LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. JABAR

5 Jenis Penyakit yang Sering Menyerang Balita, Orang Tua Wajib Tahu

Pada usia 0 hingga 5 tahun, pergerakan anak sedang lincah-lincahnya. Mereka selalu ingin tahu tentang apa pun yang mereka temui. Bahkan sampai ke tempat-tempat yang kotor sekalipun. Sayangnya, pergerakan lincah si anak tidak didukung dengan sistem imunitas yang sempurna, sehingga mereka mudah terserang penyakit.

2020-07-16 08:00:00
Jabar
Advertisement

Kesehatan sang buah hati merupakan prioritas utama bagi para orang tua. Semua orang tua pasti selalu mengharapkan kebaikan dan keselamatan bagi anaknya. Terutama ketika si anak masih berusia 0 hingga 5 tahun atau di usia balita.

Pada usia tersebut, pergerakan mereka sedang lincah-lincahnya. Mereka selalu ingin tahu tentang apa pun yang mereka temui. Bahkan sampai ke tempat-tempat yang kotor sekalipun. Sayangnya, pergerakan lincah si anak tidak didukung dengan sistem imunitas yang sempurna, sehingga mereka mudah terserang penyakit.

Di sinilah peran dari orang tua sangat dibutuhkan untuk menjaga si buah hati dari serangan berbagai penyakit. Karena ada beberapa jenis penyakit yang sering menyerang balita.

Advertisement

Nah, berikut ini, merdeka.com telah merangkum dari beberapa sumber, jenis penyakit yang sering menyerang balita. Para orang tua juga wajib tahu akan hal ini agar mereka bisa lebih waspada dalam menjaga sang buah hati.

Demam

Advertisement

©2013 Merdeka.com/Shutterstock/Ocskay Bence


Jenis penyakit yang sering menyerang balita yang pertama adalah demam. Penyakit demam ini memang sering menyerang anak-anak. Demam ini muncul seiring pertumbuhan sang anak sebagai respon alami tubuh terhadap perubahan yang terjadi pada tubuh mereka.

Dapat dikatakan demam ketika suhu tubuh sang anak lebih dari 37,5 derajat celsius. Orang tua bisa mengatasi demam yang dialami si kecil dengan mengompres air hangat, memberikan asupan makanan dan minuman yang banyak, menutupi seluruh tubuhnya dengan selimut, dan memandikannya dengan air hangat.

Pemberian obat penurun panas baru bisa dilakukan ketika suhu tubuh si anak sudah mencapai 38 derajat celsius.

Pilek

©www.essentialoilspedia.com


Jenis penyakit yang sering menyerang balita yang kedua adalah pilek. Penyakit pilek ini mungkin lebih umum terjadi saat musim hujan atau ketika pergantian musim. Virus penyakit ini dapat dengan mudah menyebar ke dalam ruangan. Ditambah dengan kebiasaan balita yang sering memasukkan tangan atau benda lain ke dalam mulut, memudahkan mikroorganisme masuk ke dalam tubuh.

Balita yang terserang pilek akan mengalami gejala-gejala seperti bersin-bersin, hidung tersumbat atau berlendir, demam ringan, dan batuk. Untuk meredakannya, sang Ibu bisa memberikan obat penurun demam.

Dan untuk meredakan hidung tersumbat, obat tetes hidung atau meneteskan air garam steril bisa dicoba. Pastikan juga buah hati Anda banyak minum air putih untuk membantu mengencerkan dahak. Bila pilek berlangsung lebih dari 10 hari, sebaiknya Ibu membawa si Kecil ke dokter anak.

Diare

Shutterstock/Krasimira Nevenova


Jenis penyakit yang sering menyerang balita yang ketiga adalah diare. Anak dapat dikatakan terserang diare ketika buang air besar (BAB) lebih dari tiga kali dalam sehari, terlebih jika feses yang dikeluarkan cenderung encer. Penyebabnya bisa karena keracunan, alergi makanan, atau infeksi saluran pencernaan.

Penyakit diare umumnya tidak berbahaya, dan hanya menyebabkan dehidrasi ringan seperti mulut menjadi kering, sering haus, dan berkurangnya urin. Orang tua harus memperhatikan kondisi ini dan memberikan asupan minuman yang banyak berupa air putih atau cairan elektrolit.

Cacar Air

Shutterstock/Zametalov 


Jenis penyakit yang sering menyerang balita yang keempat yaitu cacar air. Penyakit ini memiliki gejala yang khas berupa bintik-bintik merah pada tubuh. Bintik-bintik ini nantinya akan berubah menjadi benjolan-benjolan berisi air yang menyebar ke seluruh tubuh dan menimbulkan rasa gatal.

Untuk mengatasinya, Anda bisa mengoleskan krim di permukaan kulit untuk membantu mengurangi rasa gatal. Jika buah hati Anda sampai mengalami demam, berikan obat penurun demam.

Pemberian vaksin dapat menangkal serangan cacar air secara efektif. Penyakit kulit ini juga dapat sembuh dengan sendirinya. Namun yang perlu diingat, cacar air adalah penyakit yang menular, jadi sebaiknya tahan dulu buah hati Anda agar tidak bermain keluar rumah.

Campak

Jenis penyakit yang sering menyerang balita yang terakhir adalah campak. Penyakit ini disebabkan oleh virus campak atau morbili. Campak dapat menyebabkan bercak merah yang menyebar ke seluruh tubuh. Buah hati Anda juga akan mengalami demam tinggi yang turun naik dan terkadang disertai dengan diare. Bercak merah yang muncul nantinya akan menjadi kehitaman sampai akhirnya menghilang.

Untuk mengobati gejala yang muncul, Anda bisa memberikan obat penurun demam dan obat diare. Bila gejala tidak kunjung membaik setelah diberikan pengobatan, maka harus segera membawa sang anak ke rumah sakit.

Penyakit campak termasuk penyakit yang menular, jadi alangkah baiknya jika menempatkan anak di kamar tersendiri agar tidak menyebar ke orang lain. Untuk pencegahan sang anak bisa diberikan imunisasi campak.

(mdk/ank)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.