Mengenal Eksfoliasi Wajah: Jenis, Manfaat, dan Risiko yang Perlu Diketahui
Bukan cuma tubuh, wajah pun perlu dieksfoliasi sekali waktu agar proses peremajaan kulit lancar.
Mungkin Anda sudah pernah mendengar kalau eksfoliasi merupakan bagian penting dari perawatan kulit. Bukan cuma tubuh, wajah pun perlu dieksfoliasi sekali waktu agar proses peremajaan kulit lancar.
Apa yang dimaksud eksfoliasi? Berikut ini Merdeka.com akan membahasnya secara tuntas.
1. Pengertian Eksfoliasi Wajah
Eksfoliasi adalah proses pengelupasan kulit mati agar sel kulit baru bisa terbentuk (regenerasi). Manusia memproduksi sekitar 500 juta sel kulit setiap hari, dengan demikian, sel kulit mati akan menumpuk di permukaan. Jika tidak dibersihkan, penumpukan sel kulit mati ini akan menghambat peremajaan.
Eksfoliasi bisa dilakukan pada kulit tubuh secara keseluruhan, bagian yang mudah kering seperti tumit dan siku, atau wajah. Alat bantu yang digunakan juga beragam. Mulai dari scrub, sikat lembut, loofah, enzim, sampai acids.
Karena bagian wajah memiliki kulit yang lebih sensitif daripada bagian tubuh lain, eksfoliator yang digunakan juga lebih lembut. Misalnya enzim dan acids.
2. Manfaat Eksfoliasi Wajah
Secara singkat, tujuan eksfoliasi wajah adalah meremajakan kulit. Manfaatnya adalah kulit yang lebih sehat, cerah, dan bebas masalah.
Berikut ini manfaat kecantikan yang bisa didapatkan jika rajin eksfoliasi wajah.
- Meremajakan kulit
- Membersihkan pori-pori dan mencegah komedo
- Membantu penyerapan produk skincare
- Merangsang sirkulasi dan drainase limfatik
- Mencegah jerawat
- Menjadikan kulit lebih cerah/glowing
Demikian berbagai manfaat yang bisa didapatkan dari eksfoliasi wajah.
3. Jenis-Jenis Eksfoliasi Wajah
Eksfoliasi wajah memiliki banyak jenis. Berikut ini beberapa diantaranya yang populer.
Eksfoliasi Fisik
Proses pengelupasan kulit mati menggunakan objek dengan permukaan yang tidak rata seperti scrub, sikat halus, loofah, shower puff, atau prosedur dermabrasi. Jenis eksfoliasi ini tidak disarankan untuk mereka yang berkulit sensitif atau bermasalah dengan jerawat.
Eksfoliasi Kimiawi (Chemical Peeling)
Selanjutnya, ada chemical peeling yang mengeksfoliasi kulit mati dengan bahan kimia yang sudah diformulasikan agar aman digunakan pada wajah. Misalnya acids (asam) seperti AHA, BHA, dan PHA.
Acids ini bekerja dengan menyatu dengan lipid di lapisan terluar kulit, lalu meluruhkannya sehingga sel yang mati terlepas. Singkatnya, acids adalah eksfoliator yang bertugas meluruhkan 'lem' pengikat sel kulit mati.
Eksfoliasi Enzimatik
Ini adalah proses pengelupasan kulit mati dengan eksfoliator paling lembut, cocok untuk kulit sensitif. Enzim yang digunakan berasal dari bahan-bahan alami seperti buah pepaya dan nanas. Cara kerjanya mirip dengan acids, hanya saja lebih lambat.
4. Frekuensi Eksfoliasi Wajah yang Disarankan
Seberapa sering kita bisa melakukan eksfoliasi wajah? Berikut ini panduan untuk Anda.
Kulit Normal & Kombinasi
- Eksfoliasi wajah 2-3 kali seminggu.
- Bisa pilih scrub, acids, atau enzim.
Kulit Kering
- Lakukan 1-2 kali seminggu.
- Disarankan menggunakan AHA seperti glycolic acid.
Kulit Berminyak
- Eksfoliasi wajah 2-3 kali seminggu.
- Gunakan BHA seperti salicylic acid.
Kulit Sensitif
- Lakukan eksfoliasi wajah 1 minggu sekali.
- Lebih aman jika menggunakan enzim buah-buahan seperti nanas dan pepaya.
Kulit Matang (>40 tahun)
- Eksfoliasi wajah 2 kali seminggu.
- Gunakan eksfoliator AHA yang paling baik untuk meremajakan kulit.
5. Bahaya Eksfoliasi Wajah Berlebihan
Eksfoliasi wajah memang penting untuk kesehatan kulit, namun sebaiknya tdak dilakukan secara berlebihan. Pasalnya, sel kulit bisa mengalami kerusakan dan tanda-tanda penuaan muncul lebih cepat. Jadi, hindari eksfoliasi setiap hari.
"Eksfoliasi setiap hari bisa menyapu miyak alami dari kulit, sehingga menyebabkan jerawat. Juga bisa menyebabkan iritasi karena Anda mengelupas laisan teratas kulit sebelum pulih," tutur pakar facial selebriti, Joanna Vargas seperti dilansir Glamour.
"Jika kita melakukan eksfoliasi terlalu sering, proses perputaran sel justru bisa terhambat. Eksfoliasi berlebihan juga bisa menyebabkan iritasi dan inflamasi kronis, dan pada akhirnya dapat mempercepat penuaan," kata Elizabeth Tanzi, M.D., seorang pakar dermatologi yang berbasis di Washington, D.C. seperti dilansir Glamour.
6. Cara Eksfoliasi Wajah yang Benar
Agar eksfoliasi wajah bisa memberikan hasil yang optimal, sebaiknya lakukan beberapa hal berikut.
- Bersihkan wajah terlebih dahulu.
- Lakukan eksfoliasi di malam hari jika Anda menggunakan makeup sepanjang hari.
- Lakukan eksfoliasi di pagi hari jika Anda bermasalah dengan wajah kusam saat bangun tidur.
- Eksfoliasi membuat kulit kehilangan kelembapan alami, jadi oleskan moisturizer atau hydrating toner sesudahnya.
- Beberapa jenis acids untuk eksfoliasi wajah bisa menyebabkan kulit jadi lebih sensitif terhadap cahaya matahari, jadi pastikan Anda selalu menggunakan tabir surya sesudahnya.
Demikian hal-hal yang perlu Anda ketahui tentang eksfoliasi wajah.
Sumber: Healthline, Alodokter, Herbivore, Glamour
(mdk/tsr)