Kisah Romantis Gadis Intel Penyelundup Senjata Dengan Kapten TNI di Tengah Perang
Marie kerap disertakan dalam operasi-operasi telik sandi riskan dan berbahaya. Salah satunya menyelundupkan senjata api, granat dan peluru
Di tengah perang membela tanah airnya, sepasang muda-mudi ini terlibat kasih asmara. Romantika di tengah revolusi.
Oleh: Hendi Jo
Foto lama itu memperlihatkan raut seorang gadis cantik di tahun 1940-an. Dialah Marie Zumariah Abdullah, seorang perempuan yang lahir di Garut dan sejak awal revolusi (1946) sudah terlibat aktif sebagai anggota Tentara Pelajar (TP).
Di kesatuannya, Marie tidak dilibatkan langsung dalam pertempuran. Dia justru kerap disertakan dalam operasi-operasi telik sandi riskan dan berbahaya. Salah satunya menyelundupkan senjata api, granat dan peluru melewati pos-pos penjagaan militer Belanda di front Bandung bagian timur.
Di tengah gemuruh revolusi itulah, Marie jatuh cinta kepada seorang komandan kompi dari Batalyon Pelopor 33 bernama Kapten R.J. Rusady W. Cintanya tak bertepuk sebelah tangan. Maka terjalinlah cinta kasih dan janji sehidup semati di antara mereka berdua.
Suatu hari di bulan Agustus 1947 dalam suatu pertempuran seru melawan tentara Belanda dari Batalyon V Andjing NICA di Desa Padayungan, Tasikmalaya, Kapten Rusady tertembak dan terluka parah.
Dia lantas ditawan dan dipenjarakan oleh militer Belanda ke Pulau Nusakambangan. Demikian menurut penuturan Kapten Rusady dalam otobiografinya, Tiada Berita dari Bandung Timur, 1945-1947.
Tak Bisa ke Lain Hati
Peristiwa naas itu memang sempat sampai ke telinga Marie. Namun karena situasi tak menentu, soal nasib sang kekasih tak pernah diketahuinya secara pasti. Marie sendiri menolak untuk putus asa.
Di hatinya yang paling dalam, dia meyakini sang kekasih masih hidup. Karena itulah Marie terus memburu keberadaan Kapten Rusady.
Kendati banyak perwira lain yang menaruh harapan dapat menggantikan posisi Kapten Rusady di hati Marie, namun gadis muda itu bergeming.
Setiap waktu, dia terus mencari keberadaan sang pujaan, dari front ke front, dari kantong pertahanan satu ke kantong pertahanan lain. Hingga hampir dua tahun kemudian, Marie berhasil bertemu kembali dengan Kapten Rusady di kawasan Leles, Garut.
"Kami lantas menikah sampai beranak cicit," kenang Kapten Rusady yang tak lain adalah ayah dari artis kenamaan, Paramitha Rusady itu.