Pohon Dolar, Tanaman Hias Indoor yang Tahan Panas dan Minim Air
Tanaman hias indoor yang terkenal dengan pohon dolar atau ZZ plant ini sangat mudah dirawat, tahan lama, dan efektif meningkatkan kualitas udara dalam ruangan.
Pohon dolar atau Zamioculcas zamiifolia adalah tanaman hias tropis yang sangat diminati karena penampilannya yang menarik dan perawatannya yang tidak rumit. Tanaman ini memiliki daun hijau tua yang mengilap dengan tekstur tebal dan berlilin, memberikan kesan rimbun dan modern di dalam ruangan.
Dikenal sebagai salah satu tanaman favorit bagi para pecinta tanaman hias, terutama pemula, pohon dolar memiliki daya tahan yang tinggi. Menurut informasi dari Gardenia Creating Gardens, Kamis, 14 Mei 2026, tanaman ini berasal dari daerah kering di Afrika Timur, termasuk Kenya dan bagian timur laut Afrika Selatan.
Di habitat aslinya, pohon dolar dapat tumbuh dalam kondisi dengan sedikit air dan cahaya yang terbatas. Kemampuan adaptasi ini menjadikannya ideal sebagai tanaman indoor baik di rumah maupun di kantor. Pohon dolar tergolong dalam keluarga Araceae atau talas-talasan, yang juga mencakup monstera, caladium, dan keladi hias. Tanaman ini memiliki bentuk yang unik, dengan batang tegak dan daun simetris yang tumbuh langsung dari pangkal tanaman. Daunnya yang tebal berfungsi untuk menyimpan cadangan air, sehingga tanaman ini tetap dapat bertahan meskipun jarang disiram.
Selain memiliki ketahanan terhadap kekeringan, pohon dolar juga tumbuh dengan lambat dan memiliki penampilan yang rapi. Di habitat alaminya, tanaman ini dapat mencapai tinggi sekitar 60 hingga 90 sentimeter. Namun, saat ditanam di dalam ruangan, ukuran pohon dolar biasanya akan disesuaikan dengan besar pot serta kondisi lingkungannya, dengan tinggi rata-rata sekitar 60 sentimeter.
Meskipun pohon dolar dapat menghasilkan bunga kecil berwarna putih kehijauan yang mirip dengan bunga talas, bunga ini biasanya tumbuh tersembunyi dekat permukaan tanah dan jarang muncul ketika tanaman dipelihara di dalam ruangan. Setelah berbunga, pohon dolar dapat menghasilkan buah beri kecil berwarna putih, meskipun hal ini cukup jarang terjadi.
Penyerap Polutan
Pohon dolar tidak hanya berfungsi untuk memperindah tampilan ruangan, tetapi juga diyakini memiliki kemampuan untuk meningkatkan kualitas udara di dalam rumah. Tanaman ini dikenal dapat menyerap senyawa organik volatil (VOC) yang dihasilkan dari polusi dalam ruangan, sehingga menciptakan suasana yang lebih sehat dan nyaman bagi penghuninya. Meskipun tanaman ini tergolong mudah dirawat, tetap diperlukan perhatian khusus agar tumbuh dengan baik dan tetap terlihat menarik. Berikut adalah beberapa tips untuk merawat pohon dolar yang dapat Anda praktikkan di rumah.
1. Letakkan di Area dengan Cahaya Tidak Langsung
Pohon dolar sangat menyukai cahaya terang yang tidak langsung, namun tanaman ini juga dapat bertahan di tempat dengan pencahayaan yang minim. Sebaiknya, letakkan tanaman ini dekat jendela atau di sudut ruangan yang mendapatkan cahaya alami secara cukup. Namun, penting untuk menghindari paparan sinar matahari langsung dalam waktu lama, karena hal tersebut dapat menyebabkan daun tanaman terbakar dan berubah warna menjadi kekuningan atau kecokelatan.
Cara Penyiraman
2. Gunakan Media Tanam yang Mudah Mengalirkan Air Pohon dolar memerlukan media tanam yang memiliki drainase baik untuk mencegah akar dari pembusukan. Campuran tanah yang dirancang khusus untuk kaktus dan sukulen merupakan pilihan yang tepat karena dapat mengalirkan air dengan cepat. Pastikan juga pot yang digunakan dilengkapi dengan lubang drainase agar air tidak menggenang di bagian bawah pot, yang dapat mengakibatkan masalah pada akar tanaman.
3. Siram Saat Tanah Mulai Mengering Penyiraman untuk pohon dolar tidak perlu dilakukan setiap hari, karena tanaman ini memiliki kemampuan untuk menyimpan cadangan air di batang dan akarnya. Oleh karena itu, tanaman ini lebih tahan terhadap kondisi kering. Sebaiknya siram tanaman ketika bagian atas tanah terasa kering pada kedalaman sekitar 2 hingga 3 sentimeter. Penyiraman yang berlebihan dapat menjadi faktor utama yang menyebabkan akar membusuk pada pohon dolar.
4. Perhatikan Suhu dan Kelembapan Ruangan Pohon dolar tumbuh dengan optimal pada suhu ruangan berkisar antara 15 hingga 24 derajat Celsius. Tanaman ini juga dapat beradaptasi dengan kelembapan ruangan yang biasa, sehingga sangat cocok dijadikan sebagai tanaman indoor di iklim tropis seperti Indonesia. Meskipun tanaman ini tahan terhadap udara yang kering, sebaiknya hindari meletakkannya di dekat pendingin ruangan atau di area yang mengalami perubahan suhu yang ekstrem.
Pemupukan
5. Beri Pupuk Secukupnya
Pohon dolar tidak memerlukan pemupukan yang terlalu sering. Cukup gunakan pupuk cair seimbang yang telah diencerkan setiap enam bulan hingga satu tahun sekali untuk mendukung pertumbuhan daun agar tetap sehat dan hijau. Pemupukan yang berlebihan harus dihindari karena dapat merusak akar dan menghambat pertumbuhan tanaman. Dengan cara ini, Anda dapat memastikan bahwa tanaman tetap dalam kondisi optimal tanpa risiko kerusakan yang disebabkan oleh kelebihan nutrisi.
6. Pangkas Daun yang Menguning
Pemangkasan pada pohon dolar umumnya dilakukan untuk menghilangkan daun-daun tua, kering, atau yang menguning. Pastikan untuk menggunakan gunting yang bersih dan tajam agar tanaman tidak rentan terhadap serangan jamur atau bakteri. Memangkas daun yang rusak juga berfungsi untuk membuat tampilan tanaman lebih rapi dan segar. Dengan menjaga kebersihan dan kesehatan daun, Anda dapat membantu pohon dolar tumbuh dengan lebih baik dan lebih menarik.
7. Ganti Pot Secara Berkala
Pohon dolar memiliki pertumbuhan yang relatif lambat, sehingga tidak perlu sering-sering dipindahkan ke pot baru. Penggantian pot biasanya cukup dilakukan setiap dua hingga tiga tahun sekali atau ketika akar mulai memenuhi pot. Pilih pot baru yang sedikit lebih besar dari pot sebelumnya agar media tanam tidak terlalu lembap dan dapat mencegah pembusukan akar. Dengan melakukan ini, Anda membantu tanaman mendapatkan ruang yang cukup untuk tumbuh dan berkembang dengan baik.