5 Tanda Ibu Alami Depresi Setelah Melahirkan, Berikut Cara Mengatasinya
Depresi setelah melahirkan atau dikenal dengan istilah post-partum depression dapat terjadi pada sebagian wanita karena wanita cenderung mudah terkena depresi. Terlebih setelah melahirkan anak pertama karena mengalami sesuatu yang belum pernah dialami sebelumnya.
Depresi setelah melahirkan atau dikenal dengan istilah post-partum depression dapat terjadi pada sebagian wanita karena wanita cenderung mudah terkena depresi. Terlebih setelah melahirkan anak pertama karena mengalami sesuatu yang belum pernah dialami sebelumnya.
Depresi pasca melahirkan itu sendiri sebenarnya mengandung pengertian tidak tercapainya penyesuaian yang menyenangkan dengan cara hidupnya yang baru, tetapi merasa sangat rendah diri, sedih, tidak puas dengan dirinya sendiri pada masa setelah melahirkan.
Banyak wanita mulai mengalami perasaan yang menakutkan pada hari ketiga setelah persalinan. Depresi setelah melahirkan rata-rata berlangsung tiga sampai enam bulan bahkan terkadang sampai delapan bulan, dan terjadi secara konstan dan terus menerus.
Wanita setelah melahirkan ada yang mengalami simptom-simptom yang mirip dengan simptom depresi setelah melahirkan, yang dikenal dengan baby blues, yang dialami hampir 80 persen wanita yang baru melahirkan.
Lebih jauh berikut ini informasi mengenai tanda ibu alami depresi setelah melahirkan, lengkap dengan cara mengatasinya telah dirangkum merdeka.com melalui liputan6.com dan eprints.ums.ac.id.
Tanda-Tanda Ibu Alami Depresi Setelah Melahirkan
1. Membuat keputusan terasa begitu berat atau sulit
Ibu yang memiliki postpartum depression memiliki rasa takut membuat kesalahan untuk bayi seperti diungkapkan dokter kebidanan dan kandungan dari Montefiore Health System, Mary L. Rosser.
2. Sulit tidur meski bayi sedang tidur
Di awal-awal bayi lahir, waktu ibu untuk tidur terbatas. Sehingga ibu biasanya mencuri-curi waktu tidur saat bayi tidur. Namun ibu dengan depresi usai melahirkan tidak melakukan itu.
Kondisi kurang tidur membuat para ibu ini sulit fokus dalam menjalankan kehidupan sehari-hari seperti diungkapkan psikiater dari Northwestern University Feinberg School of Medicine, Amerika Serikat, Allison Kurzman.
3. Selalu muncul rasa putus asa
Ibu baru, apalagi yang baru pertama kali memiliki anak pasti merasa lelah dan bingung dalam mengurus anak. Jadi normal bila di minggu-minggu awal sesudah melahirkan sering menangis atau stres seperti dipaparkan Rosser.
Tetapi bila perasaan tersebut berlangsung lama dan berdampak pada kehidupan sehari-hari, itu jadi salah satu tanda depresi usai melahirkan.
4. Muncul pikiran menyakiti diri sendiri atau bayi
Jika muncul pikiran, "Apa yang akan terjadi bila kujatuhkan bayi ini ke bak mandi?" namun tidak pernah melakukannya. Bila muncul ini terjadi berulang, coba sampaikan ke orang yang dipercaya seperti suami atau ibu seperti dipaparkan Kurzman.Tak perlu malu menceritakan hal tersebut, dan bila perlu carilah bantuan medis.
5. Gangguan nafsu makan, biasanya diikuti dengan kehilangan berat badan
Tanda-tanda ibu alami depresi setelah melahirkan lainnya yakni mengalami gangguan nafsu makan, biasanya diikuti oleh penurunan berat badan. Padahal pasca melahirkan seorang ibu perlu mengonsumsi berbagai macam makanan bergizi agar memiliki energi terlebih bagi mereka yang menyusui bayinya pasca melahirkan.
Cara Mengatasinya
1. Pencegahan
Depresi setelah melahirkan dapat dicegah bahkan yang memiliki riwayat gangguan kejiwaan pun bisa dicegah agar tak mengalaminya. Yakni dengan mendeteksi ada-tidaknya riwayat gangguan kejiwaan saat melakukan pemeriksaan kehamilan, dan suami jangan menambah dengan hubungan yang kurang baik.
Tindakan pencegahan lainnya yakni suami istri berusaha menjaga agar tidak terjadi konflik yang membuat perkawinan menjadi kurang harmonis, menyiapkan diri sebelum memutuskan untuk punya anak, dan melengkapi diri masing-masing dengan pengetahuan tentang kehamilan maupun persalinan termasuk juga pengetahuan tentang tumbuh kembang bayi.
2. Pengobatan
Pasien yang telah didiagnosis dengan gangguan depresi setelah melahirkan akan diberikan pengobatan dengan antidepressant. Psikoterapi juga dilakukan untuk meredakan gejala depresi dan meningkatkan fungsi psikososial.