Simak perjuangan dramatis Vitara Indra ikut JFC 2015
Mulai dari membawa kostum seberat 20kg hingga motor mogok dan tak bawa uang.
Salah seorang peserta JFC (Jember Fashion Carnaval) 2015, Vitara Indra mengungkapkan bagaimana perjuangannya dalam proses mengikuti acara tersebut. Total berat kostum yang dipakai Vitara Indra adalah 20kg. Jelas itu bukan bobot yang ringan. Sampai di Jember, penderitaan Vita belum berakhir. Untuk melakukan aktivitas yang bisa dibilang mobile, dia terpaksa menyewa motor. Hampir putus asa, Vita akhirnya menghubungi pihak panitia bahwa dia mengalami kesulitan di jalan.
Wanita yang berdomisili di Bali ini mengatakan pada merdeka.com (30/8), bahwa dirinya benar-benar butuh perjuangan untuk mengikuti JFC. Ingin tahu bagaimana dramatisnya kisah Vitara? Simak yang berikut ini:Membawa kostum dari Bali naik bus
Vita mengaku membawa kostum tersebut dari Bali ke Jember dengan menaiki bus umum.
"Dua minggu sebelum hari H ada Grand Juri, yaitu penilaian. Di situ peserta harus membawa kostum lengkap. Nah, saya membawa dari Bali dengan menaiki bus umum. Tidak ada yang mengantar, travel penuh, bawa kendaraan sendiri gak bisa, apa boleh buat? Dua puluh kilogram saya boyong naik bus umum sendirian," ungkap wanita yang akrab disapa Vita ini.Sewa motor
"Saya datang sendiri, gak ada yang nemenin. Terpaksa saya sewa motor untuk pergi ke tempat latihan sambil bawa kostum seberat itu dengan make up full. Siang hari itu, kebayang kan panasnya Jember gimana? Parahnya lagi, motor tiba-tiba mati (mogok), cari bensin gak nemu dan saya tidak bawa uang cash. ATM jauh. Di situ saya benar-benar kebingungan."Naik becak dibayarin
"Untungnya panitia JFC ini baik semua. Mereka nyemperin, kostum saya dibawain, becak dibayarin, sampai-sampai mereka juga bantuin ngerakit kostum. Saya juga diambilin makan dan minum. Di situ saya benar-benar ngerasa kekeluargaan yang sangat luar biasa," pungkas Vita.