Online shop Corpies buat pemiliknya merasa lebih dihargai
Pernah merasa jadi orang kecil, pinggiran, dan diacuhkan? Wiraswastawan sukses Joni Corpies pernah alami itu.
Kehidupan sebagai seorang mantan mahasiswa rantau di Kota Malang dialami seorang Joni Agung Sudarmanto sejak tahun 2009. Mahasiswa asal Tulungagung ini numpang tinggal di rumah kakaknya di Malang.
Joni yang dulunya merupakan keluarga Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang ini kemudian bernasib mujur dengan memperoleh modal dari PKM (Progam Kreativitas Mahasiswa) sebesar Rp 5 juta untuk usaha sepatu lukisnya.
Singkat cerita, Joni memulai bisnis dari berjualan di trotoar pasar minggu yang biasanya di gelar di Idjen Boulevard. Saat berjualan, dia kerap merasa karyanya tidak dihargai.
"Pernah ditawar 40 ribu mbak. Ya saya tahu, memang tidak semua orang bisa menghargai karya seni. Meski ada ibu-ibu yang bilang sepatu ginian banyak di pasar, saya cuma bisa mengiyakan saja.", terangnya.
Terlebih lagi, sebagai pengusaha kecil, Joni pernah tidak diacuhkan oleh temannya sendiri saat berjualan. "Saya pernah juga saat berjualan melihat teman saya ada di Pasar Minggu. Jangankan menyapa, dia nengok aja nggak mau ke saya", ujar Joni.
Namun kini, setelah menjalani usaha Corpies Custom Clothing selama hampir 3 tahun, Joni merasakan perbedaan yang jelas dalam hidupnya.
Dirinya telah banyak diundang orang untuk membagikan inspirasi dalam seminar dan pameran. Produknya laku keras di pasaran sehingga dia tidak perlu bergantung pada orang tua lagi.
"Alhamdulillah saya pernah ikut pameran di beberapa kota seperti Jakarta, Surabaya, Bali dan Malang beberapa kali", kata Joni.
Hidup memang tidak mudah. Usaha yang dirintis dari bawah kadang berhasil, kadang juga tidak. Namun hasil terbaik dari usaha keras itu pasti datang.
Baca juga:
Dari PKM jadi UKM: Sepatu lukis Joni Corpies
Cat "rahasia" racikan Joni Corpies
Online shop Corpies buat pemiliknya merasa lebih dihargai
Tampil trendi dengan sepatu lukis Corpies