LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. GAYA

Lakukan aksi nekat demi rekor dunia, 10 orang ini justru temui ajal

Beberapa orang mungkin menganggap mereka bodoh. Namun bagi beberapa pihak, orang-orang ini memiliki nyali luar biasa.

2016-05-21 14:46:46
Hobi Ekstrem
Advertisement

Ketika kita menyaksikan upaya pemecahan Guinness World Record di YouTube atau televisi, yang kita lihat adalah sukacita. Lewat video sepanjang beberapa menit, kita bisa melihat perjuangan panjang dan sulit penantang yang harus dilalui si penantang untuk memecahkan sebuah rekor atau mencetak rekor baru.

Tapi upaya pencetakan rekor dunia tidak hanya diwarnai dengan sukses atau kegagalan. Dalam beberapa kasus, aksi memecahkan rekor justu berakhir dengan kematian. Beberapa orang harus menemui ajal ketika mencoba untuk memenuhi ambisi terbesar mereka, menjadi pahlawan yang berhasil mencetak prestasi tingkat dunia.

Beberapa orang mungkin menganggap mereka bodoh. Namun bagi beberapa pihak, orang-orang ini memiliki nyali luar biasa. Mereka berani melakukan aksi-aksi berbahaya demi sebuah rekor, meskipun nyawa taruhannya.

Berikut ini kami tampilkan sepuluh orang nekat yang meregang nyawa saat mencoba memecahkan rekor dunia, dilansir dari Schoopwoop.

Sailendra Nath Roy

Sailendra Nath Roy, seorang stuntman dan penggila atraksi maut dari India berusaha untuk memecahkan rekor dunia menyeberangi jarak terjauh dengan kawat yang dikaitkan ke rambutnya. Nath Roy melakukan aksi gila itu pada tahun 2013. Para penduduk di dekat Sungai Teesta, Darjeeling menonton aksinya dengan antusias.

Sayangnya, Nath Roy mengalami serangan jantung fatal sebelum mencapai finish. Sorak sorai penonton pun berubah menjadi jeritan ngeri. Sebelumnya, Nath Roy mencetak rekor di bidang yang sama pada tahun 2011 dan 2012. Sayang aksi terakhirnya harus gagal.

Advertisement

Haris Suleman

Haris Suleman (3 Oktober 1996-23 Juli 2014) adalah seorang pilot muda yang meregang nyawa saat mencoba mengukuhkan diri sebagai pilot termuda yang terbang mengelilingi seluruh dunia dalam 30 hari.

Remaja keturunan Pakistan-Amerika ini melakukan aksi berisiko tersebut untuk mengkampanyekan pentingnya pendidikan setiap warga.

Haris dan ayahnya menjalankan penerbangan ambisius itu pada tahun 2014 lalu. Pesawat yang mereka kendarai jatuh tak lama setelah meninggalkan Pago Pago, Samoa. Haris maupun ayahnya tak berhasil diselamatkan.

Advertisement

Janaka Basnayake

Bagi sebagian orang, upaya pemecahan rekor yang dilakukan oleh Janaka Basnayake merupakan tindakan bunuh diri. Basnayake bukan seorang escape artist, namun dia ngotot ingin mencetak rekor dengan dikubur hidup-hidup.

Pada tanggal 5 Maret 2012, Basnayake meminta keluarga untuk mengubur dirinya di lubang sedalam 3 meter lalu ditutup dengan tanah dan ranting pohon. Aksi itu tidak didampingi tim ahli dan para asistennya.

Basnayake dikubur selama 7,5 jam. Setelah diangkat kembali, Basnayake sudah tidak bernapas. Hasil pemeriksaan tim medis memperkirakan kehabisan oksigen sebagai penyebab kematiannya. Selang udara yang dipakai Basnayake dalam triknya tertekuk karena timbunan tanah.

Juan Francisco Guillermo

Juan Francisco Guillermo, pesepeda asal Chili meninggal dunia di tengah upayanya untuk memecahkan rekor dunia. Guillermo mencoba menjadi orang pertama yang berhasil mengelilingi dunia dengan sepeda.

Dia telah menempuh 250.000 km dan melewati 5 benua dalam 5 tahun. Aksinya berakhir di tengah jalan raya Provinsi Nakhon Ratchasima, Thailand.

Sebuah truk menabrak Guillermo dan keluarganya. Istri Guillermo, Ng-Poh Leng (40) mengalami patah pada kaki kiri dan sang anak Lucas (2) menderita luka ringan. Sementara Guillermo langsung meninggal di lokasi kejadian.

Jessica Dubroff

Nasib Jessica Whitney Dubroff cukup tragis. Gadis cilik ini tewas saat mencoba proyek ambisiusnya, menjadi orang termuda yang terbang mengelilingi Amerika Serikat.

Dubroff menjalani aksinya di tahun 1996, bersama sang ayah dan seorang instruktur. Pada hari kedua,keluarga Dubroff dan sang instruktur memulai perjalanan selanjutnya dari Cheyenne Regional Airport in Cheyenne, Wyoming.

Pesawat Cessna 177B Cardinal yang ditumpangi ketiganya terjebak cuaca buruk. Pesawat itu pun jatuh, menewaskan seluruh penumpangnya.

Nicholas Mevoli

Aksi yang dilakuan oleh Nicholas Mevoli memang berbahaya. Dia mencoba memecahkan rekor menyelam terdalam tanpa bantuan sirip. Pada tahun 2013, Mevoli mencoba mengalahkan rekor penyelaman sedalam 101 meter yang sudah dicetak sebelumnya. Dia melakukan aksinya di Dean's Blue Hole, lubang biru terdalam di dunia.

Mevoli berhasil mencapai kedalaman 72 meter saja. Setelah itu dia naik ke permukaan dan menyatakan kondisinya baik-baik saja pada tim. Namun karena tekanan yang diterima paru-parunya, Mevoli mulai mengalami pendarahan. Dia meninggal dunia beberapa jam kemudian.

Diana Paris

Diana Paris kehilangan nyawa karena olahraga ekstrem skydiving. Paris harus menemui ajal saat mencoba untuk memecahkan rekor dunia bersama 222 skydiver lainnya. Menurut rencana, para skydiver harus menyelesaikan dua formasi udara sebelum mengembangkan parasut.

Formasi udara berhasil dilakukan dengan mulus. Masalah baru muncul ketika para skydiver mengembangkan parasut. Parasut utama milik Paris gagal berfungsi. Diana Paris terhempas ke tanah dan tewas.

Guy Garman

Guy 'Rusty' Garman atau kadang-kadang dipanggil Doc Peep adalah seorang dokter dan scuba diver yang meninggal selama upaya untuk menciptakan rekor dunia selam rekreasional pada tanggal 15 Agustus 2015.

Garman mencoba menciptakan rekor dengan menyelam pada kedalaman 1.200 kaki. Aksi ini dia lakukan di lepas pantai Saint Croix. Garman telah mengatur agar jalur tertimbang 1.300 kaki ditempatkan di titik penyelaman. Anak dan istrinya ikut hadir untuk menyaksikan.

Namun, setelah menyelam di kedalaman tertentu Rusty tak kunjung kembali. Jenazahnya baru ditemukan beberapa waktu kemudian. Saat itu usia Rusty 56 tahun.

Lowell Bayles

Lowell adalah pilot air stunt kebanggaan Amerika Serikat. Spesialisasinya adalah akrobat udara. Di National Air Races tahun 1931, Lowell berhasil memecahkan rekor tercepat di dunia dengan terbang di ketinggian 300 MPH.

Namun dalam sebuah kecelakaan, tutup bahan bakar pesawat yang dikemudikan Lowell longgar. Tutup bahan bakar tersebut kemudian lepas, terbang melalui kaca depan, dan menghantam kepala Bayles sampai tak sadarkan diri. Pesawat langsung terjun bebas ke daratan. Lowell dinyatakan tewas di tempat kejadian.

Javad Palizbanian

Aksi Blackwell membuat Javad Palizbanian terinspirasi untuk melakukan hal yang sama. Pria Iran ini ingin melampaui Blackwell dengan melompati 22 bus. Palizbanian melakukan aksinya di Stadion Azadi Sports, Teheran pada 28 Agustus 2005. Jarak total yang harus dia lewati adalah 209 kaki atau sekitar 63 meter.

Sebelum melakukan lompatan bersejarah itu, Palizbanian sempat melakukan wawancara dengan salah satu stasiun televisi. "Saya akan melakukan sesuatu yang bisa dibanggakan negara saya."

Begitu aksinya dimulai, Palizbanian terbanting di atas bus ke-13 dan meregang nyawa saat itu juga.

(mdk/tsr)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.