LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. GAYA

Menikmati Aroma Kopi Arabika di Buya Coffee

Minum kopi menjadi gaya hidup yang populer dan kekinian. Tak heran, usaha kedai kopi (coffee shop), bagai cendawan di musim hujan, banyak berdiri terutama di kota-kota besar. Kegiatan minum kopi di kedai pun menjadi pemandangan jamak saat ini. Kala pandemi, ketika bisnis lain tiarap, bisnis kedai kopi mampu bertahan.

2020-08-04 21:58:14
Kopi
Advertisement

Minum kopi menjadi gaya hidup yang populer dan kekinian. Tak heran, usaha kedai kopi (coffee shop), bagai cendawan di musim hujan, banyak berdiri terutama di kota-kota besar. Kegiatan minum kopi di kedai pun menjadi pemandangan jamak saat ini.

Tak heran, kala pandemi Covid-19 menerjang, ketika bisnis lain tiarap, bisnis kedai kopi mampu bertahan, ketika banyak usaha tidak bergerak.

Usaha kedai kopi pun menawarkan opsi baru bisnis yang potensial kala pandemi. Inilah yang menjadi inspirasi Muchamad Romly (34) untuk membangun bisnis kedai kopi, setelah bisnis travel umrahnya 'istirahat' sementara akibat pandemi.

Advertisement

Kedai kopi Romly bernama Buya Coffee. Dua outletnya sudah berdiri di Jakarta Barat dan yang terbaru di Cilandak, Jakarta Selatan, dekat kampus UPN Veteran.

Romly menjelaskan pandemi ini mendorong dirinya untuk merintis usaha baru di bidang food and beverage (F&B).

"Meski pandemi, saya melihat ini ada peluang. Pendorong lainnya, istri sudah punya bisnis F&B duluan, sehingga banyak kustomer dari istri minta menu kopi. Akhirnya kami memutuskan membuka Buya Coffee," kata Romly usai ditemui di Buya Coffee Cilandak, Jakarta Selatan, baru-baru ini.

Advertisement

Menurutnya, ciri Buya Coffee adalah menyasar penikmat kopi kelas pemula atau entry level, sehingga banyak menggunakan kopi jenis arabika. Pertimbangannya, kopi arabika memiliki aroma dan rasa yang populer, sehingga rasanya lebih dikenal sehingga bisa dinikmati di Indonesia.

Maka itu, Buya Coffee pun memiliki menu andalan, Kopi Buya, yang diracik menggunakan arabika. Menu ini istimewa, karena diracik menggunakan kopi arabika Lintong dari Humbang Hasunduran, Sumatera Utara, yang dipadu gula aren, susu segar, dan krim rahasia khas Buya. Menu andalan ini cocok bagi penikmat kopi pemula.

Namun, Kopi Buya bukan satu-satunya menu kopi di Buya Coffee. Berbagai menu kopi lain ditawarkan, seperti V360, vanilla latte, caramel macchiato, mocha frappe, long black, dan americano.

Menu nonkopi juga tersedia, seperti berbagai milk shake, regal cream milk, white chocolate milk, signature chocolate, dan matcha latte.

Untuk menikmati menu minuman di Buya Coffee, harganya cukup terjangkau. Per porsi dibanderol mulai Rp 18 ribu hingga Rp 24 ribu.

Dukungan Networking

©2020 Merdeka.com

Romly menargetkan memiliki lima outlet Buya Coffee hingga akhir tahun ini. Buya Coffee mengusung konsep outlet to go, artinya konsumen membeli kopi untuk diminum sebagai teman perjalanan atau dibawa pulang.

Target lima kedai itu tersebar di Jakarta, seperti Jakarta Timur, Jakarta Utara, dan Jakarta Pusat. Satu outlet segera beroperasi di kawasan Blok M, Jakarta Pusat. Ini hasil kerja sama dengan jaringan restoran Sari Ratu.

"Salah satu modal saya merintis kedai kopi ini adalah jaringan atau networking. Kami didukung jaringan restoran Sari Ratu sehingga target lima outlet hingga akhir tahun ini realistis. Sementara fokus di lima wilayah kota Jakarta. Kuncinya adalah jaringan," cerita Romly.

Satu kedai Buya Coffee dibangun dengan investasi sekitar Rp 100 juta. Investasi awal tersebut termasuk komponen gaji untuk pekerja selama tiga bulan ke depan sebagai pengaman untuk usaha rintisan.

Untuk mengembangkan Buya Coffee, Romly juga mendaftarkan kedai kopinya ke Go Food dan Grab Food. Saat ini sudah tahap verifikasi dari pihak platform. Romly menargetkan memiliki lima outlet Buya Coffee hingga akhir tahun ini. Konsep Buya Coffee mengusung konsep outlet to go, artinya konsumen membeli kopi untuk diminum sebagai teman perjalanan atau dibawa pulang.

Target lima kedai tersebut tersebar di Jakarta, seperti Jakarta Timur, Jakarta Utara, dan Jakarta Pusat. Satu outlet segera beroperasi di kawasan Blok M, Jakarta Pusat. Ini hasil kerja sama dengan jaringan restoran Sari Ratu.

"Salah satu modal saya merintis kedai kopi ini adalah jaringan atau networking. Kami didukung oleh jaringan restoran Sari Ratu sehingga target lima outlet hingga akhir tahun ini realistis. Sementara fokus di lima wilayah kota Jakarta. Kuncinya adalah jaringan," cerita Romly.

Satu kedai kopi Buya Coffee dibangun dengan investasi sekitar Rp 100 juta. Investasi awal tersebut termasuk komponen gaji untuk pekerja selama tiga bulan ke depan.

Untuk mengembangkan Buya Coffee, Romly juga mendaftarkan kedai kopinya ke Go Food dan Grab Food. Saat ini sudah tahap verifikasi dari pihak platform. 

(mdk/sya)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.