Sambut Natal, pria ini sulap rumahnya jadi taman lampu
Pria ini memenangkan rekor dunia tahun lalu, saat dia menghias rumahnya dengan 502.165 lampu
Ketika pengacara Australia, David Richards, membuat dekorasi rumah untuk Natal empat tahun lalu, dia tidak tahu bahwa hobi sederhana itu akan berubah menjadi sebuah passion baru baginya. Ayah tiga ini sekarang malah tergila-gila dengan hobi tersebut, ketika malam Natal tiba.
Terkesan dengan dekorasi lampu di rumahnya, tahun ini Richards diminta untuk mendandani Petrie Plaza di distrik pusat bisnis di Canberra. Display-nya tahun ini mencakup dekorasi sepanjang 120 kilometer dengan lebih dari satu juta bola lampu. Petrie Plaza pun kini menampilkan gambar 3-D yang terbuat dari lampu dalam bentuk tiga hadiah Natal yang besar.
Display spektakuler itu telah membuat Richards memenangkan rekor Guinness untuk ketiga kalinya. Dia juga memenangkan rekor yang sama tahun lalu, ketika dia menghias rumahnya dengan 502.165 lampu.
"Kami telah menghias rumah kami selama bertahun-tahun, dan orang-orang datang dari mana-mana untuk melihat lampu kami. Tahun ini, kami tidak tahu berapa banyak orang yang akan datang?" kata Richards kepada ABC News.
Tahun ini, Richards telah melipatgandakan jumlah lampu di rumahnya. Dia juga mengungkapkan bahwa dia bekerja keras untuk melakukan itu dalam rangka mengumpulkan dana untuk badan amal SIDS and Kids. SIDS adalah penyebab utama dari kematian tak terduga pada bayi di antara usia 1 bulan sampai 1 tahun.
Richards pernah mengalami tragedi memilukan pada tahun 2002, ketika dia dan istrinya kehilangan Thomas - anaknya yang baru berusia satu bulan.
Photos: Guinness World Records
"SIDS and Kids membantu kami begitu banyak, jadi ini adalah cara kami untuk membalas mereka," tambahnya.
Richards pun berhasil mengumpulkan USD 138.000 (sekitar Rp 1,7 miliar) tahun lalu, dengan meminta sumbangan kepada semua orang yang mengunjungi display lampu mereka. Untuk membuat malam Natal tahun ini semakin bersinar, dia telah mengerjakan display spektakulernya selama sembilan bulan terakhir.
Untuk menyempurnakan display-nya, dia juga meminta bantuan kepada arsitek pencahayaan, insinyur listrik, insinyur sipil, dan desainer.
Baca juga:
Kabe-don, cara bikin pria tak berdaya ala komik Jepang
Tuesday Talk In Love ungkap pentingnya traveling selagi muda
Ini kakek 72 tahun, pembuat omelet tercepat di dunia!
Keren, ahli kungfu China tetap bisa napas meski leher digantung!
Seberapa gandrung orang Indonesia dengan selfie?