Tangisan bayi di malam hari bisa picu perceraian
Tangisan bayi di malam hari dapat menyebabkan perceraian pada satu dari tiga pasangan.
Kelelapan tidur Anda terganggu karena tangisan bayi di malam hari? Sebuah penelitian terbaru menunjukkan bahwa tangisan bayi di malam hari dapat menyebabkan perceraian pada satu dari tiga pasangan.
Sebagaimana dilansir Daily Mail (16/3), orang tua dengan anak yang masih kecil mendapatkan sekitar enam jam tidur malam - lebih sedikit satu jam dari lamanya waktu tidur yang dianjurkan. Para ahli juga mengatakan bahwa orang dewasa membutuhkan tidur lelap setidaknya lima jam untuk memulihkan kesehatan tubuh sehingga dapat berkonsentrasi pada hari berikutnya.
Sebuah survei yang dilakukan pada 2.000 orang tua ini menemukan bahwa 30 persen dari mereka yang telah bercerai atau berpisah menyalahkan tidur malam yang terganggu karena tangisan anak.
Sebelas persen dari mereka juga mengaku pura-pura tidur ketika anak mereka terbangun di malam hari, sehingga pasangan merekalah yang akhirnya berurusan dengan itu. Penelitian terbaru yang dilakukan oleh para ilmuwan Amerika menunjukkan bahwa tidur malam yang baik dapat meningkatkan hubungan pasangan dengan membuat mereka menjadi tidak egois antara satu sama lain.
Lantas, bagaimana dengan Anda dan pasangan? Apakah tangisan anak terasa sangat mengganggu di malam hari?