Misterius, danau biru di Jambi ini bisa menyala di malam hari!
Danau dengan air biru cemerlang ini dipercaya menyimpan jasad seorang puteri jelita. Airnya bisa menyala di malam hari.
Di Desa Lempur, Kerinci, provinsi Jambi, terdapat sebuah danau menakjubkan yang dikenal dengan nama Danau Kaco. Danau ini merupakan bagian dari Taman Nasional Kerinci Seblat. Airnya berwarna biru cemerlang, seolah dicelup cat biru laut.
Danau Kaco memiliki nama yang berarti 'danau kaca' karena kejernihannya. Begitu jernihnya, batang-batang pohon mati yang tersebar di dasar danau bisa terlihat jelas. Menurut situs Wonderful Indonesia, danau ini juga menjadi habitat bagi ribuan ikan semah.
Danau Kaco memiliki luas 30 meter. Sejauh ini belum diketahui berapa kedalamannya. Banyak peneliti yang mencoba menyelami danau ini. Tetapi sebelum mencapai dasar danau, tangki oksigen mereka sudah kehabisan udara.
Baca juga: Danau ini tawarkan sensasi menyelam bareng ribuan ubur-ubur lucu
Photo by www.panoramio.com
Jika diperhatikan sekilas mirip dengan Danau Wuhua (Danau Bunga Lima) di Lembah Jiuzhaigou yang jadi andalan pariwisata China. Area sekitarnya pun dipenuhi tumbuh-tumbuhan hijau layaknya Wuhua.
Baca juga: Wuhua Hai, danau lima warna tercantik di China
Ukuran Danau Kaco jauh lebih kecil daripada Danau Wuhua, namun yang menjadikan danau ini istimewa adalah airnya yang bisa menyala di malam hari, terutama saat bulan purnama. Karena itulah banyak wisatawan yang sengaja berkemah di sekitar danau saat bulan purnama.
Photo by www.flickr.com
Keindahan air Danau Kaco yang luar biasa, menurut legenda berasal dari aura seorang putri jelita yang jasadnya ditenggelamkan ke dasar danau. Sementara warna birunya yang misterius dipercaya sebagai pantulan kilau ratusan permata yang dipersembahkan para pemuda pengagum sang puteri di masa lalu.
Baca juga:
Kolam renang keren ini dibangun di atas gedung termahal dunia
Kuil merangkap museum di Singapura ini simpan gigi Buddha asli
Bibi Ka Maqbara, kembaran Taj Mahal yang bernasib malang
Kuil di Vietnam ini memuja Muhammad, Yesus, hingga Victor Hugo