LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. JABAR

5 Fakta Bedil Lodong, Meriam Bambu Khas Sunda yang Terinspirasi Penjajah Portugis

Dentuman meriam bambu alias Bedil Lodong selalu menjadi pertanda akan datangnya Bulan Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri di tanah sunda. Tradisi tahunan khas Jawa Barat ini juga diyakini terinspirasi dari Bangsa Portugis yang pernah menjajah Indonesia ratusan tahun silam.

2020-05-19 10:07:00
Jabar
Advertisement

Di Bulan Ramadan hingga Hari Raya Idul Fitri terdapat tradisi khas yang selalu dimainkan oleh para remaja dan anak-anak di tanah Sunda. Tradisi tersebut sudah berlangsung secara turun-temurun dan merupakan pengganti petasan. Tradisi permainan ini terbuat dari bambu dan karbit bernama Bedil Lodong.

Bedil Lodong merupakan permainan petasan tradisional yang sudah mengakar di Jawa Barat. Biasanya, permainan tersebut popular di Kawasan Ciamis, Garut, Tasikmalaya, Bandung hingga Sumedang dan selalu menggema saat malam takbir tiba.

Advertisement

Terinspirasi Bangsa Portugis

Sejarah Bedil Lodong yang terinspirasi dari Bangsa Portugis/Wikipedia ©2020 Merdeka.com

Bedil Lodong atau Bebeledugan (dalam Bahasa Sunda) sudah banyak dipakai sebagai sarana hiburan sejak masa penjajahan Bangsa Portugis pada tahun 1500-an.

Advertisement

Awalnya, para masyarakat di Jawa Barat penasaran dengan senjata gerobak besar yang memiliki lubang panjang dan menghasilkan bola besi panas menggelegar. Setelah itu, masyarakat mulai membuat hal serupa dengan benda-benda sederhana yang terdapat di sekitar tempat tinggal seperti bambu.

Identik dengan Perayaan Hari Besar

Yang menarik dari permainan Bedil Lodong adalah selalu dilakukan di waktu-waktu tertentu seperti Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri.

Masyarakat, terutama kalangan remaja dan anak-anak berupaya mewujudkan rasa kebahagiaan mereka dengan menyulut mercon tradisional tersebut. Dari suara dentuman yang dihasilkan, dipercaya masyarakat akan menambah kemeriahan dari suatu perayaan.

Selain itu, permainan bedil bambu memiliki sifat edukatif karena mengandung nilai kreativitas untuk menciptakan alat. Dilansir dari laman Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia, bedil bambu juga mengandung nilai juang berdasarkan sejarahnya dalam membela bangsa dan negara.

Tradisi Khusus di Beberapa Wilayah Jawa Barat

Humas Provinsi Jawa Barat ©2020 Merdeka.com

Bedil Lodong juga pada perkembangannya sudah menjadi sebuah tradisi dan budaya khusus dari suatu wilayah terutama di Kawasan Jawa Barat. Untuk mengukuhkan tradisi ini, beberapa wilayah selalu melaksanakan Bedil Lodong secara meriah.

Seperti yang dikutip dari sukabumiupdate.com, tradisi Bedil Lodong selalu dilaksanakan secara meriah dan dibunyikan secara serempak saat malam takbir tiba.

Menurut salah satu warga Desa Kebon Pedes, Kecamatan Kebon Pedes, Kabupaten Sukabumi, bernama Muhamad Riyan (34 tahun) perang bedil lodong dilaksanakan setiap malam takbiran serta sudah secara turun menurun. Setiap kali perang lodong jumlah Lodong bisa sampai ratusan buah.

"Lebaran tahun lalu warga sekitar mempersiapkan sekitar 250 buah lodong di lima titik di Kampung Sasagaran dan kebon Pedes," ungkap Riyan dilansir dari sukabumiupdate.

Mengalami Perkembangan

Semakin berkembangnya zaman, Bedil Lodong pun mengalami pergeseran budaya. Saat ini, bahan untuk membuat Bedil Lodong sudah banyak yang tidak menggunakan bambu lagi. Di beberapa daerah, Bedil Lodong sudah ada yang menggunakan pipa paralon bekas dengan alat pemicu suara dentuman berasal dari cairan spirtus.

Selain itu, ada pula yang membuat Bedil Lodong dari kaleng susu bekas berukuran besar dan botol plasik besar bekas air mineral. Lalu, ada juga bisa diisi oleh air maupun minyak tanah dan karbit.

Dijadikan Festival Tahunan di Sumedang

Kemendikbud ©2020 Merdeka.com

Beberapa tahun lalu, Kota Sumedang mengadakan festival tahunan yang diselenggarakan tiap datangnya Bulan Ramadan. Festival itu tak jauh-jauh dari tradisi Bedil Lodong.

Seperti yang dilansir dari Liputan6, sebanyak 80 anak di Kabupaten Sumedang mengikuti festival tahunan Bedil Lodong. Festival tersebut diselenggarakan setiap tahun hingga menjelang Hari Raya Idul Fitri dan puncaknya dilaksanakan pada malam takbiran.

 

(mdk/nrd)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.