Rasa kesepian merupakan sebuah pertanda, jangan diabaikan
Rasa kesepian merupakan sebuah pertanda, jangan diabaikan! Maike Luhmann, psikolog dari University of Cologne mengatakan bahwa rasa kesepian merupakan sinyal yang dikirim sistem psikologis kita untuk memberitahukan bahwa ada yang salah dalam hubungan sosial yang kita miliki saat ini.
Sering merasa kesepian, padahal kamu memiliki banyak teman dan tak kekurangan aktivitas menyenangkan untuk dilakukan? Ini adalah sebuah sinyal dari sistem psikologis kita. Jangan dibiarkan begitu saja.
Dilansir Lifehacker, Maike Luhmann, psikolog dari University of Cologne mengatakan bahwa rasa kesepian merupakan perwujudan dari 'kesakitan sosial' seperti halnya kesakitan fisik yang kita rasakan. Jadi jangan heran jika terkadang rasanya seperti tak tertahankan.
Tapi merasa kesepian sebenarnya merupakan hal yang sangat sehat dan wajar. Ini merupakan cara yang dipilih pikiran kita untuk memberitahu saatnya membuat perubahan. Batin kita merasakan kebutuhan atas rekoneksi, terhubung kembali dengan orang-orang di sekitar kita. Ini adalah tanda dari sistem psikologis kita bahwa ada sesuatu yang salah. Jika kita merasa kesepian saat berada di antara sekelompok orang yang kita kenal, kemungkinan besar ada yang salah dengan interaksi sosial kita selama ini. Cara terbaik untuk mengatasi hal ini adalah menemukan titik kesalahan tersebut dan memperbaikinya.
Namun ini juga bisa menjadi hal positif, selama kita tidak mengabaikan perasaan ini dan menanganinya dengan tepat. Luhmann mengatakan bahwa mengabaikan sinyal kesepian dapat menyebabkan efek kesehatan yang merugikan. Jika terus-menerus diabaikan, berhubungan dengan orang lain akan semakin sulit.
Singkatnya, ketika kita merasa kesepian, artinya kita sedang mendambakan interaksi sosial. Kita perlu melakukan sesuatu terhadap hubungan sosial yang kita miliki saat ini. Tetapi perlu diingat, merasa kesepian dan keinginan untuk menyepi merupakan dua hal yang sangat berbeda.
Baca juga:
Yang perlu diketahui tentang newlyweds blues dan cara mengatasinya
Alasan ilmiah kenapa penggila fiksi bakal jadi pasangan idaman
Ilmuwan temukan 4 tipe kepribadian baru, termasuk manakah Anda?
Menurut penelitian, ini 8 hal yang bikin seseorang dianggap seram
Ini penjelasan ilmiah mengapa kita ikut sedih 'Brangelina' cerai