Wanita ini tinggalkan kerja kantoran untuk 'siksa' pria kaya
Suka pegang kendali, wanita ini lebih memilih jadi 'penyiksa' pria-pria kaya daripada sekretaris. Baca selengkapnya.
Adrianna Taylor, 26 tahun, dulunya adalah seorang sekretaris di sebuah perusahaan. Tetapi kegemarannya sebagai wanita yang suka memegang kendali membuatnya berpikir kalau pekerjaan kantoran biasa tak cocok untuknya. Ia pun meninggalkan posisinya dan beralih profesi menjadi dominatrix, wanita penghibur profesional yang khusus berperan sebagai pihak dominan dalam interaksi seksual ala BDSM.
"Saya selalu tertarik dengan gaya hidup tabu, segala hal yang terjadi di klub-klub telanjang dan dibalik pintu-pintu tertutup. Kemudian hal itu berkembang menjadi dominasi dalam hubunganku. Saya pernah mencoba modelling dan ternyata pekerjaan itu tidak terlalu cocok untukku. Saya menyadari kalau saya lebih cocok sebagai orang dominan yang tidak suka diperintah daripada seorang submisif. Saya suka berkuasa," tuturnya.
Sekarang wanita pirang bertubuh sintal ini tak perlu lagi berangkat ke kantor pagi-pagi untuk menerima serangkaian tugas dari bosnya. Sebab sekarang justru dialah yang berperan sebagai bos bagi para eksekutif yang jadi langganannya. Perempuan asal Wiltshire ini menggunakan nama Mistress Hallie Brookes sebagai identitas dominatrix. Dilaporkan Daily Mail, dengan 'menyiksa' pria-pria kaya itu Adrianna bisa meraup penghasilan 25.000 Poundsterling setahun.
Photo by Daily Mail
Kebanyakan pelanggan Adrianna adalah pengusaha sukses yang memiliki pekerjaan penuh tekanan. Ada juga beberapa dokter dan pengacara yang datang kepadanya. Adrianna percaya pria-pria yang terbiasa memegang kendali dan kekuasaan di kantor ini ingin mencicipi fantasi seksual dikendalikan dan dikuasai seorang wanita sekadar untuk melepaskan stres.
"Mereka suka dipojokkan atau dipukul," ucapnya dalam acara This Morning.
Sebelum resmi terjun sebagai dominatrix profesional, Adrianna harus menjalani serangkaian pelatihan terlebih dahulu. Ia berlatih kepada seorang dominatrix untuk mempelajari batasan antara 'penyiksaan yang disetujui' klien dan 'penyiksaan yang membahayakan'. "Pastinya ketika menduduki wajah seseorang Anda tidak ingin membuatnya tercekik."
Mark Smith, kekasih Adrianna tak keberatan dengan pekerjaan yang dipilih olehnya. Sebab Adrianna mengaku kalau ia menetapkan aturan untuk tidak berhubungan seksual dengan klien-kliennya. Ia hanya memuaskan keinginan para pengusaha kaya untuk didominasi dan dikuasai secara fisik. Mark selalu menemaninya saat sedang bekerja. Adrianna menjadikan rumah tinggal mereka sebagai tempat kerja. Dan sang kekasih selalu menunggu Adrianna melayani kliennya di ruangan lain, sekadar berjaga-jaga jika terjadi peristiwa yang tak diinginkan.
Photo by Daily Mail
"Saya tidak menawarkan layanan seksual, itu sangat besar perbedaannya. Saya tidak pernah berhubungan dengan klien dan tidak akan pernah melakukannya," bantahnya. "Dan saya selalu memakai pakaian lengkap. Saya memakai gaun atau legging, tergantung permintaan klien."
Adrianna mengaku kalau hampir semua kliennya mengerti batasan yang ia terapkan. Tetapi ia memang pernah mengalami satu kejadian tak menyenangkan dengan seorang klien yang mencoba melampaui batas. Untunglah ada sang kekasih yang segera menolong.