LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. JABAR

5 Dampak Negatif Konsumsi Probiotik Berlebihan, Timbulkan Masalah Kulit

Namun, meskipun terbilang kaya nutrisi dan kaya manfaat untuk kesehatan, mengonsumsi pangan probiotik juga memiliki efek samping. Terlebih jika dikonsumsi secara berlebihan dapat menimbulkan sejumlah masalah.

2021-08-08 17:04:00
Probiotik
Advertisement

Pangan probiotik merupakan pangan (makanan/minuman) yang mengandung sejumlah bakteri hidup yang memberi efek yang menguntungkan kesehatan. Pangan probiotik yang telah lama dikenal antara lain produk susu fermentasi oleh bakteri asam laktat (Lactobacilli dan Bifidobacterium) seperti yogurt, yakult, susu asidofilus, dan masih banyak lainnya.

Selain memiliki nilai nutrisi yang baik, produk tersebut dianggap memberi manfaat kesehatan dan terapeutik. Probiotik sangat penting untuk pencernaan, kekebalan tubuh, dan mencegah penyakit kronis.

Namun, meskipun terbilang kaya nutrisi dan kaya manfaat untuk kesehatan, mengonsumsi pangan probiotik juga memiliki efek samping. Terlebih jika dikonsumsi secara berlebihan dapat menimbulkan sejumlah masalah. Maka dari itu penting untuk mengatur konsumsi pangan probiotik agar bermanfaat baik.

Advertisement

Adapun berikut ini informasi lengkap mengenai 5 dampak negatif konsumsi probiotik berlebihan, timbulkan masalah kulit hingga pencernaan telah dirangkum Liputan6.com:

1. Timbulkan Masalah Kulit

Dampak negatif konsumsi probiotik berlebihan yang pertama adalah menimbulkan masalah kulit. Pada kasus yang jarang terjadi, probiotik dapat menyebabkan ruam atau gatal pada kulit. Masalah kulit ini bisa disebabkan oleh histamin yang bisa memicu gejala alergi pada kulit.

Advertisement

©2012 Merdeka.com

Jika timbul ruam atau gatal parah, hentikan penggunaan probiotik. Temui dokter jika ruam parah, terus-menerus, atau disertai gejala lain yang mengkhawatirkan.

2. Dapat Menyebabkan Alergi

Dampak negatif konsumsi probiotik berikutnya adalah dapat menyebabkan alergi. Siapa pun yang memiliki alergi atau intoleransi terhadap gluten, kedelai, telur, produk susu, atau laktosa mungkin perlu berhati-hati saat memilih probiotik.

Contohnya, beberapa suplemen mengandung alergen seperti susu, telur atau kedelai. Bahan-bahan ini harus dihindari oleh siapa saja yang alergi, karena dapat memicu reaksi alergi. Demikian pula, probiotik berbasis ragi tidak boleh dikonsumsi oleh mereka yang alergi ragi.

3. Sakit Kepala

Beberapa makanan yang kaya probiotik, seperti yogurt, sauerkraut, dan kimchi, mengandung amina biogenik. Zat ini terbentuk saat makanan yang mengandung protein terfermentasi oleh bakteri.

©www.dailymail.co.uk

Amina yang paling umum ditemukan dalam makanan kaya probiotik termasuk histamin, tyramine, tryptamine dan phenylethylamine. Amina dapat merangsang sistem saraf pusat, meningkatkan atau menurunkan aliran darah dan dapat memicu sakit kepala pada orang yang sensitif terhadap zat tersebut.

4. Pertumbuhan Berlebih Bakteri Usus Kecil

Selanjutnya, dampak negatif konsumsi probiotik berlebih juga bisa menyebabkan pertumbuhan berlebih bakteri usus kecil atau Small intestine bacterial overgrowth (SIBO). Usus kecil (halus) dan besar biasanya mengandung berbagai jenis bakteri. Pertumbuhan berlebih bakteri usus kecil terjadi ketika bakteri dari usus besar mulai tumbuh di usus kecil.

Usus besar sebagian besar mengandung bakteri anaerob yang tidak membutuhkan oksigen dan hidup dengan memfermentasi karbohidrat yang tidak dapat dicerna dari makanan nabati saat mereka melewati usus.

Pada umumnya, gejala SIBO hampir mirip dengan Sindrom Iritasi Usus Besar, termasuk gas, kembung, dan diare. SIBO juga dapat menyebabkan otak berkabut dan masalah ingatan jangka pendek.

Tidak semua orang dengan Sindrom Iritasi Usus Besar memiliki SIBO, tetapi pertumbuhan berlebih lebih sering terjadi pada orang dengan Sindrom Iritasi Usus Besar. SIBO juga sering berkembang pada wanita yang lebih tua.

5. Masalah Pencernaan

Efek samping umum dari terlalu banyak mengonsumsi probiotik adalah masalah pencernaan seperti kembung, gas, dan mual. Efek ini juga bisa terjadi sebagai reaksi sementara setelah mengonsumsi probiotik. Saat pertama kali mengonsumsi probiotik, beberapa orang mengalami gas, kembung, atau diare.

Perubahan mikrobiota usus dapat menyebabkan bakteri menghasilkan lebih banyak gas dari biasanya. Ini juga bisa menyebabkan kembung. Mereka yang mengonsumsi probiotik berbasis ragi juga mungkin mengalami sembelit dan peningkatan rasa haus.

Dampak negatif konsumsi probiotik ini biasanya mereda setelah beberapa minggu. Jika gas, kembung, atau efek samping lainnya berlanjut selama lebih dari beberapa minggu, hentikan konsumsi probiotik.

(mdk/nof)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.