LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. GAYA

Satu frame bersama Dewi Kwan Im saat berlibur ke Semarang!

Rasakan keseruan Imlek dengan berkunjung dan menikmati lokasi unik di Kota Semarang

2016-02-05 00:10:00
Advertorial
Advertisement

Tidak terasa sebentar lagi akan memasuki tahun baru Imlek yang meriah. Hari Raya Umat Buddha ini biasanya identik dengan pembagian angpao kepada anak-anak hingga remaja yang masih belum berkeluarga. Tidak hanya itu, lampion dan baju berwarna merah juga merupakan item yang tidak bisa dilepaskan dari perayaan ini.

Nah, di hari besar tersebut tentu wisatawan telah merencanakan berlibur ke suatu tempat untuk menghilangkan rasa penat, bukan? Ada baiknya untuk mengunjungi Pagoda Avalokitesvara di Semarang untuk berlibur sekaligus mengulas sejarah di baliknya.

Tentang Bangunan Pagoda

Advertisement


Sumber foto: flickr.com/DITO JANUAR

Pagoda Avalokitesvara memiliki ketinggian lebih dari 45 meter. Bangunan ini berlokasi di Jalan Perintis Kemerdekaan Semarang yang merupakan pusat peribadatan umat Buddha. Pemerintah mulai meresmikan bangunan megah ini pada tahun 2006 dan dinyatakan sebagai pagoda tertinggi di Indonesia. Di dalam bangunan ini juga terdapat Buddha Rupang yang besar dan megah.

Advertisement

Makna 7 tingkat Pagoda


Sumber foto: flickr.com/Arief Kurniawan Alexander

Tujuh tingkat pada bangunan pagoda memiliki makna bahwa seorang pertapa akan mencapai kesucian dalam tingkat ketujuh. Bagian dalamnya berbentuk persegi dengan ukuran 15X15 meter. Pada tingkat kedua hingga keenam terdapat patung Dewi Kwan Im yang menghadap keempat penjuru angin. Hal ini bertujuan untuk memancarkan kasih sayang ke seluruh arah mata angin.

Kemudian, pada tingkat ke tujuh terdapat patung Amitaba yang merupakan guru besar dewa dan manusia. Tidak sampai di sana saja, di bagian puncak pagoda terdapat Stupa untuk menyimpan butir-butir mutiara yang ke luar dari Sang Buddha. Wisatawan juga dapat melihat patung Dewi Kwan Im serta Sang Buddha yang duduk di depan pohon Bodi, tepat di depan Pagoda.

Lebih Berkesan Dengan Menginap di Cottage Komplek Vihara


Sumber foto: flickr.com/deddy award

Berbeda dengan berlibur ke tempat wisata lain, di sini wisatawan juga akan dimanjakan dengan adanya cottage yang masih dalam satu kompleks vihara. Tempat penginapan ini diurus oleh pengurus vihara dan tidak membanderol tarif menginap untuk para wisatawan yang datang. Bisa dikatakan ini merupakan solusi terbaik bagi para backpacker untuk berwisata hemat. Sebab, para tamu yang datang cukup membayar seikhlasnya saja. Jam bukanya pukul 07.00-21.00 WIB.

Tunggu dulu, pengunjung yang datang ke sini diharapkan untuk berpakaian dan berbicara sopan. Anda juga tak perlu melakukan reservasi melalui travel agent terlebih dahulu, karena kamar bisa langsung dipesan. Mudah, bukan?

Mengisi Perut sebentar di Rumah Makan Sari Rasa

Saat mengunjungi vihara ini, wisatawan tak perlu khawatir akan kelaparan. Sebab, tempat ini selalu ramai akan pedagang yang menjual aneka makanan khas Semarang, seperti lumpia, roti ganjel rel, hingga wedang tahu. Tapi, ada sebuah restoran terdekat yang patut untuk dicoba kenikmatan sajiannya, yakni Rumah Makan Sari Rasa.

Salah satu menu favorit para pengunjung adalah garang asam. Ada tiga jenis menu garang asam yang ditawarkan, yaitu garang asam ayam, jerohan dan cakar ayam. Sajian tersebut dibungkus dengan daun pisang yang masih mengepulkan asap sehingga wanginya begitu semerbak.


Sumber foto: flickr.com/Motoyomoto

Di dalamnya terdapat irisan tomat hijau, cabai hijau, dan bawang putih. Tak heran bila rasanya begitu menggoyang lidah. Bahkan kuahnya yang bening memiliki rasa asam, pedas, dan menyegarkan. Wisatawan juga akan disuguhkan dengan tahu campur, ayam goreng, tahu telur, hingga nasi rames. Bila ingin lidah termanjakan saat berkunjung ke Semarang, maka datang saja ke rumah makan yang terletak di Jalan Pandanaran, Randusari, Kota Semarang ini.

How to Get Vihara Buddhagaya Watugong?

Untuk bisa sampai di sini bukanlah hal yang sulit. Wisatawan bisa menggunakan jalur udara daro Bandara Soekarno-Hatta Jakarta menuju Bandara Internasional Acmad Yani Semarang. Maskapai Citilink dengan harga tiket Rp 350.000,- pun siap untuk mengantarkan wisatawan ke Ibu Kota Jawa Tengah tersebut.

Tidak berhenti sampai di sana, untuk menuju vihara, wisatawan perlu menyewa mobil. Waktu tempuh dari kota hanyalah 45 menit. Sedangkan letak vihara tepat berada di depan Markas Kodam IV Diponegoro.

Menarik bukan berlibur ke Semarang sambil menilik cerita di balik Pagoda Avalokitesvara di Vihara Buddhagaya Watugong? Saat berkunjung ke sini, jangan lupa untuk abadikan momen bersama Dewi Kwan Im dan tulis ceritanya dalam travel note. (mdk/ind/tmi)

(mdk/tmi)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.