Ups, karyawan di Honduras dipaksa pakai popok!
Sebuah perusahaan Korea-Amerika di Honduras dituduh memaksa karyawannya memakai popok. Simak kisah uniknya!
Sebuah perusahaan Korea-Amerika di Honduras dituduh memaksa karyawannya memakai popok untuk meningkatkan produktivitas mereka.
Sabtu lalu (10/8), Daniel Duron, Sekretaris Jenderal Konfederasi Pekerja Umum di Honduras, mengecam pelanggaran hak-hak tenaga kerja yang dilakukan oleh Kyungshin-Lear Honduras Electrical Distribution Systems. Para pemimpin serikat buruh dan mantan karyawan yang bekerja di perusahaan tersebut menuduh Kyungshin-Lear memaksa karyawannya memakai popok dewasa untuk mengurangi waktu ke kamar mandi.
Peraturan tersebut terutama diberlakukan bagi karyawan wanita. Kesaksian para mantan karyawan Kyungshin-Lear akan menjadi bukti yang dibawa Daniel ke otoritas pekerja di Honduras untuk menyelediki kasus tersebut.
"30 Inspektur telah menangangi kasus ini. Untuk memverifikasi ketepatan klaim yang dituduhkan pada perusahaan," kata Menteri Tenaga Kerja Honduras, Jorge Bogran, seperti dilansir hondudiario.com.
Edgardo Dumas, perwakilan hukum dari Kyungshin-Lear menolak tuduhan itu dan mengatakan bahwa perusahaan mengklaim tidak pernah melanggar hukum perburuhan di Honduras. Pernyataan tersebut juga didukung oleh Presiden Asosiasi Produsen Honduras yang mengaku kepada pers bahwa tuduhan tersebut palsu dan menyalahkan campur tangan serikat Amerika.
Namun, bantahan dari pihak Kyungshin-Lear dibantah keras oleh Maria Galeano, seorang karyawan wanita yang dipecat pada bulan April lalu, setelah tujuh tahun bekerja di Kyungshin-Lear. Maria mengaku bahwa dia dan teman-temannya dipaksa untuk memakai popok karena mereka tidak diizinkan pergi ke kamar mandi. Dirinya juga berjanji akan membawa teman-temannya yang lain untuk memberi pernyataan di depan pers.
Kyungshin-Lear Electrical Distribution Systems mulai beroperasi di Honduras 10 tahun yang lalu, dan memiliki sekitar 3.500 karyawan.
Sources: Hondudiario, EFE
(mdk/des)