Tak bisa jalan dalam 3 tahun, pria ini dipaksa putuskan pacar
Demi cinta, wanita ini rela merawat kekasihnya yang hanya bisa duduk di kursi roda. Simak kisah cinta inspiratif ini!
Seorang gadis di China dipaksa untuk meninggalkan pacarnya, jika pria itu tidak bisa berjalan lagi dalam kurun waktu tiga tahun.
Orang tua Yang Nan mengizinkan gadis 23 tahun itu tinggal bersama kekasihnya, Yan Hongbo, dengan syarat pria itu harus bisa berjalan lagi dalam waktu tiga tahun. Jika tidak, Nan harus kembali tinggal bersama orang tuanya dan memutuskan hubungannya dengan Hongbo, yang kini hanya bisa terbaring lemas di tempat tidur.
Nan telah memohon kepada orang tuanya, agar dia diberi lebih banyak waktu, karena kondisi Hongbo yang hampir tidak memiliki harapan lagi untuk bisa berjalan.
"Saya tidak tahu apa yang harus saya lakukan. Saya tahu dia bisa disembuhkan, tapi kami tidak punya uang untuk biaya berobat. Kami bahkan tidak punya cukup uang untuk kebutuhan makan sehari-hari. Kami perlu keajaiban," kata Nan kepada China Daily.
Meski Hongbo sangat mencintai Nan, dia ingin kekasihnya mendengarkan perintah orang tuanya dan segera meninggalkannya. Dia juga sangat tahu bahwa hubungannya dengan Nan sama sekali tidak memiliki masa depan.
"Nan memiliki masa depan yang cerah, sementara saya tetap tidak bisa berjalan," ungkap Hongbo.
Hongbo, 27, kini menderita kelumpuhan dari pinggang hingga kaki, setelah mengalami kecelakaan motor yang mengerikan pada tahun 2009. Ketika itu, Nan dan Hongbo belum menjadi sepasang kekasih, namun hanya bersahabat.
photo by China Daily
Kecelakaan tragis itu terjadi ketika Hongbo, yang dulunya bekerja sebagai mekanik mobil, itu mengendarai sepeda motornya di tengah hujan deras di jalan sekitar pegunungan. Dia kemudian tergelincir dari tebing dan jatuh dari ketinggian lebih dari 100 meter ke bebatuan di bawahnya.
photo by China Daily
Namun, kecelakaan itu bukan lah satu-satunya cobaan yang harus dihadapi oleh Hongbo. Setelah kecelakaan itu, orang tuanya terlibat pertengkaran dan tanpa diduga, ayahnya memukul ibunya hingga tewas. Ayah Hongbo pun akhirnya harus meringkuk di penjara, dan meninggalkannya sendirian.
Ketika Nan membaca tentang cerita Hongbo di koran, dia langsung pergi untuk mengunjunginya. Merasa kasihan pada penderitaan yang dialami sahabat baiknya, Nan memutuskan untuk berhenti dari pekerjaannya dan merawat Hongbo. Kedekatan itu pun akhirnya membuat benih-benih cinta tumbuh di antara mereka.
Nan kemudian menelepon orang tuanya untuk memberitahu mereka tentang hal itu, namun orang tua Nan tidak setuju dengan keputusan yang telah diambil oleh putri mereka. Hongbo kini berharap bahwa ayahnya bisa dibebaskan dari penjara untuk merawatnya, sehingga dia tidak perlu merepotkan Nan lagi.