LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. GAYA

Lika-liku mengolah bahan bekas menjadi miniatur truk

Pekerjaan paling berat adalah soal detail kendaraan.

2016-03-07 18:15:00
Batu
Advertisement

Ruang sekitar 3x4 meter menjadi tempat Yusuf Hanafi dan karibnya, Muhammad Idris, menelurkan karya. Puluhan miniatur truk setengah jadi berjejer di sudut-sudut ruangan.

Sebagian masih belum selesai diberi kelir. Sementara lainnya segera dikirimkan pada pemesannya. Hanafi dan Idris memproduksi miniatur truk dari bahan limbah mebel.

"Cara pembuatan memang masih manual. Kami berharap bisa membeli mesin, agar pengerjaan lebih cepat. Kendalanya selama ini masih manual, sehingga proses pengerjaannya cukup lama," kata Hanafi di gerainya, Kelurahan Temas, Kota Batu, Senin (7/3).

Dalam sepekan, Hanafi dibantu Idris mendapatkan pesanan 3 sampai 4 melalui media sosial Facebook. Proses paling makan waktu adalah menghaluskan permukaan dengan amplas di bagian detail miniatur.

"Roda dan kepalanya terbuat dari fiber yang dicetak. Kalau bagian baknya dari kayu yang butuh waktu penghalusan lama," ujar Hanafi.

Kepada para pelanggan, mereka selalu menjanjikan pesanan selesai dalam waktu dua bulan. Meski begitu, mereka butuh sekitar sepuluh hari buat merampungkan replika truk itu.

"Satu pesanan butuh waktu sepuluh hari, tetapi kepada konsumen kita janjikan dua bulan baru rampung. Karena beberapa pesanan sebelumnya harus diselesaikan," ucap Hanafi.

Antara Hanafi dan Idris saling berbagi peran menyelesaikan setiap pesanan. Hanafi fokus pada bagian bak truk dan detail tahap akhir. Sementara Idris kebagian mencetak bagian kepala truk, spion, hingga roda dari serat kaca.

"Langkah awal yang dilakukan adalah pencetakan bagian kepala dari bahan fiber. Kepala truk, spion, dan roda terbuat dari fiber," kata Idris.

miniatur truk dari limbah mebel ©2016 merdeka.com/darmadi sasongko

Bahan resin, katalis, dan bubuk diaduk sebelum kemudian diratakan di cetakan. Butuh sekitar 15 menit buat mencetak, sebelum kemudian diampelas hingga halus.

Bersamaan itu, Hanafi mendesain bak truk dari kayu. Setelah selesai kemudian dirakit dan dihaluskan di setiap detail miniatur.

"Semakin kecil semakin sulit. Paling sulit bagian detailnya," ujar Idris.

Advertisement

miniatur truk dari limbah mebel ©2016 merdeka.com/darmadi sasongko

Proses paling akhir dilakukan pengecatan dengan teknik airbrush. Pengecatan disesuaikan dengan pesanan baik warna maupun gambarnya.

miniatur truk dari limbah mebel ©2016 merdeka.com/darmadi sasongko

Advertisement

"Beberapa memang sudah membuat desain, tinggal kita yang membuatnya. Biasanya ada yang full airbrush, atau pakai stiker untuk gambar di baknya," ucap Idris.

Gambar di belakang truk pun beragam. Dari sekadar foto anggota keluarga maupun gambar-gambar perempuan seksi ala truk kerap melintas di jalanan. Salah satunya yang sedang dikerjakan gambar perempuan cantik bertulis 'Bukan Hobi Tapi Gaya Hidup', 'Ceritane Wis Bedo', dan lain sebagainya.

(mdk/ary)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.