LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. HISTORI

Kisah Tentara Inggris di Ciranjang: Disergap Pejuang RI, Pesawat Tabrak Pohon Kelapa

Iringan-iringan pasukan Inggris tak mendapat kesempatan untuk beristirahat di sepanjang Cianjur-Bandung. Mereka harus menghadapi perlawanan para pejuang Indonesia.

2022-06-14 00:05:00
sejarah
Advertisement

Iringan-iringan pasukan Inggris tak mendapat kesempatan untuk beristirahat di sepanjang Cianjur-Bandung. Mereka harus menghadapi perlawanan para pejuang Indonesia.

Penulis: Hendi Jo

Pertengahan Agustus 1945. Berita tentang proklamasi kemerdekaan Indonesia yang dicetuskan oleh Sukarno-Hatta di Jakarta, datang ke Ciranjang sebagai sesuatu yang tak begitu jelas. Terhadap isu yang sangat kencang bertiup itu, tak ada yang bisa dilakukan oleh rakyat di sebelah timur Cianjur itu, kecuali menunggu kepastian.

Advertisement

"Terus terang, kami menjadi rampang-reumpeung (gelisah), tak tahu apa yang harus dikerjakan," ungkap R.Dawan (eks pejabat Kewedanaan Ciranjang) dalam sebuah dokumen berjudul Sejarah Perjuangan Kemerdekaan Rakyat Kecamatan Ciranjang Kabupaten Cianjur.

Barisan Banteng Republik Indonesia

Kepastian baru tiba lewat seorang kurir pada 18 Agustus 1945. Menurut Tahkimula B. Arifien dalam Catatan Ciranjang dan Desa Gunung Halu di Sekitar Perang Kemerdekaan RI tahun 1945-1949, begitu mendapat lampu hijau dari Jakarta, perangkat pemerintahan republik pun disusun dan diumumkan ke khalayak pada awal September 1945.

Advertisement

"Sebagai wedana diangkatlah R. Adiekoesoemah dan putranya yang eks prajurit PETA (Pembela Tanah Air) bernama R. Aom Boy Soelaiman sebagai kepala Badan Keamanan Rakyat (BKR) Ciranjang," tulis Tahkimula.

Seiring dibentuknya perangkat-perangkat pemerintahan republik, di kalangan rakyat Ciranjang muncul pula berbagai milisi bersenjata yang populis disebut laskar. Diantaranya adalah Barisan Banteng Republik Indonesia (BBRI) pimpinan Mohamad Ali, Hizboellah pimpinan Mohamad Basyir dan Sabilillah pimpinan R.Iim Ibrahim. Nama-nama tersebut dikenal sebagai para pemimpin muda yang berani.

Unit-unit laskar terbilang sudah aktif sejak sebelum didirikannya pemerintah resmi di Ciranjang. Sebagai contoh pada 29 Agustus 1945, BBRI menghadang sekaligus menghancurkan 2 truk tentara Jepang yang akan bergerak dari Ciranjang ke Bandung. Begitu pula Hizboellah. Mereka kerap terlibat dalam penculikan dan perampasan senjata para serdadu Jepang yang saat itu masih banyak beredar di Ciranjang.

Tewasnya Sang Serdadu Gurkha

Desember 1945, tentara Inggris datang dan menduduki Ciranjang. Situasi tersebut, menjadikan kota kecil itu bak api dalam sekam.

Ciranjang lantas terbelah menjadi dua: wilayah kota diduduki tentara Inggris dan wilayah pinggiran yang dikuasai kelompok-kelompok bersenjata pro republik. Nyaris tiap hari, bentrokan antara dua kekuatan bersenjata tersebut tak terelakan.

Berbagai pencegatan konvoi militer Inggris yang mengangkut kebutuhan logistik beserta amunisi dari Jakarta-Bandung atau sebaliknya kerap terjadi.

"Di jalur itu, pasukan kami praktis tak bisa memiliki kesempatan banyak untuk beristirahat…" tulis Letnan Kolonel A.J.F. Doulton dalam The Fighting Cock, The Story of the 23RD Indian Division.

Salah satu pertempuran hebat yang melibatkan kekuatan lasykar, TKR dan rakyat pernah terjadi di wilayah sekitar jembatan lama Citarum (Pongpoklandak, Cipetir dan Sipon). Ceritanya, pada 1 Januari 1946, telik sandi TKR mendapat informasi bahwa dari arah Bandung hari itu akan lewat konvoi tentara Inggris yang diperkuat para prajurit Gurkha.

"Diperkirakan mereka akan sampai wilayah Pongpoklandak menjelang tengah malam," ujar Nasilan dalam sebuah dokumen berjudul Sekilas Perjuangan Kemerdekaan Rakyat Ciranjang 1942-1949.

Berdasarkan informasi tersebut, maka pada malam hari itu, bergeraklah kurang lebih dua kompi (300 orang) pasukan gabungan yang terdiri dari unsur-unsur BBRI, Hizboellah dan TKR menuju titik-titik pengadangan. Stelling (posisi penyergapan) sudah disiapkan sejak pukul 19.00, namun yang ditunggu belum jua tiba di depan mata.

Baru setelah tiga jam berlalu, gemuruh bunyi truk dan tank terdengar memecah kesunyian malam. Begitu tank baja pertama lewat di depan persembunyian para penghadang, komandan R.S. Rustamaji dari BBRI langsung menarik picu pistol sebagai tanda mulai penyerangan.

Pertempuran pun berlangsung dalam intensitas tinggi hingga terjadi pertarungan satu lawan satu. Anggota BBRI bernama M.Soediro dengan nekat memburu seorang serdadu Gurkha yang sedang maju ke arah para pengadang. Terjadilah pertarungan memakai bayonet yang berakhir dengan tewasnya sang serdadu Gurkha.

"Musuh dapat kembali dipukul mundur menuju arah Bandung," tulis R. Dawan.

Pesawat Inggris Tabrak Pohon Kelapa

Pertempuran Pongpoklandak yang berlangsung hampir dua jam itu berhasil membinasakan sejumlah serdadu musuh berikut sejumlah senjata yang berhasil dirampas dari tangan mereka. Dari pihak pasukan gabungan sendiri telah gugur dua pejuang. Masing-masing adalah R. Nata Atmadja (BBRI) dan Letnan Dua Imun Soelaiman dari TKR.

"Dia gugur akibat tembakan senjata otomatis yang dihamburkan serdadu Inggris dari satu panser wagon," ujar Letnan Kolonel (purn) Eddie Soekardi, eks Komandan Resimen III TKR.

Tak terima dengan kekalahan itu, beberapa hari kemudian RAF (Angkatan Udara Kerajaan Inggris) mengirimkan sebuah Mustang ke wilayah Ciranjang. Setelah berputar-putar di atas kota, pesawat itu lantas menukik sambil menghamburkan peluru-peluru dari senjata otomatis. Salah satu tembakan diarahkan ke satu sedan hitam milik Natamihardja (Kepala Polisi Istimewa di Ciranjang), namun luput.

Untung tak dapat diraih malang tak bisa ditolak, dalam suatu gerakan manuver, salah satu bagian sayap pesawat itu membentur batang pohon kelapa sehingga oleng. Tak menunggu waktu lama, pesawat pemburu itu pun meledak dan terbakar, lalu jatuh di halaman kantor Kewedanaan Ciranjang.

(mdk/noe)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.