LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. GAYA

Tahukah kamu, dulu biru merupakan warna paling berharga di dunia?

Tahukah kamu, dulu biru merupakan warna paling berharga di dunia? Pewarna biru yang dikenal sebagai indigo cake dianggap sebagai barang berharga, bahkan bisa digunakan sebagai pengganti mata uang di Eropa.

2017-07-03 12:05:00
Fakta Unik
Advertisement

Hampir semua orang menyukai jeans biru. Mungkin kamu juga memiliki beberapa potong di rumah. Tetapi saat ini, jins biru cuma sehelai baju yang bisa kita beli dengan harga terjangkau. Siapa yang bakal percaya kalau berabad-abad yang lalu, sehelai kain dengan warna biru bisa menghabiskan banyak uang?

Biru pernah menjadi warna paling bernilai di dunia. Pewarna biru yang dikenal sebagai indigo cake dianggap sebagai barang berharga, bahkan bisa digunakan sebagai pengganti mata uang.

Warna biru adalah komoditas ekspor yang dimonopoli oleh orang Eropa, karena bahannya sulit dibudidayakan. Warna ini didapatkan dari tanaman indigofera yang dibudidayakan di Peru, India, Asia Timur dan Mesir pada zaman purba. Bukti tertua mengenai penggunaan warna indigo atau nila bisa ditelusuri hingga tahun 4000 SM, berasal dari catatan di Huaca Prieta, Peru.

Advertisement

Koleksi indigo cake kunodi Technical University of Dresden, Jerman.© Wikimedia Commons/Shisha-Tom

Tetapi nama indigo sendiri berasal dari bahasa Yunani yang berarti 'pewarna dari India'. Sebab waktu itu para saudagar Yunani mendapatkan indigo cake dari India. Kata ini kemudian diserap oleh bahasa Latin dan Portugis hingga menjadi indigo.

Dilansir Indigoartbox.com, teknologi pembuatan warna biru masuk ke Eropa melalui catatan Marcopolo. Para budak dari Afrika membawa pengetahuan tentang budidaya indigofera atau tanaman nila ke Amerika Serikat. Pada tahun 1700-an, keuntungan dari perdagangan indigo cake sudah melampaui gula dan kapas.

Advertisement

"Indigo lebih kuat dari senjata," kata Catherine E. McKinley, penulis Indigo: In Search of the Color that Seduced the World. "Indigo digunakan sebagai mata uang secara harfiah. Mereka menukarkan selembar kain biru dengan satu budak."

"Pada saat revolusi Amerika, dolar tidak memiliki kekuatan dan indigo cake digunakan sebagai mata uang," kata McKinley.

Lambat laun, orang Eropa mulai mengembangkan teknik pembuatan warna biru sendiri. Bahan yang dipakai lebih rendah mutunya daripada indigofera. Namun bahan ini lebih terjangkau bagi banyak orang. Lama-kelamaan warna biru tak lagi menjadi barang mewah.

Baca juga:
Mengunjungi 'kedutaan ganja' di Italia
Jago merayu, wanita Thailand ngaku pernah kencani 5.000 pria tajir
Aksi wanita Amerika Serikat yoga di atas laut
Harta karun kapal karam Atocha, lebih besar daripada Titanic
5 Bahan mematikan yang jadi resep kecantikan kuno

(mdk/tsr)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.