4 Jenis TOEFL yang Perlu Diketahui, Jangan Sampai Salah Tes
Untuk bisa menunjukkan bagaimana kemampuan bahasa inggris seseorang, perusahaan biasanya akan meminta hasil tes TOEFL dari orang tersebut. Jika nilai tes TOEFL Anda sesuai dengan kriteria yang diberikan perusahaan, maka peluang Anda untuk lolos ke tahap selanjutnya akan semakin besar.
Saat ini, bahasa Inggris sudah bukan seperti bahasa asing lagi. Terbukti, dalam aktivitas sehari-hari, kita seringkali menjumpai bahasa ini. Maka tak heran jika bahasa inggris menjadi bahasa yang perlu dikuasai.
Apalagi bagi Anda yang sedang ingin mencari pekerjaan. Sebagian besar perusahaan, kini menjadikan kemampuan berbahasa Inggris sebagai salah satu syarat dalam proses perekrutan karyawan di perusahaan mereka.
Untuk bisa menunjukkan bagaimana kemampuan bahasa Inggris seseorang, perusahaan akan meminta hasil tes TOEFL dari orang tersebut. Jika nilai tes TOEFL sesuai dengan kriteria yang diberikan perusahaan, maka peluang untuk lolos ke tahap selanjutnya akan semakin besar.
Namun, Anda juga harus memperhatikan ketika hendak mengikuti tes TOEFL. Pasalnya, ada beberapa jenis tes TOEFL yang tersedia. Agar bisa mengikuti tes TOEFL sesuai seperti yang diinginkan, berikut beberapa jenis TOEFL yang perlu diketahui, dilansir dari Liputan6.com.
Jenis TOEFL
PBT
Jenis TOEFL yang pertama adalah PBT. PBT (Paper Based Test) adalah jenis TOEFL yang sering dijumpai pada beberapa lembaga les ataupun perusahaan. Tes ini merupakan sistem tes pertama yang dikeluarkan oleh ETS (Educational Testing Service), yang kantornya bertempat di Amerika Serikat.
Dalam tes PBT ini, kita hanya mengerjakan tes seperti biasa. Kita akan mendapatkan lembar jawaban berupa kertas dan diberikan cetakan soal. Bentuk soal tes PBT ini sendiri berupa pilihan ganda. Durasi pengerjaannya kurang lebih selama 3 jam. Dan untuk rentang skor pada tes TOEFL PBT ini yaitu berkisar antara 310 - 667. Mengingat tes ini menggunakan kertas sebagai lembar jawaban, jangan lupa untuk membawa alat tulis.
CBT
Jenis TOEFL yang kedua adalah CBT (Computer Based Testing). Tes CBT adalah tes yang menggunakan media komputer untuk melaksanakan tes. Skor penilaian pada jenis TOEFL ini berada pada kisaran 0 - 300. Tes ini sudah diadakan sejak tahun 1998.
Dalam tes CBT ini, Anda akan diuji dengan 4 penilaian, yaitu listening, structure, reading dan writing, dengan waktu pengerjaan antara 2 - 2,5 jam. Namun, saat ini tes CBT sudah tidak terlalu digemari, karena tes ini mulai digantikan dengan jenis tes IBT.
IBT
Jenis TOEFL yang berikutnya adalah IBT (Internet Based Test). Sama seperti CBT, di mana tesnya menggunakan media komputer, namun yang membedakan adalah pengerjaan IBT yang menggunakan koneksi internet. Skor untuk menilai jenis TOEFL ini berada pada kisaran 0 – 120, dengan waktu pengerjaan tes sekitar 4 jam.
Di Indonesia, jenis TOEFL IBT baru mulai diberlakukan sejak tahun 2006. Kemampuan yang diuji dalam tes IBT juga sama dengan CBT, yaitu listening, reading, speaking dan writing.
ITP
Jenis TOEFL yang terakhir adalah ITP (Institutional Testing Program). Jenis TOEFL ini merupakan tes kemampuan bahasa Inggris yang diselenggarakan oleh institusi tertentu. Meski diselenggarakan oleh institusi tertentu, tes ITP ini tetap mendapatkan bantuan langsung dari ETS terkait soal yang akan diujikan.
Karena hanya diselenggarakan oleh institusi tertentu, maka jenis TOEFL ini hanya bisa digunakan di beberapa wilayah saja, dan tidak berlaku di seluruh dunia. Sertifikat yang dikeluarkan dari hasil tes ini pun juga hanya berlaku di untuk keperluan tertentu saja, seperti beasiswa atau melamar pekerjaan yang ada di dalam negeri.
Tips Menghadapi Tes TOEFL
1. Berlatih Soal TOEFL
Langkah pertama dan utama sebelum mengikuti tes TOEFL adalah dengan rajin berlatih. Anda bisa membeli Buku TOEFL sebagai media untuk belajar dalam rangka mempersiapkan diri untuk tes. Di buku tersebut, Anda bisa berlatih speaking, writing, reading, dan juga listening karena biasanya buku tersebut disertai dengan CD untuk mengerjakan soal listening.
Selain dengan buku, Anda juga bisa belajar dengan mengunduh berbagai aplikasi di gadget untuk membantu mempersiapkan diri.
©2018 Istimewa
2. Atur Waktu Pengerjaan
Waktu juga menjadi hal yang penting saat hendak mempersiapkan tes TOEFL. Ini karena tes TOEFL sendiri dibatasi oleh waktu untuk setiap sesinya. Maka dari itu, berlatihlah agar bisa membuat waktu pengerjaan efektif dan bisa tepat waktu tanpa melewatkan satu soalpun.
Ketika sesi listening, Anda sebaiknya fokus pada hal-hal penting yang disampaikan. Saat sesi reading, langsung lihat daftar pertanyaan yang tertera, agar dapat mempersingkat waktu. Contoh dari beberapa strategi ini bisa membantu menghemat waktu mengerjakan soal TOEFL.
3. Catat Skor
Catatlah skor yang Anda dapatkan setelah selesai mengerjakan soal TOEFL dan waktu yang dihabiskan. Lalu bandingkan nilai yang Anda dapatkan dengan nilai sebelumnya, apakah menurun atau tidak.
Perhatikan juga di mana titik lemah ketika mengerjakan soal jenis TOEFL. Cari solusi dari titik lemah tersebut dan kembali berlatih.