Setiap orang tinggalkan ciuman di nisan penulis kondang ini, kenapa?
Apa yang membuat setiap pengunjung meninggalkan ciuman di nisan Oscar Wilde?
Di Pere Lachaise Cemetery, Paris berdiri sebuah makam megah tempat jasad Oscar Wilde terbaring. Wilde adalah seorang penulis dan pujangga kontroversial pada zamannya. Dia dikenal karena novel The Picture of Dorian Gray yang menampilkan hal-hal tabu pada masa itu.
Makam Wilde sendiri tampak mencolok dengan nisan dari batu berhias patung serupa Sphinx yang terbang mengepakkan sayap. Patung itu dibuat berdasar puisi The Sphinx yang ditulis Wilde semasa hidup.
Namun bukan itu yang menjadikan makam Wilde mencuri perhatian. Anehnya, hampir setiap bagian nisan tersebut dipenuhi cap bibir. Rupanya para penggemar wanita Wilde telah meninggalkan ciuman untuk Wilde. Mereka mengekspresikan kekaguman dan penghormatan terhadap sang penulis dengan bekas lipstik.
Selama bertahun-tahun, nisan Wilde telah menerima ribuan ciuman hingga warna batunya perlahan berubah kemerahan. Dilansir Amusing Planet, tradisi unik ini dimulai sejak tahun 1990-an. Pihak yang berwenang sempat mengenakan denda bagi para peziarah yang berani meninggalkan bekas lipstik di nisan Wilde. Pasalnya noda lipstik tersebut semakin sulit dibersihkan dari hari ke hari. Namun peraturan tersebut tak mampu menghentikan ulah para pengunjung iseng.
Pada tahun 2011, pada peringatan kematian Oscar Wilde yang ke-111, pihak berwenang memasang pembatas dari kaca untuk menghalangi para peziarah wanita mencium nisan. Namun sekarang mereka justru meninggalkan cap bibir dan rangkaian bunga di lembaran kaca yang mengelilingi makam.
Baca juga:
Unik, Ada Pesawat 'Gendong' Pesawat
Demi berlibur, keluarga asal Bekasi sulap angkot jadi hotel berjalan
Lima buah paling mahal sejagat, bisa bikin kantong bolong
Waduh, ada restoran tawarkan makan gratis buat pelanggan bugil!
Setangkai anggur di Jepang harganya mencapai Rp 141 juta