Yang punya pacar wajib tahu, ini 5 fakta ilmiah tentang cinta
Kebahagiaan pasangan yang berbanding terbalik dengan intensitas aktivitas di Facebook. Bagaimana dengan fakta lainnya?
Yakin kamu sudah tahu segalanya tentang cinta dan pacaran? Penelitian-penelitian terbaru berhasil mengungkap berbagai fakta menarik dan mengejutkan tentang hubungan asmara, lho. Salah satunya kebahagiaan pasangan yang berbanding terbalik dengan intensitas aktivitas di Facebook. Kebahagiaan pasangan berbanding terbalik dengan intensitas aktivitas di Facebook. Hal ini dibuktikan oleh sebuah studi yang dipublikasikan di Social Psychology Bulletin. Penelitian ini dilakukan melalui survei terhadap 108 pasangan di Kanada. Setiap responden memasang status 'berpacaran' di Facebook dan membuat catatan harian mengenai kehidupan pribadi masing-masing. Jika dilihat dari sudut pandang sains, emosi yang dirasakan saat jatuh cinta ternyata hampir sama dengan perasaan ketika seseorang kecanduan narkoba. Ketika seseorang jatuh cinta, otak akan melepaskan dopamin, adrenalin, dan norepinefrin. Komunikasi lewat pesan teks diyakini bisa menghambat komunikasi antara pasangan. Hal ini dibuktikan oleh beberapa penelitian yang dilansir oleh Psychology Today (19/9). Penelitian yang dilakukan oleh Shanhong pada tahun 2014 menunjukkan kalau pasangan yang lebih memilih berkomunikasi lewat teks cenderung tidak puas dengan hubungan mereka jika dibandingkan dengan pasangan yang hobi berkomunikasi langsung. Selama ini kita meyakini kalau wanita lebih rawan mengalami yang namanya gagal move on. Ternyata ini justru bertentangan dengan hasil penelitian dari Universitas Binghamton, Amerika. Putus cinta memang bisa membuat seorang wanita merasakan rasa sakit emosional yang lebih parah dari pada pria. Tetapi, sifatnya ternyata hanya sementara. Setelah melewati masa itu wanita bisa memulihkan kondisi emosional seperti sedia kala. Dilansir oleh Times of India, patah hati karena putus ternyata bisa menyebabkan seseorang kehilangan berat badan atau penambahan berat badan drastis. Penelitian menunjukkan bahwa wanita biasanya mengalami penurunan berat badan sebanyak dua kilogram selama satu bulan setelah diputuskan oleh kekasih.
Fakta-fakta tentang asmara apa lagi yang belum kamu ketahui? Simak uraian selengkaptnya yang dirangkum Merdeka.com, ya.Pamer kemesraan di Facebook tanda ketidakbahagiaan
Ketika catatan harian responden dibandingkan dengan aktivitas mereka di Facebook, terlihat kalau para responden lebih sering memperbarui status, foto, atau pos yang berkaitan dengan pasangan mereka saat merasa galau dengan hubungan mereka.
Penelitian lain dari Aalto University, Finlandia membuktikan kalau orang cenderung memasang foto atau profil yang 'dipoles' untuk memenuhi ekspektasi sosial dan menjaga reputasi di jejaring sosial. Sementara penelitian Albright College menemukan kalau para pasangan menggunakan Facebook untuk memantau aktivitas pasangan dan memastikan kalau hubungan mereka baik-baik saja.Jatuh cinta memiliki efek yang sama dengan narkoba
Dopamin berperan dalam menghasilkan perasaan gembira, sementara adrenalin dan norepinefrin masing-masing menyebabkan jantung berdebar dan gelisah. Menurut penelitian yang dilakukan University of Pavia, Italia, sensasi perasaan ini yang disebut 'fase bulan madu'. Fase ini umumnya bertahan selama setahun.Komunikasi lewat chat bisa bikin hubungan renggang
Apalagi jika chat dilakukan ketika pasangan sedang bertengkar. Pasangan yang adu argumen dari jarak jauh tidak terkondisi untuk menyamakan persepsi dan menyelesaikan masalah bersama-sama. Selain itu, tak adanya pertemuan langsung menjadikan pasangan lebih mudah salah paham.Pria lebih berpotensi gagal move on
Sementara bagi pria, meskipun dampak emosional yang dirasakan saat putus cinta kurang signifikan dibanding wanita, namun mereka tidak akan pernah bisa benar-benar sembuh dari rasa sakit patah hati.
"Pria memang harus segera mencari pengganti setelah kehilangan, tetapi hal terburuknya, mereka masih terus berpikir bahwa wanita yang sudah hilang tidak akan pernah tergantikan," kata Craig.Putus cinta bisa sebabkan gangguan pola makan
Peneliti menjelaskan bahwa tubuh dan pikiran saling terhubung. Ketika pikiran stres dan terganggu, tubuh akan memproduksi lebih banyak adrenalin dan memicu produksi pemicu stres.
"Patah hati membuat banyak orang turun berat badan, namun juga bisa menyebabkan kenaikan berat badan pada yang lainnya. Ini disebabkan oleh makan sambil stres, kehilangan nafsu makan, makan makanan yang tak sehat, dan lainnya," ungkap Mimrah Ansari, ahli dalam konseling hubungan.
Itulah 5 fakta unik tentang hubungan asmara yang mungkin belum kamu ketahui.