LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. GAYA

Tren baru \'dark tourism\': Pariwisata ke tempat-tempat tragedi

Ternyata tempat-tempat tragedi dan bekas daerah perang juga bisa menarik wisatawan. Tren wisata 'dark tourism' buktinya.

2012-04-28 11:54:00
gaya
Advertisement

Saat ini muncul sebuah tren baru dalam dunia pariwisata yang disebut 'dark tourism'. Dark tourism adalah pariwisata yang dilakukan ke tempat-tempat terjadinya tragedi, seperti bekas penjara, bekas arena perang, bekas tempat mengungsi, dan sebagainya.

Mengapa tren ini bisa terjadi? Bukankah kebanyakan orang akan memilih tempat-tempat indah yang penuh ketenangan untuk meredakan kepenatan?

Saat ini, sebuah tim dari University of Central Lanchasire di Inggris menjadi yang pertama mempelajari fenomena tersebut. Mereka berharap menemukan penjelasan, mengapa para wisatawan lebih memilih tempat-tempat seperti daerah bekas konflik, pembantaian, atau tragedi sebagai tempat wisata mereka.

Advertisement

Philip Stone, seorang direktur Institute for Dark Tourism Reseacrh memberikan jawaban pada BBC bahwa dia percaya para wisatawan yang mengunjungi tempat-tempat terjadinya tragedi tertarik untuk mencari makna dari kejadian yang pernah terjadi di tempat itu. Di sana mereka bisa menggali perasaan empati kepada para korban yang pernah merasakan tragedi di tempat itu, sebelum akhirnya menarik manfaatnya pada kehidupan mereka sendiri.

Ini bisa dijadikan sebuah produk wisata, dimana para wisatawan mampu bisa melakukan wisata rohani dan moral tanpa harus terkotak-kotakkan oleh agama tertentu.

Bukti menunjukkan bahwa akhir-akhir ini popularitas dark tourism (atau disebut juga thanatourism) telah berkembang pesat di kalangan wisatawan, walaupun angka spesifik masih belum bisa dipastikan.

Advertisement

Walaupun begitu, Dr Stone berpendapat bahwa fenomena ini memiliki sejarah yang panjang. Pelaksanaan eksekusi pada abad pertengahan adalah bentuk awal dari dark tourism, dan praktik seperti ini terus berlangsung hingga sekarang, bahkan dalam bentuk yang semakin berkembang.

Untuk selanjutnya, lembaga ini akan memeriksa cara-cara yang etis untuk mengembangkan dark tourism, seperti mengelola situs-situs bersejarah yang memungkinkan para wisatawan datang dan menjelajah, tanpa menjadi berlebihan.(mdk/kun)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.