12 Manfaat Zat Besi untuk Anak, Bisa Meningkatkan Sistem Kekebalan Tubuh
Zat besi memiliki fungsi yang sangat penting untuk kesehatan tubuh, kekurangan zat besi akan mengganggu sejumlah aktivitas di dalam tubuh yang bisa jadi berpotensi membuat tubuh jadi rawan terserang penyakit. Salah satu fungsi utama zat besi adalah untuk membentuk sel darah.
Zat besi memiliki fungsi yang sangat penting untuk kesehatan tubuh. Kekurangan zat besi akan mengganggu sejumlah aktivitas di dalam tubuh yang bisa membuat tubuh jadi rawan terserang penyakit. Salah satu fungsi utama zat besi adalah untuk membentuk sel darah. Sel ini berguna untuk mengangkut oksigen ke seluruh tubuh, sehingga organ-organ dalam tubuh dapat bekerja dengan baik.
Pentingnya peranan zat besi bagi kesehatan berlaku untuk siapapun termasuk juga anak-anak yang masih dalam masa pertumbuhan. Untuk memenuhi kebutuhan zat besi pada anak bisa dimulai dari memperhatikan asupan gizinya sehari-hari yang bersumber dari makanan.
Adapun makanan yang mengandung zat besi adalah daging merah, hati sapi, beragam jenis biji-bijian, kacang-kacangan, kismis, beras coklat, kedelai, sayur-sayuran berwarna hijau gelap, sereal yang sudah dilakukan fortifikasi dengan zat besi, daging, unggas dan seafood atau boga bahari.
Pemenuhan asupan gizi yang cukup, akan membuat tubuh merasakan manfaat dari zat besi itu sendiri yang ternyata beragam. Beberapa manfaat zat besi telah dirangkum merdeka.com dari berbagai sumber.
1. Menjaga Daya Tahan Tubuh Anak
Dalam usia pertumbuhan anak-anak membutuhkan berbagai macam nutrisi untuk meningkatkan daya tahan tubuh. Kulit gatal, batuk, pilek atau sakit perut yang dialami si kecil bisa jadi merupakan alarm bagi orang tua untuk lebih meningkatkan asupan gizi sebagai cara untuk menjaga daya tahan tubuh si kecil.
Salah satu asupan gizi yang harus diperhatikan benar-benar adalah zat besi yang dibutuhkan oleh neutrophil untuk melawan bakteri. Jika seorang anak mengalami kekurangan zat besi makan secara drastis hal itu sangat berpengaruh bagi kondisi tubuhnya.
2. Membentuk Sel Darah Merah dalam Tubuh Anak
2012 Merdeka.com/shutterstock/fusebulb
Eritrosit atau sel darah merah merupakan jenis sel darah yang paling banyak dan merupakan sel mikroskopis yang tidak memiliki inti sel. Fungsi dari sel ini adalah sebagai alat transportasi oksigen dan nutrisi ke seluruh tubuh. Sedangkan haemoglobin merupakan bagian dalam sel darah merah yang mampu mengikat oksigen dan terbentuk dari unsur besi, hal ini lah yang menyebabkan eritrosit berwarna merah.
3. Meningkatkan Kecerdasan dan Kemampuan Motorik Anak
Orang tua mana yang tidak ingin anaknya memiliki kecerdasan dan kemampuan motorik yang baik. Selain ditunjang dari faktor genetik, kecerdasan juga didukung nutrisi yang baik. Dalam hal ini zat besi merupakan salah satunya.
Kekurangan asupan gizi seperti zat besi dapat menyebabkan keterbatasan antara lain pertumbuhan mendatar, berat, dan tinggi badan menyimpang dari pertumbuhan normal. Keadaan semacam ini berkaitan dengan keterlambatan dalam perkembangan motorik anak.
4. Meningkatkan Kadar Oksigen dalam Tubuh
Setiap organ tubuh memerlukan suplai oksigen agar dapat bekerja sebagaimana fungsinya. Zat besi sendiri memiliki fungsi vital bagi kesehatan tubuh yaitu untuk membawa dan menyalurkan oksigen antar sel guna memastikan seluruh organ tubuh telah mendapatkan suplai oksigen sehingga dapat bekerja secara optimal.
5. Mencegah Anemia
indonews.org
Anemia dapat terjadi sementara atau dalam jangka panjang, dan tingkat keparahannya bisa ringan bisa juga berat. Anemia merupakan kondisi di mana kadar haemoglobin yang merupakan bagian utama dari sel darah merah yang bisa mengikat oksigen berada di bawah normal.
Salah satu penyebab anemia adalah kekurangan zat besi yang bisa membuat tubuh tidak mampu menghasilkan haemoglobin. Rutin mengonsumsi sumber makanan yang mengandung zat besi dipercaya dapat mengurangi risiko mengalami anemia.
6. Mengurangi Kelelahan
Zat besi dapat membantu mengatasi kelelahan tanpa sebab, baik yang memengaruhi anak-anak maupun orang dewasa. Bahkan seseorang yang tidak menderita anemia, kadar zat besi yang rendah di dalam tubuh seseorang dapat mengurangi tingkat energi di dalam tubuhnya. Bentuk kelelahan yang disebabkan karena kekurangan zat besi biasanya menyebabkan rasa kantuk yang berlebihan dan mengganggu rutinitas sehari-hari. Untuk itu lah memenuhi kebutuhan zat besi dapat mengurangi kelelahan berlebihan pada anak.
7. Meningkatkan Sistem Kekebalan Tubuh
2018 Merdeka.com/Pixabay
Salah satu peranan penting lainnya dari zat besi dapat bermanfaat untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh dan mencegah anak terserang penyakit infeksi. Sebab, zat besi merupakan komponen penting dalam penyusunan enzim-enzim dalam tubuh seperti halnya katalase dan myoglobin. Ini lah alasan mengapa kemudian defisiensi zat besi pada anak harus sebisa mungkin untuk dicegah.
8. Meningkatkan Konsentrasi
Kekurangan zat besi akan menurunkan kemampuan kognitif anak-anak, hal tersebut dapat berdampak pada kaburnya konsentrasi dalam diri mereka. Maka dari itu memenuhi kebutuhan zat besi dalam tubuh bisa membantu seseorang meningkatkan konsentrasi saat mengerjakan sesuatu.
9. Meningkatkan Kualitas Tidur
iStockphoto
Kesulitan tidur atau kualitas tidur yang menurun merupakan salah satu gejala kurang darah atau sering disebut anemia. Umumnya anemia yang terjadi pada anak-anak atau remaja disebabkan oleh kekurangan zat besi.
Dikutip dari deherba.com berdasarkan studi tahun 2008 di Irlandia yang berjudul Restless Legs Syndrome and Periodic Limb Movement Disorder in Children and Adolescents disebutkan bahwa insomnia dan gangguan tidur lainnya seperti sindrom kaki gelisah disebabkan oleh kekurangan zat besi. Alhasil pemenuhan kebutuhan zat besi secara tidak langsung akan meningkatkan kualitas tidur pada anak-anak maupun remaja.
10. Mencegah Gangguan Kognitif dan Fisik Serta Peningkatan Risiko Kematian
Pada usia dini, anak yang mengalami kekurangan zat besi dapat menyebabkan gangguan kognitif dan fisik serta meningkatkan risiko kematian. Hal tersebut dikarenakan zat besi memegang peran mengedarkan oksigen ke semua jaringan tubuh. Jika oksigen ke jaringan tulang berkurang, maka tulang tidak akan tumbuh dengan maksimal sehingga risiko untuk mengalami gangguan pertumbuhan lebih tinggi.
11. Mengurangi Risiko Stunting
Stunting merupakan keadaan di mana pertumbuhan linier seseorang menjadi terganggu. Hal itu disebabkan karena adanya malnutrisi asupan zat gizi kronis dan penyakit infeksi kronis yang berulang. Kondisi ini ditandai dengan kekurangan tinggi dan panjang badan relatif sesuai dengan umurnya. Stunting juga merupakan salah satu indikator gizi kronis.
Stunting dapat diketahui jika seorang anak sudah ditimbang berat badannya dan diukur panjang atau tinggi badannya, kemudian dibandingkan dengan standar dan hasilnya berada di bawah normal, jadi secara fisik anak tersebut akan lebih pendek jika dibandingkan dengan anak lainnya.
12. Mengoptimalkan Metabolisme Tubuh
Salah satu fungsi zat besi adalah untuk membantu pembentukan enzim. Hal ini secara tidak langsung menghasilkan manfaat zat besi untuk mengoptimalkan metabolisme dalam tubuh. Metabolisme dalam hal ini berarti proses pengelolaan zat gizi makanan yang telah diserap oleh tubuh untuk diubah menjadi energi. Selanjutnya energi yang terbentuk ini berfungsi untuk menunjang segala fungsi tubuh dari bernapas, berpikir, bertumbuh, hingga setiap pergerakan seseorang dalam melakukan berbagai aktivitas sehari-hari.