LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. JABAR

6 Kata-Kata Bijak Tan Malaka untuk Generasi Muda

Tan Malaka bisa dibilang merupakan sosok yang “misterius” dalam sejarah Indonesia. Namanya sering disebut-sebut sebagai Che Guevara dari Asia karena pemikiran-pemikirannya yang revolusioner. Pemikirannya kerap dianggap berbahaya oleh pemerintah kolonial hingga membuat ia menjadi buronan.

2020-02-20 13:00:00
Tan Malaka
Advertisement

Tan Malaka bisa dibilang merupakan sosok yang “misterius” dalam sejarah Indonesia. Namanya sering disebut-sebut sebagai Che Guevara dari Asia karena pemikiran-pemikirannya yang revolusioner. Pemikirannya kerap dianggap berbahaya oleh pemerintah kolonial hingga membuat ia menjadi buronan.

Ketika menjadi buronan Tan Malaka sering berganti-ganti nama dan tempat tinggal. Nama samaran yang sempat ia gunakan adalah Ilyas Husein ketika di Indonesia, Alisio Rivera ketika di Filipina, Hasan Gozali ketika di Singapura, Ossorio di Shanghai, dan Ong Soong Lee di Hongkong.

Selama masa pelariannya di luar negeri, Tan Malaka telah banyak menuangkan pemikirannya dalam tulisan-tulisan yang ia beri judul “naar de Republiek Indonesia” ( menuju Republik Indonesia) pada tahun 1952. Alhasil Tan Malaka merupakan tokoh pertama yang menggagas secara tertulis konsep tentang Indonesia sebagai negara republik.

Advertisement

Selain naar de Republiek Indonesia, Tan Malaka juga menulis karya-karya lainnya sebanyak 25 karya yaitu Parlemen atau Soviet (1920), SI Semarang dan Onderwijs (1921), Dasar Pendidikan (1921), Indonezija Ejo Mesto Na Proboezjdajoestsjemja Voetoke/Indonesia dam Tempat Timur yang Sedang Bangkit (1924), Semangat Muda (1925), Masa Aksi (1926), Manifestasi Bangkok (1927), PARI dan International (1927), MADILOG (1943), Asia Bergabung (1943), Manifesto Jakarta (1945), Politik (1945), Rencana Ekonomi Berjuang (1945), Muslihat (1945), Thesis (1946), Pidato Purwokerto (1946), Pidato Solo (1946), Pidato Kediri (1948), Gerpolek (1948), Proklamasi (17-8-45), Isi dan Pelaksanaannya (1948) dan Dari Penjara ke Penjara (1948).

Melalui tulisan-tulisannya, ia banyak menginspirasi bukan saja bagi aktivis tapi juga banyak pemuda di Indonesia. Jarang sekali orang seperti Tan Malaka sosok ya rela tidak hidup seperti orang pada umumnya demi memperjuangkan kebebasan sangat patut untuk diapresiasi. Beberapa kutipannya yang masih relevan bagi anak muda saat ini telah merdeka.com rangkum melalui berbagai sumber.

Advertisement

1. "Idealisme adalah kemewahan terakhir yang hanya dimiliki oleh pemuda"

Bagi Tan Malaka idealisme merupakan sesuatu yang harus dimiliki oleh setiap pemuda. Dengan idealisme seseorang tidak akan mudah goyah atau tidak akan mudah berkompromi dengan orang-orang yang merugikan kehidupan bangsa.

2. "Bila kaum muda yang telah belajar di sekolah dan menganggap dirinya terlalu tinggi dan pintar untuk melebur dengan masyarakat yang bekerja dengan cangkul dan hanya memiliki cita-cita yang sederhana, maka lebih baik pendidikan itu tidak diberikan"

Pendidikan tidak seharusnya membuat seseorang berbesar kepala dan merendahkan orang lain. Justru seharusnya pendidikan mampu membuat orang berpikir lebih bijak. Tinggi rendahnya seseorang seharusnya tidak dipandang dari pendidikan melainkan sikapnya.

Tan Malaka lebih keras mengingatkan bahwa pendidikan tidak perlu diberikan bila kaum muda yang belajar justru merasa dirinya terlalu tinggi bahkan untuk berbaur dan melebur bersama masyarakat. Hal semacam ini sering kali terjadi dan seharusnya kita lebih belajar kembali menyelami tujuan dari pendidikan itu sendiri yaitu untuk mencerdaskan. Orang yang cerdas seharusnya tidak berprilaku merendahkan orang lain.

3. "Belajarlah dari barat tapi jangan jadi peniru barat, melainkan jadilah murid dari timur yang cerdas"

Segala sesuatu yang berasal dari barat seolah-olah selalu lebih baik yang akhirnya membuat semua orang menjadikannya contoh bahkan terkesan meniru setiap hal apa pun dari barat. Dari mulai makanan, bahasa, gaya busana, tata kota dan banyak hal lainnya.

Dalam kutipan di atas jelas sekali Tan Malaka ingin mengajak agar bangsanya tidak meniru barat. Boleh saja belajar dari barat namun tetap harus memiliki jati diri yang kuat sehingga tetap bisa tampil sebagai orang timur yang cerdas.

4. "Terbentur, terbentur, terbentur, terbentuk"

Ketika sedang berada dalam fase kehidupan yang sulit, seseorang harus ingat bahwa masalah-masalah yang ada yang sedang dihadapi suatu hari nanti justru akan membuat dirinya menjadi lebih baik. Masalah seperti kegagalan yang bertubi-tubi tidak pernah hanya kita sendiri yang merasakan, semua orang juga pernah mengalaminya termasuk Tan Malaka.

Banyak hal sulit dalam hidupnya yang bahkan belum tentu sanggup dilalui oleh orang kebanyakan. Tan Malaka bisa dibilang sosok yang tidak bisa berkompromi dengan siapapun jika itu berkaitan dengan penindasan dan ketidakadilan. Nyatanya bagi Tan Malaka proses terbentur lah yang justru membuatnya terbentuk menjadi seorang yang kita kenal begitu revolusioner.

5. "Tujuan pendidikan itu untuk mempertajam kecerdasan, memperkukuh kemauan, serta memperhalus perasaan"

Salah satu hal penting yang dilihat dari sebuah bangsa adalah pendidikan. Semakin bagus kualitas pendidikan bangsa semakin bagus pula kualitas negaranya. Penerapan pendidikan di suatu negara pasti memiliki tujuan salah satunya untuk mencerdaskan kehidupan bangsa.

Tambahan lain disampaikan oleh Tan Malaka bahwasanya tujuan pendidikan bukan hanya mempertajam kecerdasan atau sekedar memperkukuh kemauan belaka, tetapi juga memperhalus perasaan. Dalam artian ketika kita menempuh pendidikan setinggi apa pun itu tidak akan membuat kita merendahkan orang lain.

6. "Selama toko buku ada, selama itu pustaka bisa dibentuk kembali. Kalau perlu dan memang perlu, pakaian dan makanan dikurangi"

Pengetahuan menjadi kebutuhan semua orang, pengetahuan tidak serta merta bisa kita peroleh tanpa adanya proses mencari. Salah satu proses mencari pengetahuan adalah dengan membaca buku. Dengan membaca setiap orang memiliki kesempatan untuk mengembangkan pemikirannya.
Bercermin dari kata-kata di atas dunia literasi adalah dunia yang amat sangat penting untuk Tan Malaka, seharusnya hal demikian juga penting untuk kita. Literasi yang memadai akan mendukung perkembangan pengetahuan.

(mdk/nof)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.