LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. GAYA

Mengenal famadihana, tradisi karak jenazah di Madagaskar

Ikatan mereka dengan leluhur yang sudah meninggal tak berhenti sampai di pemakaman saja.

2015-10-17 01:00:00
Tradisi Unik
Advertisement

Warga suku Merina di Madagaskar rupanya sangat menghargai leluhur mereka. Ikatan mereka dengan leluhur atau anggota keluarga terdekat yang sudah meninggal tak berhenti sampai di pemakaman saja.

Mereka punya tradisi bernama famadihana yang dilangsungkan setiap 7 tahun sekali. Dilansir Listverse, famadihana berarti 'memutar tulang-belulang'. Tradisi ini umum dijumpai di dataran tinggi Hauts dan biasa dilakukan antara bulan Juni hingga September.

Tradisi famadihana berasal dari keyakinan suku Merina yang mengatakan kalau arwah orang yang sudah mati tidak dapat pergi ke alam lain sampai jasad mereka benar-benar membusuk.

Selain memberikan penghormatan kepada leluhur yang sudah meninggal, perayaan ini sekaligus menjadi ajang berkumpulnya keluarga besar. Saat famadihana berlangsung, anggota keluarga berkumpul di makam para leluhur. Kuburan mendiang dibuka dan jasadnya dikeluarkan. Jasad ini kemudian dibungkus dengan lambas (sejenis kain kafan) dan diperciki parfum.

Topik pilihan: Wisata Alam | Tradisi Mistis | Budaya Indonesia

Dilansir Lonely Planet, biasanya wanita yang mengalami kesulitan hamil mengambil sobekan kain kafan yang sudah usang itu dan menyelipkannya di bawah kasur. Konon cara ini bisa membuat mereka mudah mendapatkan keturunan.

Setelah itu tiap anggota keluarga merenung sambil memangku jasad mendiang. Mereka bahkan berfoto dengan mendiang. Jasad leluhur itu kemudian dikarak di sekitar makam sebelum dikebumikan di tempatnya semula. Sebelum kuburan ditutup kembali, disertakan pula persembahan uang, alkohol, dan foto almarhum.

Advertisement

Baca juga:
6 Festival 'gila' yang semarakkan bulan Oktober di berbagai negara
Sadisnya ritual Ogun di Nigeria
Mengintip panasnya tradisi perang api di Pura Dalem Khayangan
Tsaatan, suku penggembala rusa di Mongolia yang nyaris punah

(mdk/tsr)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.