LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. GAYA

Mengenal Kaesong, Kota di Korea Utara yang Punya 12 Situs Budaya UNESCO

Salah satunya adalah Jembatan Sonjuk dan makam Raja Gongmin. Kaesong sempat menjadi ibukota kerajaan di masa Dinasti Taebong dan Goryeo sejak 918 sampai 1392

2020-07-29 15:35:17
Travel
Advertisement

Jika berbicara soal pariwisata, barangkali Korea Utara kalah pamor dari Korea Selatan. Namun negara pimpinan Kim Jong-un juga bukannya tak punya daya tarik bagi turis. Tak sedikit pecinta traveling dari negara lain yang tertarik mengunjungi Korea Utara justru karena misteriusnya negara tersebut.

Tujuan wisata populer di Korea Utara adalah Pyongyang. Namun Kaesong pun menyimpan pesona tersendiri. Atas perintah Kim Jong-un, baru-baru ini kota itu ditutup total untuk mencegah persebaran virus Covid-19.

Kota Bersejarah nan Kaya Warisan Budaya

Advertisement

©Wikimedia Commons/David Stanley

Kaesong memang nama yang kurang akrab bagi wisatawan. Namun bagi Korea Utara, Kaesong merupakan kota bersejarah dengan banyak peninggalan penting. Sempat menjadi ibukota kerajaan di masa Dinasti Taebong dan Goryeo sejak 918 sampai 1392, kini Kaesong merupakan rumah bagi situs warisan dunia UNESCO.

Dilansir dari laman resmi UNESCO dan World Heritage Site, ada sekitar 12 peninggalan bersejarah di kota tersebut yang masuk ke Situs Budaya UNESCO pada 2013. Salah satunya adalah Jembatan Sonjuk dan makam Raja Gongmin. Status warisan dunia itu diberikan sebagai perwujudan nilai-nilai politik, budaya, filosofis, dan spiritual dari Kerajaan Goryeo di Korea Utara.

Advertisement

Pusat Industri Makanan Ringan Korut

©Flickr/Clay Gilliland

Kaesong menjadi satu-satunya kota yang tidak hancur selama perang Korea Selatan dan Korea Utara. Saat itu, Kaesong masih milik Korea Selatan sebelum adanya perjanjian gencatan senjata Korea pada 1953 mengalihkan kepemilikan Kaesong kepada Korea Utara.

Kaesong sempat menjadi pusat dagang produksi ginseng Korea, namun kini Kaesong menjadi pusat industri makanan ringan Korea Utara. Karena dekat dengan batas negara dengan Korea Selatan, kota ini merupakan pusat pertukaran ekonomi antar-kedua negara.

Destinasi Buat Wisatawan Mancanegara

©Flickr/Uri Tours

Kaesong pun menjadi tujuan bagi para wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Korea Utara. Situs bersejarah yang banyak dikunjungi wisatawan antara lain adalah Gerbang Nam Kaesong, Museum Goryeo, dan Jembatan Sonjuk.

Gerbang Nam adalah tempat wisata paling ikonik di Kaesong yang dibangun menjelang akhir dinasti Koryo pada 1391. Gerbang tersebut dibangun kembali oleh Pemerintah Korea Utara pada 1954, setahun setelah bangunan itu dibom oleh Amerika Serikat.

Buat mencapai Kaesong, wisatawan harus lebih dulu menuju Ibu Kota Pyongyang. Lalu, dilanjutkan dengan memakai kendaraan atau tur profesional yang diakui Pemerintah Korea Utara dengan perjalanan darat.

Reporter: Henry
Sumber: Liputan6.com

(mdk/tsr)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.