Memahami alasan di balik perselingkuhan
Memahami penyebab selingkuh ternyata tak mudah. Ketahui faktanya di sini!
Ketika perselingkuhan terjadi, pertanyaan pertama yang muncul adalah "kenapa?" Sangat mudah untuk menjawab "dengan siapa?" "kapan?" "di mana?" namun pertanyaan ini tak akan memuaskan. "Kenapa?" selalu menjadi pertanyaan yang akan menghantui pasangan ketika terjadi perselingkuhan.
Jawabannya tentu bisa berbeda-beda. Bahkan ilmuwan dan ahli terapi pun tak bisa memiliki alasan yang pasti untuk menjelaskan mengapa seseorang berselingkuh. Faktanya, ketika peneliti menanyakan pada pria dan wanita mengenai berselingkuh, pria seringkali menyombongkan diri tentang perselingkuhan mereka, sementara wanita menutup-nutupi dan 'mengecilkan' perselingkuhan. Mengapa demikian?
Helen Fisher, seorang antropolog menjelaskan bahwa secara tradisional, wanita lah yang lebih rugi jika sebuah perselingkuhan terbongkar. Wanita bisa kehilangan anak-anak, pendukung keuangan, bahkan mengalami kekerasan rumah tangga dan kekerasan psikologis dari lingkungan sekitarnya.
Meski begitu, masih banyak orang yang melakukan perselingkuhan. Hampir 50 persen orang berselingkuh, sementara 98 persen orang mengaku suka berfantasi tentang orang lain selain pasangan. Dengan adanya jejaring sosial saat ini, perselingkuhan bisa terjadi dengan lebih mudah.
Lalu, mengapa orang berselingkuh? Anggapan umum adalah karena mereka tak bahagia dengan hubungan mereka. Padahal sesungguhnya tak begitu. Sekitar 80 persen perselingkuhan terjadi hanya karena adanya kesempatan. Jika ini benar, maka tak peduli seberapa bahagianya pernikahan Anda, setiap pernikahan berisiko untuk terkena virus perselingkuhan.
Uniknya, semakin dicegah, misalkan dengan membatasi jumlah teman pasangan, memberikan aturan yang tegas, justru akan membuat kemungkinan berselingkuh semakin besar. Satu-satunya yang dibutuhkan adalah kejujuran dan kesetiaan, seperti dilansir oleh Your Tango (01/03).
Ketika perselingkuhan terjadi, jujurlah pada pasangan. Tanyakan apa penyebabnya. Minta pasangan untuk jujur. Tunjukkan bahwa Anda bersedia dan siap untuk duduk bersama dan membicarakan semua masalah dari hari ke hari. Jadikan hubungan Anda sebagai prioritas, jangan jadikan masalah perselingkuhan sebagai fokusnya.
Pada akhirnya alasan perselingkuhan bisa sangat berbeda bagi masing-masing orang. Cara terbaik adalah dengan bersikap jujur. Jika Anda sudah siap untuk mendengarkan dan menerima perspektif pasangan yang berselingkuh, maka ajak dia berbicara. Jika tidak, kemungkinan Anda akan dihantui oleh pertanyaan "kenapa?" seumur hidup.
(mdk/kun)