Lengkap! Niat Sholat Idul Adha dan Sunnah yang Dianjurkan, Jangan Sampai Terlewat Saat Hari Raya Kurban
Idul Adha tiba! Ketahui niat sholat Idul Adha untuk imam dan makmum, lengkap dengan sunnahnya agar ibadah semakin berkah dan sesuai tuntunan.
Setiap tanggal 10 Dzulhijjah, umat Islam di seluruh dunia merayakan Hari Raya Idul Adha—sebuah momen suci yang bukan hanya identik dengan penyembelihan hewan kurban, tapi juga diawali dengan pelaksanaan shalat Idul Adha. Shalat ini menjadi simbol syiar Islam yang kuat, mempererat ukhuwah, serta menumbuhkan ketakwaan melalui ritual yang sakral dan penuh makna.
Meskipun hukumnya sunnah muakkad (sangat dianjurkan namun tidak wajib), shalat Idul Adha dianjurkan untuk dikerjakan oleh seluruh lapisan umat Muslim—baik pria maupun wanita, tua atau muda, bahkan wanita yang sedang haid dianjurkan turut menyimak khutbah Idul Adha sebagai bagian dari syiar tersebut.
Agar pelaksanaannya sesuai sunnah Rasulullah SAW, mari simak niat, tata cara, serta sunnah-sunnah shalat Idul Adha yang penting berikut ini.
Niat Shalat Idul Adha: Jangan Asal Ucap
Shalat tidak sah tanpa niat. Maka, penting untuk memahami dan melafalkan niat shalat Idul Adha sesuai peran kita dalam shalat: sebagai imam atau makmum.
- Niat bagi Makmum:
أُصَلِّيْ رَكْعَتَيْنِ سُنَّةً لعِيْدِ اْلأَضْحَى مَأْمُوْمًا للهِ تَعَــــــــالَى
Usholli sunnatan ‘iidil adhaa rok’ataini mustaqbilal qiblati ma’muuman lillaahi ta’aalaa.
Artinya: Saya niat salat sunah Idul Adha dua rakaat menghadap kiblat sebagai makmum karena Allah Ta’ala.
- Niat bagi Imam:
أُصَلِّيْ رَكْعَتَيْنِ سُنَّةً لعِيْدِ اْلأَضْحَى إِمَامًا للهِ تَعَــــــــالَى
Usholli sunnatan ‘iidil adhaa rok’ataini mustaqbilal qiblati imaaman lillaahi ta’aalaa.
Artinya: Saya niat salat sunah Idul Adha dua rakaat menghadap kiblat sebagai imam karena Allah Ta’ala.
Jika shalat dilaksanakan sendiri (misalnya saat kondisi tertentu seperti pandemi), maka lafalkan “munfaridan” sebagai gantinya.
Tata Cara Shalat Idul Adha Sesuai Sunnah
Berikut ini tata cara shalat Idul Adha dua rakaat berdasarkan sunnah Nabi dan penjelasan para ulama:
1. Tidak Diawali Adzan atau Iqamah
Sesuai hadits riwayat Bukhari dan Muslim, Rasulullah SAW tidak pernah mengumandangkan adzan ataupun iqamah sebelum shalat Id.
2. Tidak Ada Shalat Qabliyah atau Ba’diyah
Shalat Idul Adha berdiri sendiri tanpa disertai shalat sunnah sebelumnya atau setelahnya. Hal ini juga dicontohkan langsung oleh Nabi Muhammad SAW.
3. Pelaksanaan Rakaat Pertama
- Takbiratul Ihram
- Doa Iftitah, lalu
- Takbir Zawaid sebanyak 7 kali, diselingi zikir berikut:
Allahu akbaru kabira, walhamdulillahi katsira, wa subhanallahi bukratan wa asila.
(Artinya: Allah Mahabesar dengan segala kebesaran, segala puji bagi Allah dengan pujian yang banyak, Mahasuci Allah, baik waktu pagi dan petang.)
Atau membaca:
سُبْحَانَ اللهِ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ وَلاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ
Subhanallah, walhamdulillah, wa la ilaha illallah, wallahu akbar.
- Membaca Surah Al-Fatihah, dilanjutkan Surah Al-A’la (Sabbihisma rabbikal a’la)
- Rukuk, sujud, dan gerakan shalat seperti biasa hingga berdiri untuk rakaat kedua.
4. Rakaat Kedua
- Setelah berdiri dari sujud, membaca takbir zawaid 5 kali, kembali diselingi dengan dzikir sebagaimana pada rakaat pertama.
- Membaca Surah Al-Fatihah, dilanjutkan Surah Al-Ghasyiyah (Hal ataka haditsul ghasyiyah)
- Menyelesaikan rukun shalat: rukuk, sujud, duduk tasyahud, dan diakhiri dengan salam.
5. Khutbah Setelah Shalat
Setelah shalat, umat Muslim dianjurkan untuk tetap duduk dan menyimak khutbah Idul Adha hingga selesai. Ini merupakan bagian dari syiar Islam, sebagaimana disebut dalam hadits riwayat Ibnu Abbas, di mana Rasulullah SAW bahkan memberi nasihat khusus kepada kaum wanita setelah khutbah.
Sunnah-Sunnah Sebelum dan Sesudah Shalat Idul Adha
Agar lebih sempurna, shalat Idul Adha sebaiknya dijalankan dengan beberapa amalan sunnah yang diajarkan Rasulullah SAW:
1. Mandi Sebelum Berangkat Shalat
Mandi sebelum keluar rumah menuju tempat shalat adalah sunnah yang mencerminkan kebersihan diri dan penghormatan terhadap hari besar umat Islam.
2. Memakai Pakaian Terbaik
Disunnahkan mengenakan pakaian yang bersih, indah, dan wangi. Namun tidak harus baru. Tujuannya adalah menampakkan kegembiraan dan kemuliaan Hari Raya.
3. Makan Setelah Shalat Idul Adha
Berbeda dengan Idul Fitri yang disunnahkan makan sebelum shalat, pada Idul Adha disunnahkan makan setelah shalat, lebih utama lagi jika makan daging kurban.
4. Mengumandangkan Takbir
Takbir Idul Adha sangat ditekankan, mulai dari malam tanggal 10 Dzulhijjah hingga akhir hari tasyriq (13 Dzulhijjah). Bacaan takbir yang umum dibaca:
Allahu akbar, Allahu akbar, laa ilaaha illallahu wallahu akbar. Allahu akbar walillahil hamd.
Takbir ini dibaca setelah shalat fardhu, baik secara berjamaah maupun sendiri.
Doa Setelah Shalat Idul Adha
Meski tidak wajib, memperbanyak doa setelah shalat Id sangat dianjurkan. Beberapa doa yang bisa dibaca antara lain:
1. Istighfar
Astaghfirullah hal azhim alladzi la ilaha illa huwa al-hayyul qayyum wa atubu ilaih.
Maknanya adalah permohonan ampun kepada Allah dengan penuh kerendahan dan pengharapan.
2. Doa Keselamatan
Allahumma antassalam wa minkassalam tabarakta ya dzal jalali wal ikram.
Memohon keselamatan dan keberkahan dari Allah SWT, Sang Pemilik Keagungan.
3. Doa Tauhid dan Ketundukan
Laa ilaha illallah wahdahu laa syarika lah, lahul mulku wa lahul hamdu wa huwa ‘ala kulli syai-in qadiir.
Sebagai bentuk pengakuan atas keesaan Allah dan keagungan-Nya atas segala sesuatu.
Makna yang Lebih Dalam dari Sekadar Ritus
Shalat Idul Adha bukan hanya kewajiban ritual semata, namun juga mengandung pelajaran spiritual yang mendalam. Ia mengingatkan kita akan ketaatan Nabi Ibrahim AS yang bersedia mengorbankan putranya demi perintah Allah. Momen ini mengajarkan kita tentang keikhlasan, pengorbanan, dan semangat berbagi.
Oleh karena itu, mari laksanakan shalat Idul Adha dengan penuh penghayatan, mulai dari niat yang lurus, tata cara yang benar, hingga menjaga adab dan sunnah-sunnahnya. Semoga amal ibadah kita diterima Allah SWT, dan semangat kurban senantiasa menghidupkan jiwa keislaman kita setiap tahunnya.
Selamat Hari Raya Idul Adha, semoga berkah dan rahmat-Nya menyertai kita semua.