan baik-baik untuk segera menjalankan gaya hidup sehat agar terhindar dari risiko terkena berbagai penyakit.

Advertisement

Sebelum memeriksakan keluhanmu mengenai nyeri dada, ada baiknya terlebih dahulu kamu mengetahui informasi mengenai penyebab dada sakit dari gejala hingga cara mengobatinya. Berikut ini informasinya telah dirangkum merdeka.com melalui liputan6.com, webmd.com, dan alodokter.com pada Rabu, (5/8/2020).

Penyebab Dada Sakit

1. Masalah Jantung

Advertisement

Meskipun bukan satu-satunya penyebab, namun penyebab sakit dada kerap identik dengan penyakit jantung. Penyumbatan pada pembuluh darah jantung dapat mengurangi aliran darah dan oksigen ke otot jantung itu sendiri.

Hal ini kemudian dapat menjadi salah satu sebab angina atau nyeri dada yang merupakan gejala penyakit jantung. Meskipun tidak menyebabkan kerusakan permanen pada jantung, namun kondisi ini bisa jadi tanda bahwa kamu berisiko mengalami serangan jantung di masa depan. Nyeri dada karena penyakit jantung sering kali menyebar ke lengan, bahu, rahang, atau punggung.

Angina atau nyeri dada dapat dipicu karena olahraga yang ekstrem, kegembiraan yang berlebihan atau tekanan emosional. Kamu bisa mengurangi nyeri dada dengan istirahat yang cukup dan mengonsumsi makanan sehat seperti buah dan sayur.

2. Heartburn

Heartburn merupakan kondisi ketika seseorang merasakan panas di dada seperti terbakar akibat naiknya asam lambung ke kerongkongan. Diduga stres dan merokok menyebabkan heartburn.

Jika dalam seminggu merasakan nyeri dada seperti ini hingga dua kali, ada baiknya untuk memeriksakan diri ke dokter. Jika dibiarkan GERD bisa memicu asma, lalu kerongkongan Barrett yang bisa meningkatkan risiko terkena kanker.

3. Masalah Paru-Paru

Kemungkinan penyebab dada sakit berikutnya adalah masalah paru-paru. Salah satu masalah paru-paru yang kerap terjadi adalah paru-paru basa yang mana kondisi tersebut terjadi karena adanya penumpukan cairan di antara paru-paru dan dinding dada.

Kamu bisa merasakan sakit yang sangat tajam saat bernapas, batuk atau bersin. Penyebab paling umum dari nyeri dada karena masalah paru-paru adalah infeksi bakteri atau virus, emboli paru dan pneumotoraks. Sedangkan penyebab kurang umum lainnya adalah rheumatoid arthritis, lupus dan kanker.

4. Ketegangan Otot

"Ada pasien saya yang mengalami nyeri dada, dia khawatir terkena serangan jantung," kata dokter spesialis jantung Cleveland Clinic, Christine Jellis.

"Setelah mencari tahu riwayatnya, rupanya dia baru pindah rumah dan sebelumnya belum pernah angkat-angkat beban berat. Namun, dia tepat, untuk memeriksakannya," kata Jellis lagi.

Ya, bila pasien ragu nyeri dada itu karena serangan jantung atau otot dada tertarik memang sebaiknya segera ke dokter. Namun ada salah satu cara untuk mengetahuinya. Bila kamu dapat menekan tembok dengan kedua tangan lalu rasa sakit di dada bertambah, itu seperti ada masalah ketegangan otot.

5. Perikarditis

Jika dalam beberapa hari terakhir kamu sakit karena infeksi, lalu tiba-tiba terbangun dengan rasa sakit menusuk dada, mungkin terkena perikarditis. Perikarditis merupakan pembengkakan dan iritasi pada membran seperti kantung tipis yang membungkus jantung (pericardium) seperti disampaikan dokter jantung University of Texas Health Science Center, Salman Arain.

Meski tidak berbahaya, kata Arain, tapi kondisi ini bisa memengaruhi kualitas hidup. Dokter akan mendiagnosis kondisi ini setelah melakukan pemeriksaan CT-scan, EKG, atau rontgen dada.

6. Pankreatitis

Ketika nyeri dada itu bukan tanda serangan jantung, bukan berarti tidak serius. Salah satunya, pankreatitis akut. Ini adalah suatu peradangan di pankreas (letaknya di dekat perut).

"Nyeri perut yang intens bisa terasa sampai ke dada," kata dokter Arain.

Gejala Nyeri Dada

Gejala nyeri dada yang dialami setiap orang bisa berbeda-beda. Hal ini sedikit banyak ditentukan oleh penyebab yang mendasarinya. Beberapa gejala nyeri dada yang kerap dikeluhkan banyak orang adalah sebagai berikut:

  • Nyeri dada terasa di sebelah kanan, kiri, tengah, atau seluruh bagian dada.
  • Nyeri hilang timbul yang berlangsung beberapa menit, atau nyeri yang berlangsung lama dalam hitungan jam hingga terus menerus.
  • Nyeri yang terasa seperti tertusuk, terbakar, atau seperti ditekan.
  • Nyeri dada yang memburuk bila beraktivitas.
  • Nyeri dada yang membaik atau memburuk ketika posisi tubuh berubah.
  • Nyeri yang semakin meningkat saat menarik napas atau batuk.
  • Nyeri yang menjalar ke bagian tubuh lain.

Cara Mengobati Nyeri Dada

Cara Mengobati Nyeri Dada Secara Medis 

Pengobatan nyeri dada tergantung kepada penyebab yang mendasarinya. Beberapa jenis obat yang dipakai untuk mengatasi nyeri dada adalah:

  • Obat untuk melebarkan pembuluh darah jantung, seperti nitrogliserin.
  • Obat yang mengurangi produksi asam lambung, misalnya penghambat pompa proton.
  • Obat pengencer darah, seperti aspirin atau heparin.
  • Obat penghancur gumpalan darah, misalnya streptokinase.
  • Obat antidepresan, seperti fluoxetine.
  • Obat nyeri dada karena batuk, misalnya obat pereda batuk atau obat antituberkulosis.

Cara Mengobati Nyeri Dada Secara Alternatif

1. Madu

Madu berfungsi sebagai obat yang ideal untuk memberikan bantuan dari nyeri dada. Juga membantu proses penyembuhan serta melarutkan lendir. Ambil satu sendok makan madu, dicampur dengan bawah putih atau jahe.

2. Air Panas

Minum air panas secara berkala dapat membantu nyeri. Juga meningkatkan asupan air hingga bisa melarutkan lendir yang berbahaya.

3. Sop

Semangkuk sup ayam dapat memberikan keajaiban untuk mengobati masalah nyeri dada. Juga bisa mengurangi peradangan, serta mengusir dahak.

4. Susu dengan Kunyit

Sifat antibakteri dan anti-inflamasi pada kunyit akan aktif jika disatukan dengan susu. Kedua bahan ini juga bisa menenangkan ketidaknyamanan serta mencegah infeksi dari penyebaran lebih lanjut. Tambahkan satu sendok teh kunyit bubuk ke dalam segelas susu hangat. Konsumsilah pada siang hari, untuk menghilangkan ketidaknyamanan yang ditimbulkan akibat nyeri dada.

(mdk/nof)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.