LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. GAYA

Unik, Peternak di Italia Budidayakan Ayam Petelur di Hutan

Unik, peternak di Italia budidayakan ayam petelur di hutan. Telur yang dihasilkan terbukti lebih enak dan sehat, sehingga menjadi langganan restoran berbintang.

2019-03-14 10:00:00
Hobi Unik
Advertisement

Normalnya ayam petelur dipelihara di peternakan dalam kandang-kandang sempit dengan cahaya matahari minim. Akibatnya ayam jadi tumbuh tak sehat. Walaupun begitu, ini adalah situasi yang sulit dihindari jika peternak dituntut untuk menyediakan daging dan telur dengan harga murah. Walaupun begitu, seorang peternak di Italia punya cara berbeda untuk mengembangbiakkan ayam-ayam petelurnya.

Massimo Rapella, 48, menjalankan peternakan yang benar-benar berbeda. Dia membudidayakan lebih dari 2000 ekor ayam di tengah hutan Alpen, tanpa kandang atau kurungan. Ayam-ayam petelurnya tampak lebih sehat, karena bebas berkeliaran di hutan dan beraktivitas di bawah siraman cahaya matahari seperti ayam liar. Makanan mereka berasal dari alam, berupa biji-bijian, serangga, cacing, atau dedaunan. Akibatnya, telur yang mereka hasilkan pun lebih kenyal dan lezat.

Advertisement
Ayam-ayam petelur Massimo Rapella ©Massimo Rapella/Uovo di Selva


Dilansir Atlas Obscura, telur-telur yang dihasilkan di peternakan hutan Rapella dilabeli merek Uovo di Selva yang berarti telur hutan. Dijual langsung ke konsumen dan restoran terkemuka.

Rapella menjadi peternak karena kebetulan. Awalnya dia dan sang istri mengelola yayasan nirlaba berbasis pendidikan di Valtellina. Tetapi krisis moneter 2008 membuat pemerintah menghentikan bantuan kepada yayasannya. Mereka pun pindah ke pegunungan dan mulai memelihara beberapa ekor ayam untuk dikonsumsi sendiri.

Advertisement
Ayam-ayam petelur Massimo Rapella ©Massimo Rapella/Uovo di Selva


Ayam-ayam itu dibiarkan berkeliaran di hutan dan lama-kelamaan merasa betah di sana. Mereka pun berkembang biak secara alami.

Ayam-ayam petelur Massimo Rapella ©Massimo Rapella/Uovo di Selva


"Saya mulai berpikir apakah saya bisa membawa lebih banyak ayam dan menciptakan 'telur Alpen' untuk dijual di pasar lokal," katanya.

Kini suami-istri Rapella telah memelihara 2100 ekor ayam petelur produktif di hutan seluas dua hektar. Setiap hari Rapella bisa memanen sekitar 1300 telur.

Baca juga:
Harga Telur di Pasar Belum Alami Penurunan Sejak Natal
Ini Komoditas yang Harganya Naik di Awal Pekan 2019
Harga Telur dan Daging Ayam di Bekasi Masih Tinggi
Kenaikan Tarif Angkutan Udara dan Telur Ayam Penyebab Inflasi Desember
Sempat melejit, harga telur di Pasar Kebayoran Lama kini stabil

(mdk/tsr)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.