Keindahan Basilica Cistern, istana tenggelam di bawah tanah Istanbul
Keindahan Basilica Cistern, istana tenggelam di bawah tanah Istanbul. Sebenarnya Basilica Cistern adalah tempat penyimpanan air berukuran raksasa untuk istana raja Byzantium. Letaknya di bawah tanah kota Istanbul. Meliputi 336 pilar marmer yang menyangga struktur. Lantainya senantiasa tergenang dan dihuni ikan karper.
Bagi warga Turki, tempat menakjubkan dalam gambar di atas lebih dikenal dengan nama Yerebatan Sarnici. Namun bagi seluruh dunia, ini adalah Basilica Cistern. Struktur bawah tanan ini merupakan salah satu peninggalan arsitektur bernilai sejarah tinggi yang jadi kebanggaan Turki.
Meskipun beberapa orang menyebutnya basilika atau istana tenggelam, sebenarnya Basilica Cistern adalah tempat penyimpanan air berukuran raksasa untuk istana raja Byzantium. Letaknya di bawah tanah kota Istanbul. Dari luar terlihat sederhana, karena sebagian besar struktur ini memang terletak di bawah tanah.
Bagian luar Basilica Cistern. © Wikimedia Commons/David Bjorgen
Daya tarik utama Basilica Cistern adalah 336 pilar marmer yang menyangga struktur. Beberapa pilar dihiasi ukiran kepala Medusa, sang Gorgon yang diputar. Lantainya senantiasa tergenang air dan dihuni oleh ikan karper. Sementara bagian samping difungsikan sebagai kafe untuk para wisatawan.
Lantai tergenang Basilica Cistern dihuni ikan-ikan karper. © Wikimedia Commons/David
Dilansir Yerebatan, Basilica Cistern didirikan atas perintah Kaisar Konstantin dan diperluas pada masa Justinianus. Sebelum dijadikan tempat cadangan air bersih untuk istana, bangunan ini berfungsi sebagai tempat pertemuan dan pusat kesenian seluas dua lapangan bola. Didirikan atas perintah Kaisar Justinianus. Di sana Justinianus mengadakan rapat untuk membahas permasalahan hukum dan dagang dengan para pejabatnya.
Lantai Basilica Cistern senantiasa tergenang air. © Wikimedia Commons/David Bjorgen
Kolom berukir kepala Medusa yang menyangga salah satupilar di Basilica Cistern. © Wikimedia Commons/Gun Powder MaBjorgen
Kemudian Justinianus memerintahkan perombakan Basilica Cistern menjadi tempat penyimpanan air untuk istana dan bangunan-bangunan lain di sekitarnya. Basilica Cistern kala itu bisa menampung hingga 100.000 ton air bersih. Setelah Kekaisaran Ottoman menguasai Turki, Basilica Cistern masih menyuplai air bersih untuk Istana Topkapi.
Dilansir Smithsonian, Basilica Cistern ditemukan kembali oleh sejarawan Petrus Gyllius pada tahun 1545 ketika Istanbul masih menjadi bagian dari Konstantinopel. Namun tempat itu masih belum layak dikunjungi selama puluhan tahun berikutnya karena dipenuhi sampah, mayat, dan lumpur. Setelah upaya pembersihan pada tahun 1980-an, kini Basilica Cistern menjadi salah satu objek wisata sejarah terbaik di Istanbul.
Baca juga:
Hari ini umat Hindu di India melakukan pemujaan kepada dewa ular
Indahnya pulau Tavolara, kerajaan paling mini di dunia
Mengintip keindahan bernuansa misteri kota kematian di Rusia
Dargavs, kota kematian di mana tak ada manusia keluar hidup-hidup
Intip terminal baru Bandara Singapura, bertabur teknologi canggih