LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. GAYA

Keprihatinan seorang ayah mengantar pria ini jadi pengusaha sukses

Keprihatinan atas kondisi sang anak justru mengantar pria ini sebagai entrepreneur sukses.

2016-02-09 21:04:00
Inspirasi Wirausaha
Advertisement

Berkat rasa cintanya yang dalam sebagai seorang ayah, pria ini justru berhasil menjadikan dirinya pengusaha sukses. Ketika Alex, putra Steve Kaufman yang baru berusia 13 tahun didiagnosis skoliosis (kelainan tulang punggung yang bengkok), Steve merasa putus asa.

Untuk mencegah kelainan tulang punggung Alex semakin parah, remaja itu harus mengenakan kerangka penyangga khusus. Kerangka dari logam tersebut memang bermanfaat besar, namun membuat Alex tak leluasa beraktivitas. Dia tidak bisa membungkuk untuk mengambil barang atau mengikat tali sepatunya sendiri.

"Ini melukai harga dirinya, sebab dia ingin mandiri. Karena kemandirian itu telah hilang darinya, saya ingin mengembalikannya," cerita Steve kepada Entrepreneur. Insinyur cerdas ini pun mencoba mencari jalan keluar bagi putranya.

Terdorong oleh rasa cinta seorang ayah kepada anaknya, Steve Kaufman menciptakan Quikiks. Steve merancang dan membuat sendiri sepatu hands-free pertama di dunia. Dengan sepatu berteknologi khusus ini, putranya tak perlu dibantu memakai sepatu lagi. Hanya dengan memasukkan kaki, sepatu akan terikat secara otomatis. Untuk melepaskan sepatu, si pemakai tinggal menekankan tumit kuat-kuat ke lantai. Magnet yang melekatkan sepatu pun akan terlepas dengan sendirinya. Steve menyebutnya teknologi "Step-in-Go".

Advertisement
Quikiks ciptaan Steve Kaufman © Entrepreneur

Steve merancang prototipe pertama untuk Quikiks pada tahun 2007. Dia menggunakan sepatu murah, karton bekas, dan magnet untuk membuatnya. Setelah Quikiks pertama selesai dibuat, Steve mulai terpikir untuk mengembangkannya menjadi bisnis. Dia bekerjasama dengan seorang desainer industri dan merancang ulang sepatu otomatisnya. Steve juga berhasil mendapatkan Marty Sokoloff, pemilik toko ritel lokal sebagai investor. Keduanya pun mendirikan perusahaan Hands-Free pada tahun 2010 dan memproduksi Quikiks dalam jumlah besar.

Quikiks ciptaan Steve Kaufman © Entrepreneur

Selama Steve mengembangkan Quikiks, putranya sudah pulih dari skoliosis. Alex yang kini berusia 21 tahun tak lagi membutuhkan sepatu ciptaan ayahnya. Namun Steve ingin sepatu itu bisa menolong anak-anak lain yang mengalami masalah seperti Alex.

Advertisement

Quikiks ciptaan Steve Kaufman © Entrepreneur

"Saya tidak menyerah. Saya terus bergerak maju dengan produk yang dapat membantu anak-anak seperti Alex dan banyak orang lain yang mengalami hambatan medis dan kognitif."

Berkat usaha Steve, tekadnya terbayar. Dia berhasil membuat Quikiks diterima pasar. Dia memperoleh penghargaan sebagai pengusaha muda dan sukses.

(mdk/tsr)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.