Mengintip Tradisi Greasy Pole, Panjat Pinangnya Nelayan Italia di Gloucester
Mengintip tradisi greasy pole, panjat pinangnya nelayan Italia di Gloucester. Peserta adalah para pria dari usia remaja hingga dewasa. Mereka diminta untuk berjalan menyusuri tiang licin yang dipasang di ujung dermaga. Mereka harus bisa mengambil bendera Italia yang ditancapkan di ujung tiang tanpa terjatuh ke laut.
Tahukah kamu, bukan cuma orang Indonesia yang punya tradisi memanjat pohon pinang? Di Gloucester, Massachusetts, Amerika Serikat ada tradisi yang hampir sama. Sebuah festival yang dikenal dengan nama greasy pole.
Menurut lansiran Atlas Obscura, peserta greasy pole adalah para pria dari usia remaja hingga dewasa. Mereka diminta untuk berjalan menyusuri tiang yang dipasang di ujung dermaga. Mereka harus bisa mengambil bendera Italia yang ditancapkan di ujung tiang tanpa terjatuh ke laut. Sebelumnya tiang sudah dilicinkan dengan berbagai macam bahan. Mulai dari minyak, pelumas, saus tabasco, hingga kulit pisang.
Greasy pole merupakan festival yang dirayakan oleh komunitas nelayan keturunan Italia yang bermukim di Gloucester. Tradisi ini sudah berlangsung sejak musim panas tahun 1927 dan merupakan bagian tak terpisahkan dari perayaan untuk Santo Petrus.
Greasy pole sendiri berasal dari bahasa Inggris yang berarti 'tiang berminyak'. Tantangan unik ini menandai rasa bersyukur warga atas keselamatan di laut dalam satu tahun terakhir, sekaligus sebagai harapan untuk memperoleh perlindungan di tahun berikutnya.
Greasy pole termasuk tantangan yang cukup berbahaya. Lecet, memar, dan luka di wajah merupakan hal yang biasa dialami para peserta. Namun polisi siap siaga dengan pantauan di atas helikopter untuk berjaga-jaga jika terjadi kecelakaan.
Baca juga:
Kisah Penjaga Malam Kota Lausanne
Hilangkan Kebodohan, Keraton Surakarta Sesaji Kepala Kerbau
Melihat Warga Jepang Menuliskan Semangat Tahun Baru di Kontes Kakizome
Seramnya Ritual Penyucian Diri Warga Meksiko
Pamali Jual Nasi di Desa Sirnaresmi