LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. GAYA

Kisah 5 binatang yang jadi mata-mata militer

Sejarah mencatat sejumlah spesies hewan yang telah dilatih sebagai mata-mata militer.

2016-01-14 10:01:54
Binatang Peliharaan
Advertisement

Kita sudah sering mendengar tentang hewan yang dijadikan mata-mata pada masa Perang Dunia dalam film dan cerita-cerita fiksi. Biasanya burung merpati yang paling sering dimanfaatkan untuk tugas intelejen ini.

Namun tak hanya merpati saja yang sempat digunakan jasanya sebagai mata-mata. Sejarah mencatat sejumlah spesies hewan lain yang telah dilatih sebagai mata-mata militer. Ada pula yang sedang dalam program pengembangan dan kemungkinan akan segera diluncurkan dalam beberapa tahun mendatang. Berikut ini kami rangkum kisah selengkapnya dari Oddee.

Advertisement

Kucing mata-mata CIA

Sepanjang tahun 1960-an, CIA mengembangkan program militer di mana kucing dilatih untuk menjadi mata-mata yang akan dikirim ke negara-negara Asia. Dalam rogram Acoustic Kitty ini tubuh kucing ditanami mikrofon dan pemancar untuk merekam suara.

Mantan pegawai CIA, Victor Marchetti mengatakan dalam bukunya The Wizards of Langley kalau program itu gagal total. Kucing pertama yang dilatih Acoustic Kitty tertabrak taksi sebelum keterampilannya sebagai mata-mata dapat dimanfaatkan.

Namun Bob Bailey, pelatih program tersebut mengatakan bahwa operasi itu sukses dan bahkan gerakan kucing-kucing itu dapat dikendalikan dengan suara ultrasonik. Dia mengatakan alasan sebenarnya program ini tak berlanjut adalah teknologi tersebut sudah ketinggalan zaman.

"Sekarang yang harus Anda lakukan adalah menyorot seseorang dengan laser inframerah dan Anda dapat mendengarkan percakapan mereka tanpa kesulitan sama sekali. Anda tidak perlu kucing segala," tuturnya seperti dilansir DailyMail.

Lumba-lumba dan singa laut di Marine Mammal Program Angkatan Laut AS

Kalau CIA punya Acoustic Kitty, Angkatan Laut Amerika Serikat punya Marine Mammal Program. Proyek ini dimulai lebih dari 40 tahun yang lalu dengan melatih lumba-lumba dan singa laut untuk mendeteksi perenang dan penyelam mencurigakan. Lumba-lumba yang digunakan karena mereka memiliki kemampuan sonar yang sangat baik, sementara singa laut memiliki penglihatan bawah air sempurna.

Ketika mereka mendeteksi perenang yang berbahaya, hewan-hewan itu akan menyentuh sensor di atas kapal pemantau. Pawang akan menempatkan penanda di hidung makhluk itu, dan hewan itu diperintahkan untuk berenang kembali ke sosok mencurigakan tadi dan menempelkan penanda. Selanjutnya si perenang mencurigakan akan dipantau langsung oleh angkatan laut.

Advertisement

Merpati yang bertugas di perang dunia kedua

Selama Perang Dunia II, burung merpati adalah bagian penting dari komunikasi militer. Mereka membawa kapsul berisi pesan penting, peta, foto, dan kamera. Burung-burung terlatih itu menjalankan misi dengan tingkat keberhasilan mencapai 90 persen. Berkat mereka posisi lawan berhasil diketahui.

Berkat peran mereka dalam keberhasilan invasi, lebih dari 32 merpati menerima medali dickin, penghargaan tertinggi untuk keberanian hewan di Inggris. Tak hanya Inggris yang menggunakan merpati sebagai mata-mata. Militer Swiss, NAZI Jerman, dan Irak juga menggunakan jasa unggas-unggas ini.

Elang mata-mata

Karena Inggris maupun Jerman sama-sama menggunakan merpati sebagai mata-mata, Inggris juga melatih jenis unggas lain untuk menghalau burung merpati kiriman NAZI. MI5 memanfaatkan elang untuk mencegah merpati NAZI melakukan tugasnya. MI5 melaporkan elang-elang didikan mereka menjalankan tugas dengan tingkat keberhasilan yang tinggi selama Perang Dunia II.

Alih-alih menembak jatuh burung, burung elang bisa menghentikan mata-mata merpati ini dengan lebih akurat dan membawa kembali pesan yang akan dikirimkan ke pihak musuh.

Hiu-hiu DARPA

Kalau angkatan laut AS menggunakan lumba-lumba dan singa laut, DARPA bakal menggunakan salah satu predator terganas di lautan sebagai mata-mata paling mutakhir. Defense Advanced Research Projects Agency (DARPA) adalah bagian dari Departemen Pertahanan AS yang bertanggung jawab atas pengembangan berbagai teknologi militer canggih AS.

Sejauh ini, para ilmuwan DARPA telah mengembangkan cara untuk mengontrol gerakan hiu dengan menggunakan bau yang dipancarkan dari receiver di kepala mereka. Mereka tengah mengembangkan teknologi yang memungkinan hiu berpatroli di perairan dan mengambil foto.

Itulah sejumlah binatang yang sempat dan akan dimanfaatkan sebagai agen intelejen.

(mdk/tsr)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.